
Bunda menggenggam tangan putrinya, begitu juga dengan Abra yang juga berada di sebelah Azell mengenggam tangan Azell untuk menenangkannya, Azell duduk ditengah antara Abra dan bunda.
" Ekhmmm.. Jadi maksud kita berkumpul sekarang ini untuk membahas tentang pernikahan kalian." Ucap Papa yang sukses membuat Azell terkejut.
Deg..
" Pernikahan..?? Ada apa sebenarnya.?? Bukankah pernikahannya dengan Abra baik baik saja.??." Pikiran azell terus bergelut.
" lya nak. Kami sepakat untuk mengumumkan pernikahan kalian.. " Sambung ayah menjelaskan. Azell semakin terkejut, tapi dia masih diam mendengarkan.
" Dan kami juga ingin tau pendapat kamu sayang..." Jelas mama menambahkan.
Azell menatap bunda yang semakin mengeratkan genggaman tangannya dengan senyum manis dan menganggukan kepalanya.
Lalu Azell menatap Abra, sama halnya dengan bunda, Abra juga memberikan senyum tampannya untuk azell.
" Percayalah nak.. Ini untuk kebaikan kalian." Sambung bunda.
Azell masih berfikir, tentu saja sebenarnya dia juga menyetujuinya, tapi azell hanya ingin tau alasan yang membuat keputusan ini begitu mendadak, bahkan abra sendiri sengaja memamerkan hubungan mereka di kampus nya tadi.
" Bukankah itu sangat aneh..??." Zela pikir ada suatu alasan yang membuat semua jadi seperti sekarang ini.
__ADS_1
" Yank. Kalau nunggu sampe usia kandungan kamu terlihat itu bisa menjadi rumit nantinya." Ucap Abra mencoba meyakinkan azell.
" Azell menatap abra seperti meminta penjelasan, tapi nyatanya Abra begitu tenang, dan tanpa azell sadari membuat azell menganggukan kepalanya.
" Adik setuju..." Jawab azell membuat yang lain tersenyum lega.
" Tapi... Apakah ada yang tidak aku ketahui.? " Sambung azell menanyakan rasa penasarannya sedari tadi.
Semua kembali terkejut tapi kemudian tersenyum tenang untuk menenangkan azell, menghilangkan rasa penasarannya, mereka tidak mungkin memberitahukan alasan sebenarnya kepada azell. Tentu saja itu tidak akan baik untuk azell juga kandungannya, karena sudah dipastika itu akan menjadi beban pikiran untuk azell.
Kini mama yang bergeser duduk disebelah azell, membuat Abra mengalah dan pindah duduknya di sebelah Papa.
" Sayang.. Ini semua untuk kebaikan kamu dan Abra.... Tenang saja masalah kuliah kamu, kita sudah membicarakannya dengan Pak Dodi." Jelas mama yang juga menggenggam tangan azell.
" Terima kasih Ayah, Papa, Bunda juga Mamah.." Jawab azell kepada kedua orang tuanya juga kedua martuanya.
" Sama sama nak.. Kami ingin yang terbaik untuk kamu dan suami mu.." Jawab Papa.
" Ini semua karena kita sayang kamu.." Jawab ayah.
" Sama sama sayang." Jawab mama dan bunda barengan lalu memeluk azell secara bersamaan.
__ADS_1
" Ehem... Aku nggak yank.??." Tanya abra mencoba mencairkan suasana.
" Buat apa bang.?? " Tanya azell kepada Abra.
" Ya ucapan terimakasih gitu.." Jawab abra membuat azell menautkan kedua alisnya.
" lya.. Makasih ya Abang, Udah bikin aku dag dig dug tadi.." Jawab Azell membuat semua menjadi tertawa.
Suasana yang tadi sempat membuat azell tegang kini berubah menjadi hangat lagi.
Azell memang tidak mempermasalahkan jika pernikahannya dengan abra diumumkan, karena sebenarnya azell sendiri juga menginginkannya.
" Oke.. Deal ya. Besok kita akan mengadakan press conference Di kantor." Jelas Papa.
" Siap pa." Jawab azell semangat membuat yang lain sedikit terkejut tapi juga tertawa senang.
Setelah semua sudah ditetapkan dengan jelas, mereka makan siang bersama di rumah kelaurga pamungkas, juga mengobrol ringan di ruang keluarga.
Karena hari yang semakin sore ayah dan bunda pamit untuk pulang.
...❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
...****To be continued****...
......****Jangan lupa, Like dan Vote****...