
" Dug dug dug.... Aduh jantung aku mulai lagi deg nih,, ehh kok jantung si aa' juga bunyi jedak jeduk juga? jangan-jangan kena serangan jantung, ih Astagfirullah amit-amit." Bathi Azell
Azell melepaskan pelukkannya lalu sedikit mendorong dada Abra kebelakang agar dirinta bisa menatap suaminta, ada hak yang harus ia tanyakan padanya, Azell menatao mata hitan suaminya
" Sekarang adik yang tanya?." Abra mengangguk
" Apa aa' juga suka sama adik?." Abra mengangguk
" Iya."
" Aa' cinta sama adek?." Abra diam
Melihat itu Azelk merasa bahwa Abra juga seperti dirinya belum mencintai dirinta, dengqb fikirannya itu justru membuat kesal, fikirannya melayang pada mantannya
" Apa aa' cintanya sama mantannya ya?." Guman Azell dalam hatinya
" Cinta, aa' cinta sama adik." Jawab Abra menepis fikiran Azell, Azell menatap lekat mata suaminya seperti masig meragukan pengakuan dari suaminya itu
" Aa' gak bohong? aa' suka, cinta dan sayang sama adik." Ucapnya melihat ekspresi Azelk seperti meragukan dirinya
" Sejak kapan?." Tanya Azell
" Sudah lama, dari kita masih kecil mungkin, intinta sudah lama dek." Azekk kaget setelah mendengar jawaban dari suaminya itu
" Dari kecik? aa' suja dan cinta sama aku dari kecil? bukannya dia cuek banget ya sama aky dulu." Fikir Azell
__ADS_1
" Kkkkkk...lkkkkk..bimmm...mppp." Lagi-lagi ucapan Azell terpotong oleh bekapan bibir Abraham
Abraham mencium bibirnya lagi, bukan mencium tapi **********, Azell masih terdiam tidak bergerak membiarkan bibirnya di jamah oleh bibir suaminya
" Bibir kamu jadi candu buat aa' dek, aa' tidak bisa nahan ini." Bathin Abra
" Bukammpp mulutthhh adekmmm." Ucap Abra di sela-sela ciumannya
Azell menurut lalu sedikit membuka mulutnya, namun setelah itu dia terdiam kembali, matanya menatap suaminya yang memejamkan matanya yang sepertu sangat menikmati bibirnya itu
Ahh Azell jadi ingat scene drama Kissing tadi siang
" Ternyata begini rasanya ciuman ya." Bathin Azell
Merasa cukup pamuas menjamah bibir istrinya, Abra melepaskan tautan bibirnya itu, lalu memandangi istrinya dan membersihkan bibir istrinya yang basah karena ulahnya, Abra tersenyum melihat raut wajah istrinya, seperti menahan malu
" Memang harus bagaimana?." Tanya Azell plos, Abra tersenyum
" Balas ciuman aa'." Jawab Abra
" Tidak tau caranya." Jawab Azell polos lagi dan Abra kembali tersenyum
" Ya sudah nanti aa' ajarin ya." Jawab Abra mengedipkan sebelah matanya pada Azell
" Ishhhh aa' genit." Azell mencubit pinggang Abra
__ADS_1
" Awww sakit sayang."
" Ya lagian aa' genit, mesum." Jawab Azell dwngan rona wajah merahnya karena Abra memanggilnya dengan sayang
" Tidak apa-apa dong, kan genit dan mesum sama istri sendiri."
" Ya ya ya, eh itu, kok bisa aa' cinta sama adik dari kecil?." tanya Azell
" Ya bisa." Jawan enteng Abra
" Iya ceritain dulu kenapa ishh."
" Iya nanti saja aa' cerita, sekarang sudah malam, tidur dulu ya istri aa'."
" Yahhhh kok begitu, ah aa' gak asyik."
" Sudah ayok berdiri." Ucap Abar yang sudah berdiri
" Ceritain lah a' sekarang." Ucap Azell sudah berdiri di samping suaminya
" Nanti saja, sudah malam, tidur."
" Ya tidak apa-apa, kan bisa begadang besok hari jumat kan pulang cepat." Jawab Azell yang masih penasaran dengam cerita Abra
" Ahh." Abra menyentil dahi Azell dengan jarinya, Azell menatap Abra dengan bingung
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...To be continued...