
Bukan merasa bersalah Abra malah justru kesal karena terganggu oleh mama nya , padahal aazel sendiri yang datang ke ruang kerjanya dan minta untuk dinananina .
Pasti bakal beda sekali rasanya ketika istri yang meminta .
Bayangkan saja sejak kehadiran Arshaka , Abra jadi sering mendapat omelan dari mama nya , pokoknya mama sangat posesif dengan cucunya , padahal itu anak Abra sendiri .
" Sayang Arsha minta asi , dia haus . " Ucap Mama sembari menyerhakan Arsha kepada aZela .
" Baik ma . " Jawab aZela sembari menggendong Arsha dan membawanya untuk kembali ke kamar . Mama menatap Abra serius dengan kedua tangannya bersikedap di dadanya .
Hufh .... Abra menghela nafasnya , dia sudah siap jika akan mendapat ocehan dari mama .
Meski lagi - lagi bukan salah Abra sepenuhnya , karena tadi yang nyamperin memanglah aZela sendiri . Abra hanya bertugas mengajak karena malam - malam begini jika suami istri belum tidur memangnya akan melakulan apa selain ena - enaan .
" Mama jangan keras - keras suaranya ini sudah larut malam . " Ucap Brayen sebelum mama memarahinya .
" Anak ini , semakin bandel saja , sudah menjadi Ayah bukan malah semakin dewasa malah makin menjadi saja." ucap mama jelas karena Abra sedang merasa cemburu dengan bayi tampan itu , jadi sikap menyebalkannya kambuh lagi .
" Kamu ini semakin hari bukannya menjadi pribadi lebih baik malah semakin menjadi . " Kesal mama Wina menatap abra kesal .
" Menjadi apa mam ?. " Tanya abra membuat mama rasanya ingin menjitak kepala anak tampannya saja .
__ADS_1
Abra memang tampan , bahkan sangat tampan , tapi kenapa rasanya sekarag otaknya hilang se - ons .
" Menjadi lebih menyebalkan . " Jelas mama ketus .
" Kamu harusnya tau waktu lah nak , azela itu capek harus mengurus Arsha , belum lagi mengurus kamu yang semakin hari semakin menyebalkan . " Jelas mama membuat abra tersenyum.
Rupanya mama nya ini tidak tau jika aZela yang menghampiri abra , sudahlah biarkan saja jika abra berkata yang sebenarnya mama nya tidak akan percaya , dan tetap akan menyalahkan dirinya , lagian abra juga tidak mau sampai membuat aZela malu karena itu .
Abra berdiri dari duduknya , menghampiri mama bya yang masih berdiri di depannya dengan bersikedap .
Abra memeluk mama dengan lembut , membuat mama terkejut dengan sikap anaknya ini , lagi di marahi bukannya mendengarkan dan merenungkan kesalahannya malah bertindak seperti ini , benar - benar sudah tidak waras abra ini .
Astaga .... MMma tidak mau anak tampannya bersikap menyebalkan seperti dulu lagi .
" abra sayang mama , Abra mau azela begitu mencintai abra sama seperti mama mencintai papa . " Sambung abra lagi.
Kali ini mama tidak menjawab , dia masih menyerna kata - kata abra baru saja .
Sedangkan Abra berjalan pergi dari ruangannya sembari tersenyum melihat wajah mama nya yang masih terkejut dengan ucapannya .
"Good . " Ucap seseorang sembari menepuk pundak Abra ketika melewatinya .
__ADS_1
Mendengar ada suara yang sangat di kenalinya membuat mama menoleh ke belakang . Betapa terkejutnya mama melihat papa yang sedang tersenyum tampan ke arahnya , sudah jelas ini semua akal - akalan dua lelaki tampan yang menyebalkan ini .
Papa menghampiri istrinya yang sedang menatap tajam ke arahnya .
" Lagi marah semakin cantik . " Bisik papa mengeluarkan jurus rayuannya .
" Tidak usah merayu , tidur di kamar tamu sekarang . " Jawab mama sembari pergi .
Menghadapi dua lelaki tampan yang berkelakuan sama hanya akan membuatnya naik darah saja .
Sedangkan papa menatap kepergian istrinya , dia tersenyum sembari menggeleng , meskipun sudah menyuruh pappa tidur di kamar tamu .
Tapi nyatanya mama tidak pernah mengunci pintu kamar . Dia akan membiarkan papa tidur dengan dirinya .
Apa yang di ucapkannya tidak akan pernah benar adanya , benar - benar istri yang sangat ajaib , pikir papa .
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...