
Azell mengerak gerakkan bahu nya agar kepala Abra menjauh, namun justru Abra semakin erat memeluk Azell.
" Aduh a' , adik mau pakai baju ini." Ucap Azell berusana melepas kan diri.
" Sebentar." Ucap Azell yang masih asik mencium leher Azell.
" Ah, ha ha geli." Azell kegelian dengan ulah Abra, Abra membalikkan badan Azell dan menangkap wajah Azell detik berikut nya bibir mereka sudah saling bertautan, tangan Azell mengalungkan ke leher Abra. mereka sama sama saling terhanyut dalam permainan yang mereka ciptakan.
" Astagfirullah!!!." Pekik seseorang yang baru saja membuka pintu kamar nya, membuat mereka melepaskan diri masing masing dengan paksa karena terkejut.
" Ekhem." Abra menjadi salah tingkah dan Azell dia malu namun kesal juga pada sang Abang yang seenak nya masuk ke kamar orang tanpa permisi.
" Abang tidak bisa ketuk pintu dulu apa?." Kesal Azell.
" Ya maaf deh, kebiasaan tinggal masuk sih he he he." Ucap Devan nyengir.
__ADS_1
" Ngapain Abang ke sini?." Tanya Azell.
" Ya iyalah dek, Abang juga di suruh bang Dewa ke sini, kalian lama banget turun, eh ternyata lagi mantap mantap." Ucap Devan menaik turun kan menggoda Abra dan Azell, apalagi keadaan mereka mendukung aksi godaan dari Devan karena saat ini Abra hanya menggunakan celena pendek dan bertelanjang dada, Abra semakin salah tingkah, dan setelah sadar langsung mengbil kaos lalu memakai nya.
" Apaan mantap mantan tidak jelas " sungut Azell.
" Ya sudah sana, Abang keluar dulu bentar lagi adik nyusul ke bawah." Jawab Azell mendorong tubuh Devan agar keluar dari kamar nya.
" CK! Jangan lama lama! Kelon nya entar malam kan bisa, tahan dulu Bra tahan ha ha ha." Ucap Devan dengan suara sedikit keras.
Devan turun ke bawah masih dengan terkekeh, tidak habis pikir diri nya bisa memergoki adik nya dan adik ipar nya sedang seperti itu.
" Wk wk wk, adik ku sudah gede ternyata." Gumam Devan.
" Abang kenapa?." Tanya bunda yang melihat anak nya turun dari lantai atas dengan tertawa sendiri.
__ADS_1
" Hah? Anu itu." Ucap Devan bingung, masa iya diri nya harus memberitahu sang bunda, bunda menatap Devan dengan menyipitkan mata nya.
" Abang gangguin adik kan?." Tanya bunda. " Ih tidak Bun." Jawab Devan. " Terus kenapa itu tertawa sendiri.
" tidak kok bun bunda." Jawab Devan menggelengkan kepala melihat anak keduanya Devan pun melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu namun baru selangkah Devan kembali mundur tepat di samping bunda.
" Ternyata adik sudah besar ya Bun hahaha." Bisik devan setelah itu langsung berlari bunda terlihat menautkan alisnya bingung maksud perkataan devan namun setelah bunda mengerti maksudnya bunda hanya terkenal dan menggelengkan kepala heran pada tingkah anak anaknya itu.
Di sisi lain di kamar Azell dan Abra.
" Maaf ya." Cicit Abra. azell yang tadinya menatap Abra geram menjadi pasrah, suaminya tak sepenuhnya salah atas perlakuannya dia tak mungkin marah karena Abra menciumnya tapi satu masalahnya kenapa tidak di mengunci pintu nya terlebih dahulu, kan akhri nya kepergok lagi, bukan Rio sekarang Devan pikir Azell, kenapa dua orang ini sama sama menyebalkan, huh.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
......Jangan lupa, Like dan Vote......