FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 668


__ADS_3

Tapi selama Feli tidak mengusik rumah tangganya. Abra tidak bertindak lebih.


" Banh. Tolong bantuin." Pinta azell kepada Abra untuk membantu memakaikan baju, tidak ada lagi kecanggungan atau rasa malu lagi pada saat awal-awal menikah atau hamil seperti beberapa bulan yang lalu.


Dengan segera Abra mendekat ke arah istri cantiknya yang sedang kesusahan memakai baju.


" Siap Tuan putri." Jawab Abra dengan senyum tampannya, yang di jawab Azell juga dengan senyuman.


" Ingat... Nanti setelah pulang kuliah, kita ke Dokter ya." Ucap Abra mengingatkan azell


" lya hubby." Jawab azell membuat Abra tersenyum dan langsung mencium kening azell.


Tapi ciuman abra tidak hanya di kening, melainkan turun ke bibir azell yang bisa saja berubah menjadi melum*tan bukan hanya sekedar morning kiss saja.


" Stop banh, nanti kita telat." Gumam azell yang melepaskan ciuman abra.


Bukan maksud azell menolak ajakan Abra. Tapi memang sekarang bukan waktu yang tepat.


Abra tersenyum, dia mengacak rambut Azell pelan.


" Love you." Ucap abra mengungkapkan isi hatinya kepada istri cantiknya.

__ADS_1


" Love you too." Jawab azell dengan senyuman cantiknya juga menggandeng abra untuk mereka menuju ke bawah.


Sampai di bawah seperti biasa mama dan Papa sudah menunggu di meja makan.


Melihat kedatangan anak dan menantu cantiknya yang sedang hamil cukup tua membuat kedua orang tua paruh baya itu tersenyum hangat.


" Mau berangkat sayang?." Tanya mama kepada azell.


" lya ma... Azell pengen nikmati sisa sebulan ini." Jawab azell yang di angguki oleh mama.


" Nanti kalau anak kalian sudah lahir dan kamu masih pengen lanjutin kuliah. Tidak masalah Nak, nanti ada baby sister dan mama mu yang membantu merawat." Jelas Papa membuat azell mengangguk.


" Nak kamu kuliah hari ini?." Tanya Papa yang di angguki oleh Abra.


Papa terkekeh melihat anaknya yang masih kuliah tapi sebentar lagi akan mempunyai seorang anak.


Meksipun pada dasarnya abra cukup matang dan dewasa meskipun usianya masih begitu muda.


Dan itu semua juga karena dirinya yang membuat anaknya akan menjadi seorang Ayah di usia mudanya, tentu saja karena ide Papa dan ayah yang menjodohkan anak mereka.


Setelah pamit, azell turun dari mobil Abra. Begitu juga dengan abra yang melajukan mobilnya menuju fakultas yang tidak jauh dari fakultas Azell

__ADS_1


Abra sudah tidak sabar ingin segera memeriksa kandungan azell nanti, tentu saja karena dia ingin mengetahui hasil USG calon anaknya nanti.


Sedangkan azell kini berjalan menuju ke kelasnya. Dengan langkah yang begitu pelan karena perut azell yang memang sudah terlihat menonjol.


Tidak lama dia berpapasan dengan aldo yang sedang berjalan sendiri, azell tersenyum ke arah Aldo, senyuman yang begitu canggung karena mengetahui bahwa Aldo pernah menyukainya dulu, jika sekarang azell tidak tahu seperti apa perasaan Aldo padanya, yang azell tahu Aldo seperti menghindar darinya.


Dan azell bersyukur karena Aldo bisa bersikap dewasa seperti itu.


Aldo juga membalas senyuma azell, senyuman tampan yang tidak ada perubahan, masih sama seperti dulu.


Azell memasuki kelasnya. Tentu saja kedua sahabatnya sudah menunggunya seperti biasa, bahkan Vita sudah bersiap memberikan sebotol air mineral untuknya.


...❤️❤️❤️❤️...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


Mampir ke ceritaku yang lain ya kak


__ADS_1


__ADS_2