FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 495


__ADS_3

" Katakan yang jelas Abra." Suruh Papa kepada Abra.


Abra kemudian menjelaskan secara detail tentang apa yang sudah Sandro lakukan kepada Azell. Begitu juga dengan ponsel Sandro yang kini berada ditangan Adam, itu adalah bukti bukti kesalahan yang Sandro lakukan. Pak Rendy, Adam juga Kiki adalah saksi tentang apa yang sudah Sandro lakukan, tentunya jika semua ini akan di bawa kerana hukum. Tapi semua berubah karena Abra masih memiliki rasa kasihan kepada anak curut brengsek itu.


Papa mengehela nafas beratnya, dia menatap Brayen sekilas kemudian kembali menatap kedepan.


" Sebaiknya segera umumkan pernikahan kalian. Agar hal seperti ini tidak terjadi lagi." Suruh Papa kepada Abra.


Tentu saja Abra sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh papa nya, begitu juga dengan Adam yang tampak terkejut.


Sedangkan Pak Rendy bersikap biasa saja, karena dia memang tidak begitu mengerti tentang rumah tangga putra bos nya ini.


Papa menepuk pundak sang putra, tau dengan apa yang sedang anaknya pikirkan.


" Percayalah nak.... Semua akan baik baik saja setelah pernikahan kalian diumumkan." Ucap Papap lagi meyakinkan Abra.


Abra menatap papa nya dengan seksama, kali ini dia yang merasa tidak percaya dengan apa yang papa nya katakan barusan. Apakah pernikahan Azell dan Abra benar benar akan segera diumumkan..???


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Abra dan adam kini sudah berada diruangan kantor Abra, masih sangat jelas apa yang papa nya katakan tadi, dan itu sukses membuat Abra mengacak rambutnya frustasi.


Bukannya tidak mau, Abra hanya ingin mengumumkan diwaktu yang tepat, ketika usia kandungan Azell sudah mulai terlihat.

__ADS_1


Tapi nyatanya dalam waktu dekat ini dia harus benar benar melakukannya.


" Akh.. ****. Kenapa jadi gini sih." Kesal Abra benar benar frustasi.


Adam menatap Abra dengan senyuman yang meremehkan.


" Kenapa kamu jadi gila.. Hmm..??? " Tanya Adam kepada Abra.


" Aku mikirin Azell. Dia masih ingin kuliah sebelum kandungan nya membesar." Jawab Abra yang sebenarnya sedari tadi mengkhwatirkan Azell.


Juga memikirkan Feli, Abra takut jika Feli berbuat yang lebih atau diluar nalar jika tau hubungannya dengan Azell yang sebenarnya.


Feli itu saiko, mungkin dia bisa menggila jika tau akan hal ini.


" Azell masih bisa kuliah , sampai dia benar benar tidak sanggup karena perut besarnya nanti.." Jelas Adam dengan kekehan mencoba mencairkan suasana.


Tapi Abra masih tidak bergeming, dia malah menatap kesal Adam.


Adam tidak pernah mengerti kekhawatirannya, pikir Abra.


" Oh.. Ayolah man.. Kenapa jadi kayak cewek gini sih..?? Bukannya ini malah kesempatan baik untuk kalian." Jelas Adam lagi mencoba meyakinkan Abra.


Abra menatap Adam kembali, diam seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Ini memang kesempatan Abra untuk menyingkirkan curut curut juga tikus yang mencoba mendekati dirinya juga Azell.


Abra kembali menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Tolong kasih tau Pak Rendy, segera siapkan buat press conference.." Ucap Abra menyuruh Adam.


Adam tersenyum senang, akhirnya Abra mau menyetujuinya juga.


" Siap Pak Bos." Jawab Adam membuat Abra menatapnya kesal, sedangkan Adam malah terkikik geli dengan perkataanya barusan.


Tidak lama Abra mengambil jasnya yang tadi ia sampirkan di kursinya, dan langsung pergi begitu saja melewati Adam.


" Mau kemana..??." Teriak Adam bertanya kepada Abra.


" Jemput istri ku...." Jawab Abra santai dan kini benar benar sudah keluar dari ruangan kantornya.


Adam memandang Abra yang sudah tidak terlihat dengan gelengan kepala, juga berdecak pinggang sambil tersenyum tampan tentunya.


...❤️❤️❤️❤️...


...****To be continued****...


......****Jangan lupa, Like dan Vote****...

__ADS_1


__ADS_2