
Acara pengajian dan syukuran Arnat berlangsung lancar dan khidmat, setelah selesai semua anggota keluarga berkumpul di ruang tengah untuk sekedar berbincang bincang, tidak di sangka bunda nya memberikan kabar mengejutkan khusus nya bagi Azell karena selama ini Azell itu begitu dekat dengan Abang pertama nya.
Bunda nya memberitahu bahwa abang pertama nya memiliki rencana untuk melamar seorang gadis, tentu saja itu kabar baik dan juga mengejutkan, apa lagi Dewa tidak memberitahu Azell terlebih dahulu mengenai hal itu.
" Loh Bun, kok Abang tidak kasih tahu adik sih?." Ucap Azell dengan raut muka sedih
" Bunda juga baru di kasih tahu kemarin dek, dan kata Abang itu baru niat saja, kalau memang Abang sudah tentuin Kapan nya pasti langsung kasih tahu adik kok " jawab bunda.
" Bagus lah Bun kalau Dewa punya rencana seperti gitu, biar bisa cepat nyusul Arnat ya kan." Ucap Arnat, semua orang terkekeh.
Untuk panggilan pada bunda nya Azell beliau lebih suka di panggil bunda, apalagi yang memanggil nya masih di bilang kerabat dekat atau mungkin teman anak anak nya.
" Bener itu Bun." Tambah mama.
" Ya doa in saja lah ya, semoga abang emang benar benar serius nih." Jawab bunda.
" Ammmiiiinnnn." Ucap mereka serempak. " Terus Devanno kapan nih rencana nya?." Tanya papa terkekeh.
__ADS_1
" Aduh om, kalau Devan mah entaran saja deh, pengen selesaikan kuliah dulu." Jawab Devanno.
" Kalau kamu sudah ada yang sreg ya tidak apa apa bang, bilang sama ayah nanti biar ayah lamar kan buat kamu." Ucap Ayah yang memberi lampu hijau.
" Nah tuh sudah di kasih lampu hijau sama ayah wk wk wk." Sahut papa
" he he he belum siap mah kalau Devan." Jawab Devanno.
" Yang belum siap calon nya, kan jomblo." Celetuk Azell membuat mereka semua tertawa kecuali Devanno.
Apa yang di bilang Azell ada benar nya, karena dari segi materi Devan sudah bisa di katakan cukup, dia memiliki sebuah usaha distro dan sudah mempunyai beberapa cabang, maka dari itu alasan lain nya dia selalu bolak balik Surabaya Malang menggunakan motor adalah hal ini, terkadang dia harus melakukan pengecekan pada distro milik nya tersebut.
" He ye ye ya iya dong " jawab Azell memeluk lengan Abra manja, Abra pun mengusap usap kepala istri nya.
" Gitu ya sekarang, dulu saja kesel tidak mau di nikahkan tuh." Ledek Devanno.
" Ya itu kan dulu, kalau sekarang mah beda, wekkkk." Jawab Azell dengan menjulurkan lidah nya.
__ADS_1
" Ck." Decak Devanno.
" Sudah sudah, kalian tuh suka ribut saja, kalau tidak ada saja di cariin." Ucap Ayah melerai Devan dan Azell hanya menyentuh.
" Nah sekarang gimana nih kalian berdua?." Tanya bunda tertuju pada pasutri muda di hadapan nya, Abra hanya mengerutkan dahi nya.
" Kita kenapa Bun?." Tanya Azell yang juga bingung.
" Kapan mau nyusul kak Arnat?." Tanya bunda.
" Loh? Adik kan sudah nikah?." Ucap Azell terheran. Emang mau nyusul kemana lagi? Pikir nya, sedangkan
Abra mengerti maksud menyusul kata bunda itu apa.
" Kita masih sekolah Bun, adik juga belum siap, masih kecil wk wk wk." Ucap Abra sedikit menggoda Azell.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......