
kenapa jadi anaknya yang di salahkan ? Harusnya Adam dan Kimi itu paham kalau ketampanan mereka jauh di bawah Arshaka .
Sedangkan Abra tidak berkomentar , ada baiknya juga memiliki bayi tampan seperti Arshaka , kedua sahabatnya jadi nelangsa karena terus di cueki oleh Ais dan Vita.
Menyenangkan juga ternyata menurut Abra . Mengingat hal itu membuat Abra tersenyum sendiri , Azell yang melihat tingkah suaminya seperti orang tidak waras menautkan alisnya , ngeri saja kalau suami tampannya ini gila .
" abang kenapa ?. " Tanya azell menatap Abra .
" Hah ?. " Jawab Abra dengan muka cengo .
" Masih waras kan ?. " Tanya Azell membuat Abra terkejut dengan pertanyaan dari istrinya . Kurang ajar sekali istri nya bertanya seperti itu , tidak ada sejarahnya seorang Abra tidak waras , terkecuali jika dia di tinggal oleh azell baru Abra akan berubah tidak waras.
Sampai akhirnya mereka sampailah di parkiran mall besar di kota mereka . Setelah memarkirkan mobil nya mereka turun , lalu dengan berpasangan mereka masuk ke dalam mall .
Sudah lama sekali memang ketiga pasangan itu tidak hangout bersama , dan ini merupakan untuk yang pertama kali nya setelah Azell lahiran .
" Mau kemana dulu nih ?. " TanyaAdam kepada mereka .
" Toko mainan . " Jawab Ais semangat .
__ADS_1
" Boleh , tapi setelah itu kita ke toko perhiasan ya ?. " Jawab Adam membuat yang lain menautkan alis nya bingung .
" Toko perhiasan? Buat apa ?. " Tanya Kiki yang tidak paham dengan maksud Adam.
" Ada deh , nanti kalian juga tau . " Jawab Adam tersenyum misterius .
Abra menyunggingkan senyum nya juga mendengar ucapan Adam , dia cukup tahu apa yang di rencanakan oleh sahabat nya itu.
" Yah ... Kak Adam nggak seru nih . " Keluh Vita karena tidak di beritahukan oleh Adam maksud dan tujuan nya ke toko perhiasan.
Sumpah demi apapun , ketiga gadis cantik ini kenapa jadi lemot begini sih pikirannya ? Mereka terlalu bersemangat membeli kado untuk Arshaka , sampai tidak tau tujuan orang ke toko perhiasan ya sudah pasti membeli cincin dan teman - temannya .
Kini semua orang yang mengidolakan Abra hanya bisa mengagumi nya dengan diam , tidak lagi berani mengikuti ataupun memberi apa pun untuk Abra .
Meski mereka akui , semakin hari rasa nya semakin tampan saja wajah Abra.
Semakin mempesona dan menantang dengan predikat hot Daddy untuk nya .
" Abang. " Panggil Azell pelan .
__ADS_1
" Apa sayang ?. " Tanya Abra menatap Azell.
" Asinya udah banyak banget kayaknya . " Bisik Azell sedikit malu , tapi membuat Abra tersenyum miring .
Meski tadi sebelum berangkat, Azell sudah memompa asinya untuk persiapan . Tapi tetap saja sampai siang rasa nya sudah kembali memproduksi dengan banyak .
Jika tidak segera di berikan kepada Arsha , azell merasa sedikit ngilu , ngilu karena terlihat begitu besar .
" Sini aku bantuin keluarin yank . " Bisik abra yang langsung membuat azell melotot .
Ucapan Abra ini terdengar begitu ambigu , memang nya Abra akan membantunya dengan cara apa , terkecuali dengan cara ... ??? you know lah wk wk wk
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...
__ADS_1