
Sedangkan Ais memang sedari tadi masih sibuk memilih - milih gaun yang akan di kenakannya . Karena bukan hanya satu atau dua gaun saja , Ais memilih beberapa gaun yang menurut nya paling pas dan paling indah dia kenakan .
Akhirnya Ais menemukan gaun yang menurutnya paling cocok di tubuhnya , tentu saja dengan bantuan Azell dan Vita juga pemilik butik Tante Carrol .
bahkan Tante Carrol juga menyuruhnya untuk kembali lagi besok dengan Adam calon mempelai prianya agar lebih muda nantinya .
Setelah Ais dan Vita mengantarkannya ke kantor Pamungkas .
Azell langsung masuk ke dalam kantor . Karena sudah sore hari banyak karyawan Kantor yang sudah pulang .
Jadi keadaan tidak begitu rame , meskipun masih banyak yang berhilir mudik dengan kerjaan mereka yang mungkin sedang lembur .
Banyak para karyawan kantor yang memberi salam kepada Azell . Seperti biasa Azell akan mengangguk seraya memberikan senyum kepada mereka .
Sampailah dia di depan pintu ruangan suaminya .
Azell menghela nafasnya dalam . Rasanya seperti akan masuk ke dalam sarang musuh yang sudah menunggunya untuk di terkam .
" Tenang Zel , Lo udah sering ngelakuin ini . " Gumamnya begitu pelan untuk menenangkan dirinya .
Tangannya mulai membuka pintu ruangan Abra. Tetapi sebelum pintu terbuka , datanglah Adm yang langsung mengagetkan Azell .
__ADS_1
" Bu bos !. " Panggil Adam yang sebenanrya tidak begitu keras tetapi sangat mengejutkan Azell .
azell menoleh ke arah Adam yang sedang menatapnya .
" Kak Adam , ngapain di sini ?. " Tanya Azell berusaha bersikap biasa saja .
" Mau nemuin Abra lah , kamu yang ngapain sore - sore ke Kantor ?. " Tanya Adam menyelidik .
" Ya mau nemuin abang juga lah . " Jawab Azell tidak mau kalah .
Adam tersenyum meremehkan , dia tahu maksud tersembunyi dari pasangan suami istri muda itu .
" Kalau mau celup - celup di hotel aja Zel , punya hotel mewah , milihnya di ruangan Kantor . " Cibir Adam yang langsung membuat Azell blushing tetapi juga kesal .
Begitu juga dengan Azell yang ikut masuk di belakang Adam dengan wajah merahnya , menahan malu dan juga kesal pastinya dengan ucapan Adam barusan .
Abra menghampiri mereka berdua , tetapi dia melewati Adam yang berada di depannya , dan menghampiri Azell yang berada di belakang Adam .
Abra langsung memberi kecupan di bibir Azell , bahkan berniat untuk ******* bibir manis istrinya , sontak saja Azell terkejut dan langsung menjauhkan bibirnya dari Abra .
Adam menghela nafasnya , tadi dia sempat melihat sekilas pemandangan yang seharusnya tidak menjadi tontonan itu .
__ADS_1
" Sabar Dam sebentar lagi , tahan . " Gumam Adam kepada diri sendiri .
" Abang " Kesal azell seraya memukul dada bidang Abra dengan pelan .
Abra tersenyum tampan kepada Azell , membuat Azell benar - benar tidak habis pikir dengan suaminya yang tidak ada malunya di depan sahabatnya . Tetapi memang seperti itu sih sifat Brayen .
" Nggak ada ahlak Lo Bra . " Ucap Adam yang hanya di tanggapi Abra dengan senyuman mengejek .
" Lo sendiri yang ke sini , sana pergi mengganggu saja . " Usir Abra kepada Adam .
Adam menggeleng , tangannya menunjuk Abra seraya tersenyum .
"Bast * rd Lo . " Ucap Ad seraya pergi dari ruangan Abra .
" Sama istri nggak menjadi masalah . " Jawab Abra membuat Adam yang sudah berada di pintu kembali menghentikan langkahnya .
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...