
" Kalau anda masih tidak percaya , bisa tanyakan langsung ke Bapak anda . " Jawab Abra sarkas .
Seketika air mata Oliv mengalir begitu saja , dia tidak percaya dengan Ayah yang menjadi idola untuknya itu ternyata bisa berbuat hal yang memalukan , meskipun Oliv tahu semua Pak Septa lakukan demi keluarganya , tetapi tidak seharusnya Pak Septa melakukan itu , Pak Septa mendapat gaji yang cukup banyak selama bekerja di keluarga Pamungkas . Bahkan dia juga di belikan mobil oleh Papa dari Abraham Pamungkas .
Tetapi semua hanyalah tinggal kenangan , sesuatu yang sudah rusak akan sangat sulit untuk di benarkan lagi , terlebih ini menyangkut kepercayaan .
Melihat Oliv yang begitu menyedihkan membuat Azell merasa tidak tega , Azell ingin memeluk untuk menenangkan Oliv , tetapi seketika matanya kembali memanas mendengar pertanyaan Oliv kepada suaminya .
" Lalu kenapa Anda membuang Kakaku ke New york jika Bapakku yang bersalah Tuan Abraham Pamungkas ?. " Tanya Oliv dengan sarkas , matanya menatap tajam ke arah Abra .
azell mengepalkan tangannya kuat , dia kembali teringat dengan Sandro salah satu teman sekolahnya dulu yang ternyata begitu brengs * k .
" Kesalahan Kakak anda lebih besar dari apa yang sudah di lakukan oleh Bapak anda Nona Oliv . " Jawab Abra tidak kalah sarkas dari Oliv .
Bahkan tangan Anra juga mengepal kuat untuk menahan amarah dan sesak di dadanya , mengingat kejadian dulu .
__ADS_1
Abra berdiri dari duduknya . Dia mendekat ke arah Azell , lalu tersenyum tampan dan mencium kening Azell dengan begitu lembut .
" Maafkan aku yank , terlambat mengetahui semuanya . " Ucap Abra meminta maaf kepada Azell .
Azell menggeleng , Abra tidak bersalah sama sekali , tetapi memang Sandro yang berniat buruk dengannya .
" Tidak bang, aku tidak apa . " Jawab Azell tersenyum ke arah Abr .
Lalu Azell melangkah mendekati Oliv yang sedang menatapnya dengan berbagai pertanyaan , Azell tersenyum kecut ke arah Oliv .
" Kalau kamu mau tahu apa yang sudah di lakukan oleh Kakakmu , ikutlah Kak Adam , kamu akan tahu jawabannya nanti . " Ucap Azell membuat Oliv menautkan kedua alisnya bingung , tetapi juga penuh dengan rasa penasaran .
Biarkan Oliv tahu semua kebenaran yang sudah di lakukan oleh keluarganya terhadap keluarga Pamungkas yang begitu baik dengan keluarganya .
Adam dan Pak Rendy sudah menyiapkan semua bukti yang memang masih di simpan oleh Abra untuk berjaga - jaga .
__ADS_1
Oliv duduk di depan Adam dan Pek Rendy yang sedang membuka sebuah laptop yang kini di serahkan kepada Oliv .
" Silahkan buka Nona Oliv . " Ucap Pak Rendy kepada Oliv yang dengan ragu mengambil laptop di depannya itu .
" Saya sarankan siapkan mental anda untuk melihatnya . " Ucap Adam sarkas dan tentu saja sengaja .
Oliv menatap Adam tajam , tetapi dia juga masih kekeh pada pendiriannya .
" Apa kalau kakak ku terbukti tidak bersalah Tuan Abra siap untuk berurusan dengan hukum ?. " Tanya Oliv angkuh .
Dia masih percaya diri jika Kakaknya tidak ada sangkut pautnya dengan kesalahan Bapaknya , tetapi Sandro yang menjadi korban dari semua yang sudah Pak Septa lakukan , itulah yang ada di pikiran Oliv saat ini .
...❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....
...Mampir ke ceritaku yang lain ya kak...