FIRST LOVE STORY

FIRST LOVE STORY
Eps 226


__ADS_3

" Aaaa gemes gemes gemes! Sweet sekali suami ku ini." Azell sedikit menegakkan badan nya lalu menangkup ke dua pipi Abra gemas dan menarik pipi nya ke kanan dan kiri.


" Aduh, kalau gemes mendingan cium saja dek, aa' lebih senang begitu." Ucap Abra berusaha melepaskan tangan Azell dari pipi mulus bebas jerawat nya.


" Yeee! Mau nya." Cibir Azell seletah Abra berhasil melepaskan tangan mungil istri nya dari pipi, lalu melingkar kan pada perut nya, kepala Azel do baringkan pada dada Abra.


" Ya mau banget dong sayang " jawab Abra santai.


" Au ah, jadi benar nih aa' tidak tahu yang nama nya Vera?." Tanya Azell lagi


" Enggak dek." Jawab Abra.


" Ok lah." Jawab Azell pasrah.


Azel memeluk abrahah mukanya mendusel pada dada Abra hal itu justru membuat Abra membuatnya tidak nyaman bukannya tidak nyaman tapi kalian tahu sendiri ya hahaha.


" Dek jangan ngadu sel gitu." ucap Abra mengelus lengan azell.

__ADS_1


" Kenapa sih, pelit amat." Ucap Azell.


" Bukan gitu, nanti kalau Aa' khilaf gimana?." Tanya Abra.


" Tidak apa apa." Jawab Azell bangkit dari posisi nya menjadi duduk dan mengikat rambutnya yang tadi di gerai, Abra mendengar jawaban azell membulatkan matanya kaget jawab nggak.


" masalah pas beneran di kilafin ntar nangis." batin Abra.


" Beneran nih? Mau Aa' khilafin?." Ucap Abra menatap Azell yang terduduk di samping nya yang masih berbaring dengan tatapan menggoda.


" Tapi bo'ong wleee." Ucap Azell.


" Ha ha ha dih kata kata adik di copas, lagian kelarin sekolah dulu A' baru adik mau." Ucap Azell mengerlingkan mata nya pada Abra.


" Ya kalau Aa' sih bentar lagi lulus, masalah nya kan di adik, masih lama banget, kalau Aa' tidak kuat nahan nya gimana dek?." Ucap Abra memelas, Azell sedikit malu membahas hal seperti itu, tapi dia mencoba untuk menutupi nya.


" Ya derita Aa'." Jawab Azell mengedikan bahu nya. " Kalau suami minta istri nya tidak di kasih dosa loh dek." Ucap Abra masih gencar membujuk Azell.

__ADS_1


" Ngasih apa? Kan duit Aa' yang punya, adik tidak kerja, dan tidak punya uang." Jawab Azell, sebenar nya Azell paham maksud dari perkataan suami nya, tapi ya begitulah.


" Iya memang itu kan suatu kewajiban seorang suami dan suami juga punya hak atas istrinya nafkah dari suami juga bukan hanya materi tapi juga batin, adik pasti nya tahu kan?." Ucap Abra yang akhir nya ikut bangkit dari tidur nya dan duduk berhadapan dengan Azell, Azell mengangguk malu, dia tahu dan dia mengerti, tapi dia masih merasa belum siap kalau harus memberikan hak suami nya dalam dekat dekat ini.


" Masalah itu, it... Itu." Ucapan Azell tergagap.


" Kalau misalkan adik takut hamil, Aa' bisa pa pakai pengaman." Ucap Abra sedikit kikuk.


" Aa' juga tahu pasti berat kalau hamil di saat masih sekolah, apalagi adik masih kelas XI." Lanjut Abra menggenggam tangan Azell, Azell mendongak menatap mata Abra.


" Apa adik ingin mencoba nya sekarang?." tanya Abra.


" Iya, tapi bagaimana cara nya A'." ucap Azell dengan wajah polos nya dan membuat Abra semakin kuat untuk melepaskan hasrat ini saat ini, meskipun tidak secara langsung.


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


......Jangan lupa, Like dan Vote......


__ADS_2