
" Ya gitu deh Zel.. Masih biasa aja " Jawab Alya yang di angguki oleh azell.
" Lo sekelas ma Kak Aldo ya ? " Tanya Azell kepada Alya.
Jangan di tanya, jika Abra langsung menoleh ke arah Azell mendengar nama Aldo di sebutkan dari mulut azell, sungguh rasanya Abra tidaklah rela bahkan terasa mendidih telinganya mendengar nama Aldo di sebutkan langsung oleh Azell, meskipun hanya hal kecil seperti itu , tapi begitu mengusik ketenangan hatinya.
" Yank.. Jangan sebutin nama Dia " Ucap Abra mengingatkan azell, Sontak saja Alya begitu terkejut dengan apa yang di dengar olehnya barusan.
Alya baru akan mengetahui kebucinan Abra kepada azell. Azell tersenyum ke arah Abra , tanpa menjawab perkataan Abra barusan.
" Sayang ! " Ucap Abra dengan nada yang sudah di naikan satu oktaf karena tidak juga mendapat jawaban dari azell
" Fine, Abang bakal lakuin di sini " Sambung Abra yang sukses membuat Azell menoleh ke arahnya dengan terkejut.
Bagaimana tidak terkejut jika yang di maksud abra ialah hukuman untuk zell yang tidak menjawab pertanyaannya tadi.
__ADS_1
Konyol memang tapi itulah mereka. Sedangkan Alya masih dengan diamnya, jika azell bertanya dia akan menjawab, tapi jika tidak dia akan lebih baik diam, menikmati wajah rupawan Abra yang hanya di lihat sedikit dari belakang sedikit samping olehnya.
" Bang, jangan gila deh.. lya sorry nggak lagi Tuan Muda " Jawab azell yang sukses membuat Abra tertawa.
" Gadis nakal " Ucap Abra sambil mengacak pucuk hijab azell pelan.
Sampai akhirnya mobil berhenti tepat di depan gerbang kampus. Dengan segera Alya keluar dari dalam mobil, jangan di tanya jika azell tadi ketika akan keluar sudah pasti langsung di tahan oleh Abra untuk memberi kecupan terlebih dahulu pada bibir manis Abra.
Cupp...
Azell tanpa menolak melakukannya, tentu saja karena itu juga sedah menjadi ke biasaan mereka berdua.
" Semangat ya yank ! " Ucap Abra yang di angguki oleh azell dengan senyuman manisnya.
Bahkan Abra sama sekali tak menyapa Alya, tentu saja karena Abra sempat melihat tatapan mata Alya yang membuatnya risih. Dan Abra tidak suka itu. Setelah mobil Abra berlalu, azell dan Alya masuk ke dalam kampus.
__ADS_1
Jujur saja Alya sedikit kecewa karena Abra sama sekali tidak mengajaknya mengobrol, bahkan rasanya tadi seperti tidak ada dirinya saja di dalam mobil.
Jika bukan karena azell yang mengajaknya bicara, mungkin Alya akan terus diam sampai di kampus.
" Al, Sorry ya, Lo pasti ngerasa abang cuek banget, dia emang gitu Al sama orang yang baru kenal, nggak banyak omong dan ya itu tadi cuek, jadi Lo jangan ngerasa gimana-gimana ya " Jelas Azell yang merasa tidak enak kepada Alya.
Karena memang Abra seperti tidak menganggap Alya ada bersama mereka tadi.
" Lo tenang aja Zel, Gue tau kok " Jawab Alya dengan senyuman yang di paksakan.
Sampai akhirnya kedua sahabat Azell menghampiri mereka berdua, siapa lagi kalau bukan Ais dan Vita.
" Zezel.! " Teriak mereka bersamaan, sampai membuat Azell yang di hampiri kedua sahabatnya itu menutup telinganya karena teriakan Ais dan Vita yang terdengar begitu keras.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote**...