
Biarkan saja semua orang dirumah ini tidur dengan kegelapan akibat ulah mereka, tentu saja karena mereka kesal, apa yang mereka rencanakan tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.
Beruntung mama dan Papa tak ada dirumah, karena harus ke luar kota setelah acara makan malam, meskipun Papa baru saja pulang dari kantornya tapi seperti tak ada rasa lelah.
Papa tau jika abra lebih suka mengurus bisnis di bidang perhotelan, dan Papa tidak akan memaksakan kehendaknya, sebelum nanti abra benar benar siap menggantikan dirinya.
Akhirnya malam ini semua terlelap tidur dengan lampu yang padam akibat ulah ketiga cowok tampan itu, lebih tepatnya Kiki dan juga adam.
Sampai terasa pagi sudah menjelang, ketiga gadis cantik itu terbangun dari tidurnya, sebenarnya jam baru menunjukan pukul 5 pagi, tapi ada banyak hal yang harus mereka lakukan dipagi ini.
" Hoammm..." Suara Vita yang menguap.
" Astaga Vita.. Kebiasaan deh kamu nguap lebar gitu nggak ditutup lagi.." Ledek Ais membuat Vita tersenyum kikuk.
" Gimana tidur kalian..?? " Tanya azell kepada kedua sahabatnya.
" Aman kok Zel.." Jawab Ais yang diikuti Vita dengan anggukan kepala.
" Kita langsung mandi aja gimana.?? " Tanya Vita kepada azell dan Ais.
" Oke.. Kalian terserah mau mandi dimana.. Di kamar ini apa kamar sebelah.. Kamar mandi deket ruang tengah juga bisa, aku biar mandi di atas.." Jelas azell kepada kedua sahabatnya.
__ADS_1
" Beres lah Zel." Jawab mereka yang akhirnya siap siap untuk mandi.
Sedangkan azelll keluar dari kamar untuk ke atas menuju kamarnya, dimana Abra sedang tertidur sendiri di sana.
Dengan sangat pelan, azell membuka pintu, bahkan saking pelannya sampai seperti tak ada suara, dalam hal ini azell memang sangat hebat sekarang ini.
Azell melihat Abra yang masih tertidur dengan nyenyak di bawah selimut, dengan pelan dia masuk dan menutup pintu kembali.
Bahkan sangat hati hati sekali takut jika nanti sampai terdengar oleh abra, Azell berjalan sepelan mungkin untuk menuju kamar mandi.
Sampai akhirnya Azell merasa lega karena sudah berada di depan pintu kamar mandi dengan selamat tanpa menganggu Abra sama sekali.
Azell menoleh ke arah kasur untuk memastika lagi, betapa terkejutnya azell, jika tadi azell melewati kasurnya masih berbaring sosok laki laki tampan yang sekarang menjadi suaminya itu.
" Ehemm...," Deheman abra seketika membuat azell tersentak.
Astaga.. Suaminya ini seperti hantu saja, tadi masih tertidur dengan nyenyaknya, dan sekarang sudah berdiri tepat di belakangnya.
" Abang..?? " Ucap azell masih dengan keterkejutannya.
" Kenapa sayang...?? " Jawab abra yang membuat azell sedikit berfikir jika ada sesuatu dari tatapan abra yang sangat terlihat jelas.
__ADS_1
" Bang... Aku mau mandi dulu ya..." Jawab azell dengan sedikit gugup.
Tentu saja azell gugup jika sekarang Abra terus saja menatapnya dengan tatapan elangnya, yang mampu membuat jantung azell berdegup lebih kencang.
Abra terus melangkah mendekat ke arah azell, sedangkan sedari tadi azell terus memundurkan langkahnya, masih tatapan mata mereka sama sama bertemu.
Jujur saja meskipun suaminya ini sangatlah tampan dan menjadi Idola tapi azell tidaklah senang jika abra benar benar memintanya sekarang.
Menurut azell ini bukan waktu yang tepat, dia akan terlambat ke kuliah, juga merasa tidak akan enak dengan kedua sahabatnya yang pasti menunggu di bawah sana.
" Bang" Ucap azell pelan, akh. Sungguh untuk bersuara saja rasanya sudah mulai berat jika disituasi seperti sekarang ini.
Abra mengangguk, tersenyum penuh arti ke arah azell, tanpa azell sadari, dia menabrak tembok, ntah bagaimana bisa dia sekarang malah berada di dekat balkon kamarnya.
Bukankah tadi dia sudah berada tepat di depan pintu kamar mandi..?? Sepertinya abra memang sudah menghipnotisnya.
Abra mengurung azell dengan kedua tangannya di arahkan ke tembok, dia kembali tersenyum devil ke arah azell.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...