
Membuat Sandro seketika menunduk malu, menyesal karena telah menyakiti orang sebaik abra, bahkan tanpa terasa Sandro sampe meneteskan air matanya. Biarlah orang berkata apa tentang dirinya, seorang laki laki yang menangis, tapi rasa bahagia dan bersyukur tak terbendung lagi.
Sandro bangkit dari duduknya, lalu tanpa Abra dan juga adam sangka, Sandro bersimpuh dihadapan abra, bahkan rasanya Sandro ingin memeluk kaki anda dengan kata maaf.
Maaf yang begitu tulus dan dalam kepada abra.
" Makasih kak. Terimakasih banyak.. Aku sangat berhutang budi sama Kak abra.." Ucap Sandro dengan tangis yang sudah pecah.
Dan sialnya kini pengunjung caffe melihat aksi Sandro yang konyol ini menurut abra.
" Jangan bod*h ayo bangun.. Loe malu maluin gue." Kesal abra yang akhirnya membuat Sandro langsung berdiri dan duduk ditempatnya.
" Sorry kak.Sorry.." Ucap Sandro merasa bersalah lagi.
" Hmm... Ya sudah sana pulang.. Ingat loe besok harus berangkat pagi pagi sekali." Jelas abra yang dijawab Sandro dengan menganggukan kepalanya.
Sandro akhirnya pamit untuk pulang, menikmati waktu yang tinggal berapa jam lagi dia bisa bersama dengan keluarganya.
Sedangkan kini di caffe tinggal lah abra dan juga adam
Adam menepuk pundak abra, lalu tersenyum kepada abra. Abra begitu kagum dengan sikap abra yang begitu berbesar hati, sikap dermawan Papa memang menuruni ke anaknya. Dan itu sangat terbukti sekarang.
Pukul setengah 02.00 dini hari Abra sampe didalam rumahnya, abra turun dari mobilnya, menatap kakinya yang terlihat sangat lucu, membuat Abra juga tersenyum.
" Akh.. Bagaimana bisa seperti ini.." Gumam abra dengan tertawa kecil.
Tak lama dia masuk kedalam rumah, keadaan rumah sudah sangat sepi, tentu saja semua penghuni rumah di jam segini sudah di alam mimpi semua.
__ADS_1
Dengan segera Abra menuju ke kamarnya, membuka pintu dengan pelan, lalu menutup dan berjalan ke arah azell.
Dengan keadaan masih berdiri, Abra memandangi azell, dia tersenyum lalu segera menuju kamar mandi.
Setelah selesai dengan kegiatan membersihkan diri, Abra kembali menuju tempat tidurnya, berbaring di sebelah azell, mencium kening azell. Lalu mengelus perut azell yang kini mulai terlihat buncit, Brayen kembali tersenyum.
" Penerus ku..." Gumam Abra dengan senyum senangnya.
" Baik baik ya Son.. Daddy udah nggak sabar." Ucap abra kepada calon anaknya yang masih didalam perut istrinya.
Ting..
Ponselnya berbunyi, ternyata pesan dari Adam.
📩 Adam.
Begitu isi pesan yang adam kirimkan kepada abra, membuat abra tersenyum miring sambil menggeleng tentunya.
Lalu abra membalas pesan yang adam kirimkan.
📤 Me.
"Uedan.Koe..".
Balas abra singkat menirukan adam tadi, tentu saja Adam yang membaca pesan singkat dari abra langsung tertawa ngakak.
"Cepat belajar kamu bra.." Gumam adam sambil tersenyum, lalu menarik selimutnya untuk menuju alam mimpi.
__ADS_1
Hari sudah pagi, matahari sudah menampakan dirinya, sepertinya hari ini akan begitu cerah.
Secerah wajah azell sekarang yang sudah bangun terlebih dahulu, Sedangkan abra masih tertidur di sebelah nya.
Kriukk... Kriukkk... Suara perut azell yang meminta diisi, azell mengelus perut nya.
" Laper ya Nak.??? " Tanya azell kepada calon anak nya diperut nya.
" Sarapan apa dong kita...??" Tanya azell lagi kepada baby kecil diperut nya.
" Naci yeng buatan Daddy Mom.." Jawab azell menirukan suara anak kecil.
" Emmmm.. Boleh deh.. Ayo kita bangunin Daddy.." Jawab azell dengan semangat, seperti sedang berbicara dengan anak kecil.
" ha. ha.. ha. ha." Seketika tawa Abra pecah, tapi bukan karena celotehan azell dengan calon anaknya, melainkan Abra tertawa karena memimpikan kekonyolan diri nya tadi malam.
Tentu saja azell langsung melotot ke arahnya, azell mengira jika anra menertawai dirinya, tapi no... Azell, suami mu ini sedang bermimpi konyol.
" Abang ngetawain aku..? " Tanyaa azell kepada abra yang masih memejamkan mata nya.
Tak ada jawaban dari abra, membuat azell sedikit mengerucutkan bibir nya kesal.
.
...❤️❤️❤️❤️...
...****To be continued****...
__ADS_1
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...