
" Gimana para bidadari kita jadi kan? " Tanya Kiki penuh harap tapi juga dengan wajah sumringahnya.
" Jadi kok.. Mereka bentar lagi pulang " Jawab Adam membuat Kiki mengangguk, sedangkan Abra masih dengan diamnya.
Jujur saja dia masih sedikit kesal karena tadi seperti di kerjain oleh Azell, meskipun pada dasarnya Azell tidak bermaksud seperti itu, tapi tetap saja Abra sudah terlanjur kesal.
Dan beruntung masalah ini tidaklah sampai di ketahui oleh Adam, jika Adam sampai tahu mungkin untuk pertama kalinya Abra akan merasa malu dengan Adam.
Dan benar saja, terdengar klakson dari mobil Ais yang membuat ketiga cowok tampan itu menoleh ke arah mobil itu.
Dengan segera Ada. keluar dari mobil Abra. Begitu juga dengan azell dan Vita yang juga keluar dari mobil Ais.
Tentu saja karena Azell yang akan satu mobil dengan Abra suami tampannya. Sedangkan Vita akan satu mobil dengan Kiki pacarnya yang saat ini sedang dia hindari karena rasa malunya.
Jangan di tanya lagi, seperti biasa Adam akan menggunakan mobil Ais, karena memang di antara azell, Ais, dan Vita. Ais yang paling rajin membawa mobilnya ke kampus.
Bahkan sering sekali Ais yang menjemput Vita untuk berangkat kuliah. Seperti tadi pagi misalnya.
__ADS_1
" Zel... Aku numpang mobil Kak abra aja ya " Pinta Vita kepada azell.
" No Vita, kamu sama Kak kiki dong, tuh Kak kiki udah nungguin " Jawab azell sambil menunjukan jika Kiki memang sedang menunggu Vita untuk masuk ke dalam mobilnya.
" Aku malu " Jawab Vita lirih, membuat azell menghela nafasnya, tapi tidak lama Kiki keluar dari dalam mobilnya menghampiri Azell dan Vita yang masih berdiri di tempatnya.
" Ayo Beb " Ajak Kiki sambil menggandeng tangan Vitq, seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka.
Meskipun sebenarnya memang tidak ada masalah di antara mereka, hanya Vita saja yang ribet dan malu karena sifat unik dirinya.
" Hufh." Membuat Vita mau tidak mau menurut saja, toh selama Kimi tidak membahas tentang tidurnya seperti tadi malam dia selamat dari rasa malunya, pikir Vita.
Azell masuk ke dalam mobil Abra. Tapi baru saja duduk di sebelah Abra, Azell sudah di suguhkan dengan tatapan tajam dan lekat dari Abra. Tentu saja membuat azell sedikit gugup karena hal itu.
" Abang " Panggil azell pelan.
Abra tidak menjawab, tapi malah langsung mencium bibir azell dengan lembut, dan tidak langsung melepaskan ciumannya tapi malah berubah menjadi lu ma tan yang begitu hangat dan nikmat yang azwll rasakan.
__ADS_1
Meskipun masih dengan rasa bingungnya karena Abra yang langsung menyerangnya, tapi nyatanya azell begitu menikmatinya.
Abra melepas pagutannya, dia kembali menatap wajah azell yang terlihat begitu menggairahkan saat ini.
Tapi tahan Abra...
" Ada banyak waktu untuk melakulan lebih dari itu, dan tunggu di tempat yang tepat. Ini hukuman buat istri yang udah berani ngeprank suami " Bisik Abra membuat tubuh azell menegang, bisikan Abra begitu menggugah dirinya.
Tapi tentu saja azell juga bingung dengan apa yang di katakan oleh Abra baru saja. Memangnya kapan azell ngeprank Abra? Bukankah itu sudah cukup lama ketika azell pura-pura berada di rumah sakit. Itu juga karena Abra yang lebih dulu mengerjainya. Pikir azell begitu penuh dengan pertanyaan.
...🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1