
Dan...
Dueerr...
Abra melotot merasakan sensasi kenikmatan piscok yang di balut dengan keju mozarela, juga dengan coklat di bagian paling luar.
Adam dan Kiki tertawa melihat ekspresi wajah abra yang terlihat konyol setelah memakan piscok.
" ah.. sial ini memang enak, tapi tetap enakan pisang gu**e." batin Abra.
" Baru makan piscok kamu?." Tanya Adam meledek.
" Nggak enak makanan kayak gini." Jawab abra berbohong.
Karena memang abra mengakui jika makanan ini cukup enak dan menyatu dengan lidahnya, tapi hanya dalam hatinya saja.
" Tapi muka kamu berkata lain. " Jelas Adam lagi membuat yang lain tertawa.
" Serah kamu deh." Jawab abra singkat membuat Adam dan Kiki tertawa.
Sedangkan para cewek-cewek sibuk dengan berbagai piscok dengan toping yang berbeda-beda, bahkan semua dus sudah mereka buka.
__ADS_1
" Jangan banyakan Mi ntar gendut." Ucap adam kepada ais dengan nada bercanda.
" Gendut perutnya nggak papa Kak Dam." Jawab Vita yang langsung dapat tatapan tajam dari Ais.
" Mulut kamu." Kesal Ais yang dapat cengiran dari Vita.
" Beb kalau udah pengen bilang aja, aku selalu siap kok bikin perut kamu gendut kayak azell." Jelas kiki yang sukses membuat semua menatapnya dengan tajam.
" Sembarangan aja kamu Beb." Jawab Vita sedikit kesal tapi juga malu dengan perkataan kiki tadi.
" Kan aku nawarin Beb, siapa tau kamu udah nggak sabar, dan nggak tahan berduaan terus sama aku." Sambung kiki yang terdengar semakin tidak beres saja atau ambigu .
Viya dan Ais langsung melayangkan bantal sofa ke arah kiki, begitu juga dengan Adam dan Abra yang melayangkan pukulan di kepala Kiki.
" Jangan jadi lelaki brengsek kamu." Sambung adam lagi.
" Nih kayak kita nggak pernah aneh-aneh ya Mi." Ucap Adam lagi membanggakan hubungannya dengan Ais.
' Nggak aneh-aneh di depan kita, kalau udah berdua mana tau kita." Jelas kiki lagi yang kali ini dapat anggukan dari Abra.
Ais dan Vita menggelengkan kepala dengan tingkah ketiga cowok tampan itu, mereka sebenarnya sama saja, berotak mesum.
__ADS_1
Sampai akhirnya Ais dan Vita menatap ke arah azell yang sedari tadi tidak ikut berkomentar, azell terlalu sibuk dengan piscok di depannya.
Betapa terkejutnya mereka melihat azell yang sedang mengunyah tanpa henti, bahkan ketika mereka melihat dus piscoknya, semakin membuat Ais dan Vita terkejut.
" Zezel.!." Teriak ais dan Vita barengan, membuat ketiga cowok yang tadi sedang membahas hal yang tabu itu menoleh ke arah azell bersamaan.
Mereka semua melotot tidak percaya, piscok yang tadi masih begitu banyak sudah habis tinggal satu yang sekarang juga berada di tangan Azell.
Bahkan Kiki sampai melihat ke bawah meja. Kali saja azell umpetin di situ , karena sangat tidak mungkin azell menghabiskan sendiri begitu saja, pikir kiki.
" Kamu makan semua?." Tanya Vita yang dapat anggukan dari azell.
" Astaga." Gumam Ais tidak percaya.
Tidak lama terlihat jelas gerakan pada perut buncit azell, membuat yang lain menatapnya takjub, sedangkan abra tersenyum dia tahu jika anaknya kenyang karena Mommy nya yang begitu rakus sekarang dengan makanan.
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
Mampir ke ceritaku yang lain ya kak