
" Ekhem!." ABRA BERDEHEM, Azell menengok ke belakang ternyata suami nya ada di sana, Azell lalu menatap Saipul tidak suka karena sudah mengerjai nya
" Oke ya kak, bakal gue tunjukin sekalian, dah bodo amat lah ya, capek gue juga main kucing kucingan." Bathin Azell.
Azell lalu berdiri menghampiri Abra yang berdiri di belakang nya.
" Aa' sudah selesai? Yuk pulang." Ucap Azell lalu memeluk lengan suami nya manja, Abra mengangguk.
" Bodo amat lah, mumpung sepi juga, nah ini kak lu lihat ya." Bathin Azell.
Azell menatap sinis Saipul yang melongo melihat ke arah nya.
" Kok bang Abra mau di rangkul rangkul cewek gitu, wah emang beneran ada sesuatu nih." Bathin Saipul.
" Bang? Lu kok...?." Ucap Saipul yang belum selesai.
" Kenapa?." Tanya Abra santai, Saipul masih menatap Abra dengan tatapan tidak percaya, lalu mata nya tidak sengaja melihat benda berkilau di jari manis Abra, cincin.
" Bang!!! Kapan lu pakai cincin?." Tanya Saipul bingung, pasal nya, ia tidak pernah melihat ada cincin melingkar di jari manis Abra, dan sekarang cincin itu ada di jari manis Abra.
__ADS_1
Abra menatap cincin yang tersemat di jari manis nya.
" Oh ini? Dari sebulan yang lalu." Jawab Abra santai, Saipul melongo kaget, Azell juga kaget, ternyata suami nya selalu memakai cincin pernikahan nya.
" Kok aku juga tidak sadar kalau Aa' pakai cincin ya." Guman Azell dalam hati nya.
Tuk. Sentilan pelan mendarat di dahi Azell.
" Awhhh, sakit A'." Ucap Azell yang mengelus elus dahi nya.
" Jangan bengong!." Tegur Abra yang melihat istri nya sedari tadi hanyut dalam pemikiran nya sendiri.
" Ayo pulang." Ajak Abra lalu sedikit menarik tangan Azell untuk jalan, sedangkan Saipul dia masih mengikuti mereka tidak lupa dengan pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan.
" Bang lu kok mau di gandeng SMA Clow?." Tanya Saipul lagi.
" Clow bukan saudara lu kan bang?." Tanya Saipul terus
" Dek lu juga jangan diem saja dong." Teriak Saipul pada Azell.
__ADS_1
" Woi, bang lu dan Clow tunangan?." Teriak Saipul lagi
" atau... Jangan jangan lu berdua udah nikah ya?." Pekik Saipul sedikit kencang, dan ini masih di lingkungan sekolah.
Sontak ke dua nya menghentikan langkah nya, berbalik menatap tajam Saipul, untung saja sekolah sudah sepi, namun tetap saja harus hati hati barang kali ada yang mendengar.
Abra membuang nafas nya kasar.
" Oke oke aku bakal jelasin besok setelah turnamen, sekarang sudah sore, aku dan lu juga butuh istirahat kan, aku harap lu bisa tutup mulut." Jelas Abra pada Saipul.
Seperti nya Saipul memang harus pasrah menunggu besok, akhir nya Saipul menganggukkan kepala nya.
" Iya deh bang, aku pasti bisa jaga mulut aku, lu juga harus tepati janji bang, kalau akan kasih tahu aku." Ucap Saipul dan Abra mengangguk.
" Ya sudah sana ambil motor lu gih, udah kelewat jauh nih, kita balik duluan ya." Ucap Abra menyadarkan Saipul jika motor nya ada di parkiran belakang, Saipul melupakan karena terlalu shook dan penasaran tadi
" Aissshhh! Iya ya, mana sudha sepi, bang! Woi dek!!! Temenin aku dulu Napa?." Teriak Saipul pada mereka namun mereka acuh.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...
......Jangan lupa, Like dan Vote......