
" Mama abang?." tanya azell menoleh ke abra.
Abra mengangguk sambil tersenyum melihat wajah azel yang begitu menggemaskan membuat Abra seperti ingin memakannya saat ini juga.
" Pulang saja yuk." ajak azell kepada suaminya.
" Tidak nginep?." tanya abra balik kepada istrinya.
" Tidak usah deh lain kali saja." jawab azel yang dianggap oleh abra
Azell menatap jam dinding yang berada tepat di depannya.
Astagfirullah ternyata sudah jam menunjukkan pukul jam 19. 00 malam berapa jam mereka tertidur.
Cukup lama memang sampai mereka juga melupakan makan malam bersama.
Sedangkan pada saat ini sudah semakin dekat bukan badannya melainkan wajahnya yang tepat di depan azel hanya berjarak beberapa centi saja.
Entah bagaimana tiba-tiba Abra sudah mendengarkan dirinya Abra terus menatap azel membuat azell sedikit gugup selalu dan selalu seperti ini memang setiap saat selalu dibuat Abra terkejut dengan perilakunya.
Asal memejamkan matanya saat apel lebih mendekatkan wajahnya.
Cup....
Abra mencium bibir manis azal seperti tidak ingin terlepas Abra terus memanggil bibir azel begitu juga dengan azel yang menurut dengan permainan Abra.
__ADS_1
Sungguh pesona Abram emang menaklukkan istrinya bahkan tidak mungkin bisa untuk azel tolak terkadang azel sendiri yang menginginkannya.
Saat mereka sedang menikmati pak hutan bibir juga lidah menikmati setiap hangat sentuhan bibir Abra yang diberikan oleh azel tiba-tiba suasana berubah menjadi canggung dan malu tentunya untuk azell.
Krucuk krucuk krucuk.
Suara perut azel yang segera meminta untuk diisi hazel yang tadinya lapar seketika lupa karena perlakuan suaminya barusan.
Mereka segera menghentikan aktivitas bertumbuhnya azell sedikit salah tingkah dan malu tentunya.
Di saat dia sedang menikmati permainan AbrA justru dia sendiri malah yang secara tidak langsung menghentikannya padahal azel sangat menikmati dan mungkin jika masih berlanjut Azell bisa menginginkannya lebih.
Sedangkan Abra berusaha menahan tawa ini sungguh lucu tapi Abra tidak ingin membuat azel semakin malu di depannya.
Berharap sedikit mengurangi rasa malu asal terhadap dirinya juga Abram rasa bersalah karena sampai membiarkan istri cantiknya itu merasa lapar karena perbuatannya.
Cupppp......
Abram mencium kening azel dengan lembut setelah itu mengacak rambut azell pelan.
" Ayo ke bawah pasti semua sudah menunggu atau malah sudah makan terlebih dahulu." Ajak kabra kepada azel juga masih berusaha mencairkan suasana.
Azazel mengangguk sambil tersenyum lalu dengan sengaja dia menggandeng tangan suaminya untuk menuju ke bawah.
Membuat Abra tersenyum senang sungguh sikap azell akhir-akhir ini sangat mudah berubah.
__ADS_1
Baru saja istrinya terdekat malu dan canggung sekarang sudah seperti tidak terjadi apa-apa lagi dan Abra suka itu.
Mereka berdua bergandengan kebawah menuju meja makan.
Tapi terlihat tatanan meja makan yang sudah rapi tapi sepi.
" Bang... Bunda ke mana ya?." tanya azel kepada Abra.
Tentu saja ada juga tidak tahu bukankah Abra sedari tadi juga bersama dengan dirinya.
Lucu memang ya begitulah azel gadis cantik yang sama halnya dengan para sahabatnya yang konyol.
" Mungkin di ruang tv sayang." jawab Abra dengan seenaknya.
Azell mengangguk tanpa menjawab.
" Ehemm......" Deheman dari Devan membuat Abra dan Azell menoleh kearahnya bersamaan.
" Abang." ucap azell sambil memeluk devan, begitu juga dengan Devan yang membalas pelukan hangat adiknya itu.
...❤️❤️❤️❤️...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1