
" Lagi di bangunin sama Rio." Jawab Erlan, Devanno memang sebelas dua belas dengan Azell yang malam jogging ha ha ha, Azell hanya ber ooo ria.
" Ayo dek ikut, nemenin kakak." Ucap Arnat yang mengajak Azell untuk menemani nya jalan jalan pagi.
" Ah males kak, aku mau di rumah saja nemenin dua ibu suri nih." Jawab Azell melirik bunda dan mama.
" Tidak usah banyak Alasan, sudah sana adik ikut, bunda mau me time sama sahabat bunda." Ucap bunda
" Hadeh, pakai gaya segala, me time wk wk wk." Ledek Azell.
" Sudah sana adik ikut, kasihan kakak entar jalan nya sendiri an yang lain pada lari." Tambah mama.
" Nah sekalian tuh tanya tanya masalah kehamilan sama kakak." Ucap bunda membuat mata Azell melotot, sedangkan yang lain nya terkekeh kecuali Abra yang menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Apaan adik mah masih jauh, dah lah adik ganti baju dulu deh." Ucap Azell langsung berlari menuju kamar sebelum semakin di goda.
" Kabur, coy sebelum negara api menyerang lagi." Ucap Azell dalam hati nya.
" Jangan lari dek." Peringatan Abra saat melihat Azell masih berlari menaiki tangga, sontak membuat Azell menghentikan langkah lari kecil nya dan menoleh serata menyengir.
__ADS_1
" Baik bebeb." Jawab Azell lalu melanjutkan lagi langkah nya menaiki tangga, semua orang menatap Azell menggelengkan kepala nya.
" Ini Devan lama banget." Ucap Dewa sedikit kesal, karena dua makhluk yang di tunggu sedari tadi tak kunjung menampakkan diri.
" Cepat dong kak." Pekik Rio membuat fokus semua orang teralihkan.
" Ke buru siang, entar di marahin bang Dewa kak." Ucap Rio lagi, Rio keluar dari kamar Devan yang terletak di ujung, agak berjarak dari ruang makan dan dapur.
Mendengar ucapan Rio membuat Dewa menatap tajam anak remaja laki laki itu dari tempat nya.
" Ups." Rio menutup mulut nya saat tubuh nya berbalik dan mendapati semua orang khusus nya Dewa yang menatap tajam ke arah nya.
" Waduh, Abang dengar tidak ya ucapan ku tadi." Batin Rio.
" Ya sudah ayo, dah di tungguin itu." Ucap Rio sedikit berbisik pada Devan dan langsung menyeret Davan jalan.
" Ck!!! Sabar oi, tidak sopan banget sama yang tua." Rancau Devan namun Rio mengacuhkan dan tetap menyeret Devan.
" Lama banget." Ucap Dewa menatap Devan dan Rio saat ke dua nya sudah berdiri di hadapan nya.
__ADS_1
" Lah kan aku sudah bilang tidak ikut, tetap di paksa, hoamm." Jawab Devan yang menguap.
" Kamu itu bang, kayak adik saya." Ucap Bunda, Devan hanya nyengir.
" Dahkan? Yuk berangkat." ucap Rio.
" Bentar nungguin adik." Jawab Dewa.
" Aku kan sudah di sini bang." Ucap Rio bingung, Dewa menarik nafas nya, menahan emosi.
" Istri nya Abra." Ucap Dewa menunjuk Abra, Abra manggut manggut.
" Oh bilang dong si kakak maksud nya " ucap Rio enteng.
" Yah lama lagi deh, keburu siang panas bang." Protes Devan.
" Lagian pada mau jogging aja ribet banget pakai nunggu nungguan tak wk wk wk." ucap Devan dalam hati nya
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......