
Ani dan Santi pun sama mengucapkan seperti apa yang diucapkan starla di dalam hatinya mereka, sebenar nya mereka bertiga tidak mau melakukan nya karena bagaimanapun juga mereka bersahabat baik dengan Melia tapi ancaman yang di ucapkan oleh Abra lebih menakutkan jadi mereka lebih memilih untuk mengikuti atas apa yang di ucapkan oleh Abra kepada mereka bertiga.
" kenapa kalian masih diam saja cepat mulai." teriak Abra.
Ani starla dan Santi langsung menampar pipi Melia secara bergantian, sedangkan Melia hanya diam saja ditampar oleh ketiga temannya itu ia ingin sekali melawan ketiga temannya itu tapi ia takut kalau Abra malah semakin marah dan akan semakin kejam kepada nya.
Ani starla dan Santi penampar Melia sampai wajah Melia kemerahan dan berdarah semua orang yang menyaksikan itu sangat ketakutan mereka hanya diam saja tanpa menolong Melia seperti saat azell dihina-hina oleh mereka berempat.
" cukup." ucap Abra.
Ani starla dan Santi langsung berhenti saat mendengar teriakan Abra mereka bertiga merasa kasihan melihat Melia memegang wajahnya yang kemerahan, Melia sangat kesakitan saat itu.
Melia yang habis di tampar semakin geram karena merasa diperlakukan tidak adil oleh abra hanya karena seorang gadis mu..... ra...... han seperti azel yang menurut nya tidak sebanding dengan nya ia sampai mengepalkan tangan nya dengan erat karena sangat marah.
__ADS_1
" bra kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini di depan mereka hanya karena seorang gadis murahan seperti dia dia hanya gadis yang tidur dengan beberapa laki-laki tapi kamu malah membela nya seperti dia sangat berarti bagimu." ucap Melia sambil menangis.
Abra tersenyum menyeringai sambil memasang wajah dingin nya di depan Melia.
" apa kamu tahu dia siapa hah kamu mau tahu dia siapa." teriak nya dengan mata melotot karena amarah nya sudah hampir di ubun-ubun kepala nya.
" benar apa yang kamu ucapkan tadi dia wanita yang selalu berada di tempat tidurku bahkan kamu tidak sebanding dengan seujung kuku nya itu." ucapnya sambil melihat melihat dengan mata melotot dan senyum sinis nya.
Abra langsung mencekik leher Melia karena sudah semakin marah ia sampai tidak sadar jika melihat seorang perempuan yang tidak bisa ia pukul, Abra emang punya prinsip jika ia tidak akan pernah memukul seorang perempuan tapi karena amarah nya yang sangat besar sampai membuat diri nya tidak sadar.
Adam dan Chandra yang melihat Abra mencekik leher Melia langsung memegang tangan Abra tapi tenaga Abra sangat kuat sampai Adam tidak bisa melepaskan nya dengan mudah.
" beraninya kamu mengatakan istriku seorang pe.... la.... cur." Teriak Abra dengan mata yang melotot.
__ADS_1
" bra lepaskan dia seorang wanita." sahut Adam yang berusaha memegang tangan Abra.
Abra yang mendengar apa yang diucapkan Adam langsung tersadar dan melepaskan tangannya dari leher Melia.
uhuk uhuk uhuk, Melia batuk-batuk sambil memegang leher nya yang habis dicekik oleh abra.
Melia kemudian tersadar dengan ucapan abra yang menyebut azel sebagai istri nya ia sampai menjatuhkan dirinya di lantai sambil memegang leher nya yang habis dicekik oleh abra.
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......
__ADS_1