FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 666


__ADS_3

Tentu saja abra akan mencuci bersih tangannya yang sudah menempel dengan tangan cewek lain selain azell


Aneh memang, tapi feeling Abra mengatakan jika Alya berbeda dari kedua sahabat Azell, siapa lagi kalau bukan Ais dan Vita.


Jika tangan kedua sahabat azell yang menempel tadi pada tangannya, mungkin abra tidak akan selebay ini.


Dan fix, sikap Abra banyak sekali perubahan setelah azell hamil.


Abra terus mencuci tangannya dengan sabun, bahkan sampai berkali-kali, tentu saja agar tidak ada lagi bau tangan Alya, tapi percaya ini semua hanya sikap lebay Abra.


Tangan Alya sama sekali tidak berbau, bahkan tangan Alya begitu lembut dan halus sama seperti tangan Azell


Karena Abra tidak kunjung datang. Membuat azell pamit untuk menyusul suaminya.


" Bang..! Nggak pingsan di dalam kan?." Tanya azell dari luar pintu kamar mandi.


Tidak lama terbukalah pintu kamar mandi.


" Lama banget sih? " Tanya azell seperti tidak sabar di tinggal Abra ke kamar mandi.


" Bau nggak yank?." Tanya Abra sembari tangannya di arahkan kepada azell untuk menciumnya.


" Wangi kok, wangi banget malah, kenapa sih banh? Aneh deh." Jawab azell yang juga bertanya kepada Abra.


Tidak ada jawaban dari Abra, malah Abra masih sibuk mengendus-endus tangan nya, dan tentu saja wangi karena memang tidak ada bau sama sekali.

__ADS_1


Sekali lagi hanya Abra saja yang lebay tidak ingin bersentuhan dengan Alya.


" Ayo." Ajak Abra tanpa menjawab pertanyaan azell tadi.


Mereka turun ke meja makan. Di mana Bunda, Mama dan juga Alya sudah berada di sana.


" Mules nak?." Tanya mama melihat kedatangan abra dan azell


" Nggak ma." Jawab Abra singkat, membuat mama menggelengkan kepalanya.


" Ya sudah ayo kita makan dulu bersama." Ajak mama kepada mereka.


Mereka makan bersama, tentu saja ya kembali mencuri pandang ke arah Abra.


" Ma. Dokternya mau ke sini jam berapa?." Tanya Abra yang sontak membuat azell, Bunda, dan juga Mama tersentak kaget.


Tidak lama mereka tertawa karena pertanyaan Anra, tapi malah membuat Abra semakin bingung, sedangkan Alya hanya menyimak saja dengan diam nya.


" Udah dari tadi dong Abra." Jawab mama yang sukses membuat Abra terkejut bukan main.


Abra menoleh ke arah azell yang sedang tertawa dan mengangguk, pertanda mengiyakan apa yang di katakan oleh mama


" Udah?." Tanya abra sekali lagi dan di jawab mama dan azell dengan anggukan kepala.


" Sorry tadi abra tidur, aku nggak tega buat bangunin." Jelas azell merasa sedikit bersalah.

__ADS_1


Tapi juga ingin tertawa.


" Ah.. ****." Gumam abra merasa kesal.


" Abra!!!." Ucap mama mengingatkan Abra agar bersikap sopan di depan Ibu mertua nya.


" Nggak apa apa, aku tahu pasti abra juga ingin sekali tahu bagaimana perkembangan anaknya." Jelas bunda yang sama sekali tidak masalah dengan umpatan Abra barusan.


Bunda memaklumi jiwa muda seperti Abra


" Yank... Kok jahat banget sih nggak bangunin abang tadi?." Tanya abra membuat azell semakin bersalah.


" Apa kita ke dokter aja buat meriksain lagi?." Tanya azell menawarkan kepada Abra.


Tapi di jawab Abra dengan gelengan kepala.


...❤️❤️❤️❤️...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


Mampir ke ceritaku yang lain ya kak


__ADS_1


__ADS_2