
Tangan Abra turun ke hutan rimbun yang berada di bawah sana.
" Hangat, basah" dua kata yang keluar dari bibir Abra.
" sayang, adik sudah basah, Abang mulai ya." ucap Abra yang menatap Azell.
" Iya bang, adik sudah siap menjadi istri Abang yang sesungguhnya, tapi pelan pelan ya bang, punya Abang sebesar itu, adik takut kalau sakit." ucap azell.
Azell tadi melihat kalau pedang suami nya itu berdiri kokoh dan sangat besar serta panjang, ia bingung apa pedang sebesar itu bisa masuk.
" iya sayang, Abang akan mulai pelan pelan kita berdoa dulu ya." ucap Abra dan Azell mengangguk kan kepala nya.
بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
Tulisan latin: "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".
Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.
Setelah ke dua nya berdoa dalam hati, Abra menatap azell. " Sakit nya nanti akan berubah menjadi nikmat yang tiada Tara sayang, adik tenang saja, nikmati ok." Ucap Abra.
__ADS_1
Abra melakukan nya dengan perlahan tapi sulit untuk menerobos nya, karena terlalu sempit dan itu membuat Abra menjadi kesal, dia sudah tidak kuat untuk menahan hasrat nya, dan akhir nya Abra mencoba lagi untuk ke 5 kali nya dan hentakan yang agak kuat. Blesss masuk lah pucuk pedang tersebut dan keluar lah cairan berwarna merah dan membuat Azell berteriak dan menangis sambil menggigit tangan Abra.
Abra yang melihat istri nya menggigit tangan nya hanya membiarkan saja, azell yang sudah mulai tenang akhir nya abra menghapus air mata yang tadi sudah membasahi ke dua pipi istri nya itu.
" sayang Abang lanjut lagi ya." ucap Abra lalu Azell kembali mengangguk kan kepala nya saja.
" sayang, punya adik sempit banget, Abang sampai kesusahan ini." ucap Abra.
" punya Abang yang terlalu besar." jawab Azell.
" tapi nikmat dik, bang." ucap Azell dan Abra bersamaan.
Azell langsung mengangkat kepala nya.
" bagaimana apa adik masih mau?." tantang Abra.
" sudah bang, lanjut bang, sudah nangung ini, jangan PHP Adik." ucap Azell yang sedang memainkan pucuk gunung milih abra.
" oh ****." ucap Abra yang juga mendongak kepala nya ke atas, karena Abra merasa tidak berdaya saya istir nya itu bermain di arena itu.
__ADS_1
" adik bisa membalas nya ternyata." ucap Abra.
" akan Abang balas adik." ucap Abra lagi dan langsung memaju mundurkan pinggul nya
Azell hanya bisa membuka dan menutup mata nya saja.
Azell sungguh menikmati permainan sang suami,
De.... sa....Han demi de.... sa....Han keluar dari mulut Azell dan membuat Abra semakin semangat, Abra yang awalnya pelan akhir nya tidak bisa pelan, ia menambah ritme nya.
" bang adik mau pipis." ucap Azell.
" keluarkan sayang, keluarkan di sini saja, siram punya Abang dengan lahar hangat mu." ucap Abra yang mata nya juga ikut merem melek.
" Ah bang." teriak Azell saat ada sesuatu yang keluar dari bagian bawah nya.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
......Jangan lupa, Like dan Vote......