
" tolong ambilin air putih saja dek." jawab Abra yang tangan nya sibuk membuka kancing seragam nya.
" oke wait one minutes." azell segera bangkit untuk mengambilkan air putih dan menyimpan bebannya di lemari es tak lama dia kembali dan duduk di samping Abra.
" nih a'." Azell menyodorkan gelas pada abra dan diterima oleh nya.
" terima kasih sayang." ucap Abra lalu dia meminum air itu hingga tandas Azhar membalas ucapan abrahah nya dengan anggukan dan senyuman nya yang manis.
di letakkan gelas kosong itu di meja samping, Abra melirik Azell yang tengah membuka baju seragam nya tangan nya terulur ke kening dan pelipis azell yang berkeringat.
" capek gerah ya?." tanya abra mengusap kening nya azell, azell mendengar namun tangannya masih sibuk membuka kancing baju satu persatu azell mengangguk menatap Abra.
" banget." ucap azell, Abra tersenyum.
" kalau keringat nya udah hilang langsung mandi ya." ucap Abang masih menyeka keringat azell, azell menggangguk.
__ADS_1
" sudah a' adik keringetan ini enggak jijik apa." cicit azell yang sudah berhasil membuka kancing baju terakhir nya lalu melepaskan nya baju seragam nya yang menyisakan kaos tipis hasil memang selalu memakai kaos tipis untuk dalaman seragam nya agar saat badannya berkeringat tidak langsung menempel pada seragamnya melainkan pada kaosnya itu.
" kenapa harus jijik nanti juga kita bakal saling tukar keringat." ucap Abra terkekeh Azell menoleh pada abra dengan dahi berkerut.
" maksudnya? adik nggak pernah mau kalau jogging sama aa'." tanya aja yang tidak mengerti maksud abra abra tersenyum jahil lalu mendekatkan bibir nya ke samping telinga azell.
" bukan joging tapi kita bakal berbagi keringat pas olahraga malam." bisik abra pada azell seketika azell mengerti maksud Abra pipi nya menjadi panas mungkin sudah karena sekarang.
" is apaan sih a'." ucap ajar memukul dada depan Abra pelan.
" benarkan." ucap abra menaik turunkan kedua alis nya.
" adik tidak mau ya?." tanya Abra sendu sepertinya Abra salah paham akan maksud hazel hazel menoleh kembali ke suami nya dan menangkup kedua pipi suami nya itu adzan menggeleng kan kepala.
" bukan adik tidak mau a', tapi adik malu kalau di bahas kayak gini." ucap azell lalu menurunkan tangan nya dan menunduk.
__ADS_1
" hey adik kenapa mesti malu maka nya harus dibiasain kemarin aja adik sudah tahu kan meskipun baru sekali." ucap Abra mendekat dan duduk mepet di samping azell.
" kalau bahas kayak gini aja udah malu gimana pas eksekusi." ucap abra semakin menggoda azell suami nya aneh tadi aja merasa kecewa sekarang menyebalkan pikir Azell.
" ah apaan sih a'?." teriak azell meninju perut Abra pelan Abra terkekeh.
" jangan malu kan sama suami." sendiri jawab Abra.
" dih aa' makin kesini makin makin-makin banget." ucap Azell menatap suami nya.
" makin makin-makin apa?." tanya Abra
" meeessssuuuuum!!!!." ucap azel sedikit menaikkan intonasi suara nya bukan nya marah-marah malah tertawa terbahak-bahak diteriaki seperti itu, Abra sendiri juga bingung pada diri nya sendiri yang seperti itu tapi ia berpikir itu hal wajar bagi pria normal apalagi yang sudah memiliki istri betulkan.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......