
" Jadi sengaja ngerjai abang..?? Biar apa coba.?? " Tanya Abra dengan nada sedikit kesal.
" Eh.. Nggak boleh marah Iho.." Jawab mama mengingatkan Abra.
" Ya.. Ya.. Abang nggak marah ma. Tapi kesel aja." Jawab Abra sembari menarik hidung mancung istrinya.
" Abang ikh." Kesal azell kepada abra.
" Itu sama aja bra.... Sebagai laki laki itu harus bisa tahan amarah bra.. Nggak boleh bentar bentar ngambek.." Jelas Papa kepada abra.
"Bener pa.. azell setuju." Jelas azell dengan senyuman manisnya, membaut abra menoleh ke arah azrll tak percaya.
Pasalnya, azell menjawab perkataan papa nya seperti untuk dirinya sendiri bukan untuk abra, bukankah selama ini memang azell yang bentar bentar ngambek dan marah.? Akh.. Istri cantiknya ini memang pintar sekali membolak balikan fakta, abra jadi gemas sendiri karena azell.
" Sudah.. Ayo kita makan dulu..." Ajak mama kepada mereka semua. Setelah selesai makan malam bersama, mereka duduk santai di ruang tv.
" Abra... Jam berapa besok kamu berangkat..?? " Tanya Papa membuat abra mengernyitkan keningnya.
" Adan sudah jelaskan ke papa" Sambung Papa kepada abra.
" Dasar ember..." Gumam abra tertuju untuk adam.
" Abanh ikh.. Di tanyain papa..." Ucap azell menyadarkan abra.
" Jam 07.00 pagi pa.. " Jawab abra singkat.
__ADS_1
Papa mengangguk mengerti.
"Kalau sudah selesai urusanmu langsung pulang ya nak... Kasian azell.." Sambung mama kepada abra.
"Pasti ma..." Jawab abra singkat.
Akh.. Mama nya ini membuat abra lagi lagi tak tega jika harus meninggalkan istrinya
Selang berapa lama adam datang, malam ini dia akan tidur di rumah, tentu saja karena besok mereka harus berangkat pagi sekali.
Bahkan adam juga sudah menyiapkan segala keperluan untuk keberangkatan mereka berdua besok, apa saja yang nanti akan mereka butuhkan ketika di sana, termasuk hasil test dari dokter yang menyatakan jika Sandro bukanlah pemakai obat obatan terlarang.
Semua sudah di siapkan oleh Adam secara rinci dan terperinci.
" Ma... Pa..." Sapa adam menghampiri mereka yang sedang santai di ruang tv.
" Eh.. Anak mama baru datang... Makan dulu Nak." Jawab mama yang langsung menyuruh adam untuk makan malam.
Adam mendekati kedua orang tua paruh baya itu untuk menyium punggung tangan mama juga Papa, setelah itu dia duduk tak jauh dari abra.
" Udah pada makan ya ini..?? " Tanya adam kepada mereka.
" Udah. Kamu telat.." Jawab abra singkat.
" Kamu makan dulu sana." Suruh Papa kepada adam.
__ADS_1
"Ya.. Nanti aja deh kalau udah laper." Jawab adam.
" Nanti nungguin laper.?? Sakit perut tau rasa kamu." Sambung mama membuat adam melotot tak percaya.
Sedangkan Zela terkikik geli karena ucapan mama martuanya itu kepada adam.
" Wah.. mama mulai jahat.." Jawab adam kepada mama
" Kalau nggak jahat anaknya bandel di bilangin." Jawab mama membuat azell dan Papa semakin tertawa.
Sedangkan Adam garuk garuk kepala yang tak gatal. Abra hanya tersenyum tipis, dia tau mamam nya dan adam memang kadang seperti itu jika sedang berselisih kecil.
" Sudah sana makan dulu... Nggak usah lebay nunggu sampai laper.. Yang baru putus cinta aja nggak kayak kamu gitu kok.." Omel mama lagi panjang kali lebar.
Membuat Papa dan azell semakin tertawa, sedangkan adam sudah memasang wajah memelasnya untuk dikasihani.
" Kuylah.. Aku makan dulu.." Jawab adam akhirnya dan berdiri untuk mengambil makanan. Tapi sebelum itu dia sempat mencium pipi mama terlebih dahulu, membuat mama tersenyum.
" Heeeh.. Nggak usah cium cium istri papa.." Ucap Papa dengan nada dibuat kesal.
" Ampun Pak Bos... Besok lagi.." Jawab adam dengan candanya.
Membuat yang lain tertawa, termasuk juga dengan Abra yang ikut tertawa meski tak seperti yang lain.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...