
Kini azell dan abra sedang berada di kamar mereka, azell menatap pemandangan yang begitu terihat indah dari balkon kamarnya, memang di perumahan elit Keluarga Pamungkas banyak sekali pohon juga taman.
Dan itu sangat terlihat jelas dari balkon kamar mereka. Azell memejamkan matanya, menarik nafas panjangnya kemudian menghembuskan dengan pelan.
Tiba tiba Abra memeluknya dari belakang, juga mencium tengkuk leher Azell. Azell sedikit terkejut tapi dia juga menikmatinya, kecupan Abra begitu menggetarkan jiwa dan hasratnya.
" Kenapa Abang rahasiain ini dari adik..?? " Tanya Azell kepada Abra.
Maksud Azell ialah, Abra yang tidak langsung memberitahukannya kepada Azell terlebih dahulu.
Karena tentu saja azell tadi sempat takut dan merasa gugup, azell takut jika dia melakukan kesalahan tanpa dia sadari.
" Sorry yank. Udah bikin kamu hampir jantungan." Jawab Abra membuat Azell tersenyum kesal.
Azell membalikan badannya menghadap abra, dia memukul ringan dada bidang Abra.
" Tahu tidak bang?? Tadi aku sempat berfikir kalau mereka bakal misahin kita." Jela Azell jujur.
Sontak saja Abra begitu terkejut, pikiran azell sangatlah jauh, abra menarik hidung mancung azell dengan gemas.
__ADS_1
" Ih.. Ngaco... Atas dasar apa mereka misahin kita..??? " Tanya Abra kepada Azell.
"Ya.. Kali aja adik nggak sengaja bikin kesalahan gitu.. Sejak nikah sama Abang sampai sekarang adik belum bisa jadi isrti yang baik untuk abang." Jelas Azell kepada Abra
Abra tersenyum miring kepada Azell, membuat Azell semakin yakin jika dirinya memanglah belum bisa jadi istri yang baik untuk suami tampannya ini.
" Adik cukup melayani Abang saja di atas tempat tidur itu sudah menjadi istri yang baik.." Bisik Abra seketika membuat azell melotot.
" Abang..... Mesummmm..emm..." Jawab azell yang sudah dibungkam oleh bibir Abra.
Abra mencium Azell, juga melum*tnya, sesekali menghis*p lidah azell.
Sampe akhirnya mereka melanjutkan di dalam tempat tidur, menjadi sore yang begitu panjang, bermandikan keringat yang begitu mengesankan.
Sama sama merasakan kenikmatan yang mereka berikan satu sama lain. Azell masih terkapar di tempat tidur, dia menoleh ke arah suaminya yang memejamkan matanya, tapi sebenarnya Abra tidaklah tidur, dia hanya memejamkan matanya saja.
" Abang....?? Tidur ya.??." Tanya Azell kepada Abra. Membuat Abra membuka matanya dan tersenyum ke arah Azell.
" Ih." Kesal Azell yang tau jika ternyata Abra tidak benar benar tertidur. Mau lagi.?? " Tanya Abra yang membuat Azel semakin kesal karena pertanyaannya barusan.
__ADS_1
" Ngeselin..." Jawab Azell yang semakin membuat Abra tersenyum bahkan Abra malah terkikik.
" Biasanya kalau istri kesal itu karena merasa kurang yank. Akh. Seharusnya tadi tidak langsung abang keluarkan.. " Jelas Abra yang membuat Azell melotot juga reflek menggelengkan kepalanya.
" Akh.. Bukan begitu bang.. Aduk puas kok.. Bahkan sangat puas.. Lihat adik masih bermalas gini karena begitu lelah.." Jawab Azell yang tidak membenarkan perkataan Abra.
Azell sangatlah takut jika Abra meminta lagi, hari sudah semakin gelap, Azell begitu merasa puas dengan apa yang Abra lakukan juga berikan.
Abra semakin terkikik melihat wajah merah Azell, juga kegugupan yang Azell perlihatkan.
" Just kidding kali yank... Abang tau adik pasti capek... Abang bisa memintanya besok lagi." Jawab Abra membuat Azell lega tapi juga terkejut.
" Abang ikh." Kesal azell kepada abra, sedangkan abra malah tersenyum senang melihat wajah merah azell saat ini.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...
__ADS_1