
" Kalian jahat, udah ngelanggar peraturan pacaran karena tidak mendengarkan lagu yang kita bawakan untuk kalian." Jelas ais dengam begitu tegas.
Sontak saja adam dan kiki terkejut tapi mereka juga tertawa, mendengar peraturan pacaran yang sudah mereka langgar itu, jika abra dia begitu santai karena memang bawaan abra seperti itu, dan tentu saja karena abra dan azell bukan pacaran lagi melainkan sudah menikah jadi Abra tidak melanggar aturan pacaran yang Ais sebutkan tadi.
" Mi, Kita bukan nggak mau dengerin kalian nyanyi, tapi karena telinga kita gatal banget tadi sampai berdengung." Jawab adam menjelaskan, tapi apa yang di katakan oleh adam malah semakin membuat Ais dan Vita kesal, begitu juga dengan azell yang entah kenapa sebenarnya sudah tidak merasa kesal dengan Abra, tapi dia hanya ikut-ikutan saja.
Merasa semakin rumit saja jika berdebat dengan ketiga gadis cantik itu, Abra mencoba menjelaskan agar masalah cepat terselesaikan.
" Oke... Kita ngaku kalau kita udah salah banget karena nggak dengerin kalian nyanyi tadi, lain kali kita janji bakal setia dengerin kalian bernyanyi " Jelas Abra yang sontak membuat Adam dan Kiki menatap Abra tidak percaya.
Memangnya siapa yang kuat mendengarkan suara panci pecah mereka , bahkan tadi Ada. baru berapa detik saja sudah merasa mual rasanya, telinganya langsung tidak menerima suara ketiga gadis cantik itu, antara telinga dan mata mereka memang sangat berbeda, jika mata mereka rasanya ingin selalu menatap wajah ayu azell, Ais, dan Vita, berbeda dengan telinga ketiga cowok tampan itu yang tidak ingin berlama-lama mendengarka suara Azell, Ais, dan Viya ketika sedang bernyanyi.
Azell, Ais dan Vita mulai tersenyum miring, hati mereka mulai luluh mendegarkan apa yang di katalan oleh Abra barusan, jika lain kali mereka akan mendengarkan dengan setia ketika ketiga gadis cantik itu bernyanyi.
__ADS_1
" Kita minta maaf, dan sekarang udahan dulu marahnya ya.. Kita makan dulu, kasian anak aku udah di ajak nyanyi oleh Mommy nya pasti laper." Jelas Abra lagi, yang ntah sihir dari mana membuat ketiga gadis cantik itu tersenyum dan mengangguk.
" Oke kita maafin." Jawab mereka kompak yang tentu saja membuat Adam dan kiki terkejut dengan ucapan abra yang seperti sihir itu.
Azell segera menggandeng Abra untuk keluar, begitu juga dengan Ais dan Vita yang menggandeng Adam dan Kiki, bahkan seperti baru saja tidak terjadi apa -apa di antara mereka.
Adam dan kiki saling pandang dengan rasa bingung mereka.
Catat tapi jika mood mereka memang sedang baik, jika tidak sudah di pastikan baik Adam atau pun Kiki akan galau memikirkan gadis cantiknya yang sedang ngambek dan tidak kunjung berbaikan.
🥀🥀🥀🥀
Kini azell dan Abra sudah berada di rumah. Mereka sedang santai di depan tv, abra sedikit sibuk dengan ponselnya yang membalas pesan Adam jika Feli memang sudah kembali ke Indo.
__ADS_1
Tapi Abra memang tidak akan melakukan apa-apa jika Feli tidak lagi mengusik keluarganya atau hubungannya dengan Azell.
Karena bagaimana pun Feli adalah sahabatnya dulu sebelum semua berubah karena apa yang Feli rasakan untuk Abra dalam hatinya begitu salah.
" Yank." Panggil Abra pelan, membuat Azell menoleh ke arahnya dengan senyum.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1