
padahal baby boy azell dan Abra memakai bedong dan itu tidak sudah bisa di pastikan kalau akan aman aman saja, tapi baik papa dan ayah lebih memilih untuk lebih bersabar lagi dari pada kena amukan para bidadari mereka
Abra duduk di sebelah azell dengan senyum bahagia juga tangannya yang terus menggenggam erat tangan azell, lalu abra menciumnya dengan penuh kasih, jujur saja Abra baru saja menggendong anak nya sekali ketika mengadzani nya, setelah itu abra tidak lagi menggendongnya, alasannya cukup masuk akal ialah Abra yang masih takut menggendong baby
boy nya.
Meskipun dari lubuk hati Abra sangatlah ingin menimang anaknya sekarang, terlebih melihat Ibu mertua dan mama nya yang sangat bahagia ketika menimang anaknya, tapi seperti nya Abra harus bersabar seperti kedua lami laki paruh baya yang tidak di perbolehkan menimang cucu mereka oleh istrinya.
" Sayang makasih ya." Bisik abra membuat azell menoleh ke arah Abra dengan senyum.
' Aku juga makasih, abang udah nemenin aku lalui ini semua." Jawab azell membuat Abra langsung menyium kening azell.
Mereka tidak perduli dengan adanya banyak orang di ruangan itu. Toh nyatanya mereka semua sibuk dengan anak azell dan Abra.
" Zezel Baby mau di kasih nama siapa?." Tanya Vita membuat semua orang yang berada di sana terdiam.
Azell dan abra saling pandang dan terdiam, mereka melupakan hal penting untuk anak mereka, astaga... Mereka sama sekali belum menyiapkan nama untuk si baby boy.
Sedangkan Papa dan ayah saling pandang dan tersenyum, rupanya kedua laki laki paruh baya yang masih terlihat tampan ini sudah menyiapkan nama untuk cucu kesayangan mereka, jelas karena sejak mereka tau bayi azell dan abra laki- laki kedua laki laku paruh baya itu saling diskusi untuk menyiapkan nama untuk cucu mereka.
__ADS_1
Bahkan mereka juga berjanji nama yang mereka siapkan ialah nama yang harus di gunakan. Dan seperti terjawab kini tidak ada yang menyiapkan nama untuk Baby boy yang sudah lahir ke dunia itu.
Membuat Papa dan ayah tersenyum dengan penuh kemenangan, baik Papa atau pun ayah memang sudah tidak sabar ingin membawa cucu mereka ke kantor masing-masing untuk di perkenalkan kepada semua karyawan mereka.
" Arshaka." Ucap Papa membuat semua hening.
" Kaindra." Sambung ayah kembali membuat semua terdiam tapi juga mendengarkan dengan seksama.
" Pamungkas" Sambung Papa dan ayah kompak.
" Hah?." Ucap abra tidak percaya dan bingung.
Semua orang yang berada di ruangan itu masih terdiam.
Bahkan Bunda dan Mama juga saling pandang dan terkejut dengan ketledoran mereka karena sampai lupa menyiapkan nama untuk cucu kesayangan mereka.
Tapi tidak lama azell berseru yang membuat semua orang kembali terdiam dan menoleh ke arahnya.
" Setuju Kek, nama yang bagus." Ucap azell membuat Papa dan ayah membanggakan dirinya.
__ADS_1
Bahkan azell memanggil Ayah dan Papa mertua nya dengan sebutan
" Kek".
semua masih terdiam sampai akhirnya abra ikut bersuara.
" Boleh juga." Ucap abra dengan nada datarnya.
Tapi tidak di pungkiri jika nama yang di berikan oleh Papa dan ayah memanglah bagus, bahkan mereka yang merupakan laki laki sibuk saja masih ingat dengan nama yang akan di berikan kepada cucu mereka, berbeda dengan azell dan abra yang malah lupa akan hal penting seperti itu.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak
__ADS_1