
" Ya sudah sana ambil motor lu gih, udah kelewat jauh nih, kita balik duluan ya." Ucap Abra menyadarkan Saipul jika motor nya ada di parkiran belakang, Saipul melupakan karena terlalu shook dan penasaran tadi
" Aissshhh! Iya ya, mana sudha sepi, bang! Woi dek!!! Temenin aku dulu Napa?." Teriak Saipul pada mereka namun mereka acuh.
" Hati hati ya kak di belakang serem loh ha ha ha." Ledek Azell menengok ke belakang namun lengan nya di rangkul Abra sambil berjalan.
" Hisss! Jangan nakutin dong dek!." Teriak Saipul pada Azell, dia kesal lalu bubru buru berbalik arah menuju parkiran belakang mengambil motor nya sebelum langit mulai gelap.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀.
Sesampai di kontrakan Azell mendudukkan diri di depan kipas angin masih menggunakan seragamnya. Abra mendekat setelah mengambil air minum.
" Minum dulu". Ucap Abra menyodorkan gelas besar berisi air, dan Azell menerima nya lalu meminum beberapa teguk.
" Argggg seger, Alhamdulillah." Padahal itu bukan air dingin tapi rasa nya sangat melegakan di tenggorokan Azell, lalu Abra merampas gelas tersebutalu meminum nya, Azell melotot kan mata nya.
" Lah! Aa' belum minum dulu tadi?." Tanya Azell.
"bBelum." Jawab Abra.
" CK." suami nya memang aneh, decak Azell.
__ADS_1
" Kenapa tidak minum sendiri dulu sih?." Tanya Azell lagi.
" Enakan satu gelas berdua." Jawab Abra.
Azell menahan nafas nya, entah lah suami nya ini sedang mencoba untuk bersikap romantis atau bagaimana.
"Tadi yang latihan Aa' kenapa adik yang kegerahan?." Sindir Abra, Azell mendengus kasar.
" Adik gerah karena waketu Aa' tahu!." Jawab Azell.
" Oh." Mendapat respons seperti itu membaut Azell dengan kuat menahan emosi nya.
" Sabar Zell, suami lu kan emang gitu modelan nya." Bathin Azell menenangkan hati nya.
" Tadi adik yang peluk peluk Aa' duluan, jadi bua si Saipul penasaran." Ucap Abra
" Ya habis kesal banget di godain terus terusan, jadi kasih lihat saja sekalian, untung sepi, mana muka kaget nya tadi kocak banget, ha ha ha." Jawab Azell.
" Jail banget." Abra mencubit hidung mancung Azell membuat Azell sulit bernafas.
" Adik susah nafas a' ih " ucap Azell menarik tangan suami nya, Abra hanya tertawa.
__ADS_1
" Oh iya, berarti Aa' selalu pakai cincin ini?." Tanya Azell sambil menyentuh cincin di jari manis Abra dan Abra mengangguk.
" Iya, tapi kalau mau latihan Aa' lepas, adik tidak pakai." Tanya Abra melihat ke jari jari istri nya tidak ada benda yang melingkar di sana. Pakai, ini." Jawab Azell yang memperlihatkan kalung dengan liontin cincin tersebut.
" Adik pakai buat liontin, Aa' tidak keberatan kan?." Tanya Azell.
" Iya tidak apa apa, yang penting selalu adik bawa kemana mana cincin nikah kita." Jawab Abra sambil membelai pipi Azell, Azell tersenyum
"Mandi yuk." Ajak Abra.
" Ya sudah sana Aa' mandi duluan." Jawab Azell.
" Bareng saja yuk." Ajak Abra lagi. Azell mulai gelagapan.
" Gak ah, sana Aa' duluan saja." Tolak Azell yang mendorong tubuh Abra.
" Tidak boleh loh nolak ajakan suami." Ucap Abra.
" A'..." Ucap Azell memelas, Azell tahu betul hal itu namun diri nya belum siap untuk melakukan hal lebih dengan suami nya kecuali berciuman dan n...e...n...e...n itu pun kalau suami nya dah melewati batas nya. Abra terkekeh melihat raut muka istri nya yang memelas.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......