
01:45
Pria berkulit putih itu masih sibuk di depan laptopnya.Sesekali ia menengok pada jam tangannya.Sudah hampir jam dua pagi tapi adiknya belum pulang juga,ponselnya juga tidak bisa dihubungi.Akhir akhir ini Joddy menang sering pulang telat.Sebagai seorang kakak sekaligus orang tua untuk Joddy,Marco selalu memberi batasan jam pulang untuk Joddy maksimal sampai jam dua belas malam.Tapi akhir akhir ini Joddy selalu pulang lewat dari jam satu malam.Kemana bocah itu perginya?Marco makin tidak tenang saat mendengar suara yang tidak biasa dari mulut Joddy ketika ia menelfon adiknya itu tadi.
01:55
Pintu utama rumah itu terbuka.Remaja itu datang dengan membawa jaket jeans yang ia slampirkan di pundak.Joddy bergegas menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
"tunggu" ucap Marco. sambil meletakkan cangkir kopi di atas meja ruang keluarga itu.
Joddy menghentikan langkahnya.Marco bangkit,ia mendekati adik kandungnya itu dengan ekspresi datar.
"dari mana?" tanya Marco.
"rumah temen" ucap Joddy santai.
"ngapain aja jam sagini baru pulang?" tanya Marco lagi.
"ya namanya anak muda bang....biasalah..." ucap Joddy lagi.
"lo lupa aturan yang gue buat?sejak kapan gue ngijinin lo pulang jam segini?" tanya Marco lagi dengan raut wajah yang mulai tidak suka dengan ucapan Joddy yang seolah meremehkan.
"iya sorry....besok gue pulang sore deh..." ucapnya kemudian bergegas menaiki tangga.Namun Marco dengan cepat menahan pergerakannya.
"apalagi sih bang?gue capek..!" ucap Joddy mulai kesal.
Marco menyentuh dagu Joddy.Ia mendekatkan wajahnya ke mulut Joddy.
"buka mulut lo..!"
Joddy mengelak,namun Marco tak mau kalah.
"buka...!!!" ucap Marco setengah teriak.
"apasih bang...!!gue bukan anak kecil..!!!" ucap Joddy tak kalah ngegas sambil menepis tangan Marco.Marco memalingkan wajahnya saat mencium aroma alkohol yang menyengat dari mulut pria itu.
Marco kembali menatap Joddy,ia kemudian membelalakan matanya saat menyadari ada sesuatu di ceruk leher sebelah kiri Joddy.Marco menarik kerah kaos hitam milik Joddy hingga molor sampai ke bahu.
"apa apaan nih?!!" tanya Marco mulai emosi.Beberapa tanda berwarna merah keunguan terlihat jelas di sana.Bukan cuma satu,tapi banyak.Joddy di buat kelimpungan untuk mencari alasan.Terlebih lagi ia masih dalam pengaruh minuman keras yang ia tenggak bersama Sheila di hotel tadi.
__ADS_1
Marco menatap tajam ke arah Joddy.
"jawab..!abis ngapain lo?!" tanya Marco dengan suara dingin.Terlihat jelas raut wajah emosi dari dalam dirinya.
Joddy kembali menepis tangan Marco yang masih mencengkeram bajunya.
"gue nggak ngapa ngapain..!gue capek..mau tidur..!!!" ucap remaja itu kemudian berlalu pergi meninggalkan sang kakak yang memanggil manggil nama nya.
Marco menarik nafas panjang.Ada apa dengan adiknya itu?kenapa sikapnya jadi berubah begini?
...****************...
Pagi menjelang....
06:00
Wanita cantik itu berdiri di balkon kamarnya menikmati semilir angin yang berhembus menerpa wajahnya.Sejak sebelum subuh Adinda sudah bangun untuk membersihkan rumah yang sudah lama tidak ditempati itu.Setelah selesai bersih bersih wanita yang akan menginjak usia delapan belas tahun itu pun mandi dan melaksanakan ibadah sholat subuh.Akhirnya ia bisa tinggal ditempat yang layak.Setelah kemarin ia terbang dari kota kelahirannya menuju ibukota,ia segera di antar Marco menuju rumah mewah yang menjadi satu satunya harta milik sang suami,Adrian Tama.
Adinda menoleh ke dalam kamar bercat abu abu ber nuansa maskulin dengan beberapa foto Adrian yang tertempel di dinding.,sang putri kecil masih tertidur dengan nyenyaknya.Dengkuran halus terdengar dari mulut gadis kecil kesayangannya itu.Adinda tersenyum,akhirnya Nabila bisa menikmati tidur yang nyaman di atas kasur yang empuk,bukan di kasur lusuh beralaskan lantak tanah.
Adinda bergegas turun dari lantai dua menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
"kamu tadi bangun jam berapa ndok?" tanya bu Ela yang berada di dapur saat melihat kedatangan Adinda yang sudah terlihat segar.
"kenapa ndak bangunin ibuk kalau mau bersih bersih...ibuk kan bisa bantu kamu".
" nggak apa apa buk....sekalian olah raga"ucap Adinda.
"buk...kita bikin kue lagi ya...disini peralatannya lengkap...kita bisa bikin lebih banyak jenis.Nanti Dinda jualin lewat online" ucap Adinda.
"iya ndok..." ucap bu Ela.
"si kecil belum bangun?"
"belum buk..."
"ini udah waktunya sarapan...bangunin sana....kita sarapan dulu" ucap Bu Ela.
"iya buk...Dinda bangunin Nabil sebentar.." ucap Adinda kemudian bergegas kembali naik ke lantai dua untuk membangunkan sang putri.
__ADS_1
Di dalam kamar...
Nabila sudah bangun dari tidurnya.Ia duduk di sisi ranjang sambil mengucek matanya yang masih setengah terbuka.Ia mengarahkan pandangannya pada sebuah foto yang tertempel di dinding di samping ranjang king size itu.Itu foto Adrian.
"selamat pagi pa...." ucap Nabila.
"papa....Nabila kangen..." ucap Nabila seolah sedang berbicara dengan foto sang papa.
"papa....papa tau nggak....Nabila sekarang nggak punya temen.Nabila kemana mana selalu di ejekin,katanya Nabila anak penjahat.Nabila cuma punya mama.Tapi mama tiap hari nangis terus pa..." ucapnya sedih.
Tanpa gadis kecil itu sadari,Adinda mendengar semua ucapan sang putri dari balik pintu kamar luas tersebut.
"papa....papa kapan pulangnya...Nabila kangen...hikkss...Nabila mau main sama papa lagi....hiksss....Nabila mau buktiin sama orang orang...kalau papa bukan orang jahat" ucap Nabila sesenggukan.
Adinda keluar dari persembunyiannya.Ia mendekati sang putri sambil tersenyum.Ia duduk di samping Nabila lalu memeluk gadis kecil itu.
"papa....papa tau nggak....sekarang Nabila makin cantik...makin pinter...makin rajin....papa pasti bangga deh nanti sama Nabil..." ucap Adinda sambil menatap foto sang suami.
"sekarang kita udah bisa kumpul bertiga lagi...ada mama,ada Nabil...ada papa.." ucapnya sambil menunjuk foto Adrian.
"tapi itu cuma foto ma.....Nabil pengen tidur meluk papa" ucap Nabila sedih.
Adinda mencoba tersenyum,
"makanya Nabil jangan berhenti doain papa...biar papa bisa cepet pulang...bisa cepet kumpul sama kita" ucap Adinda sambil mengusap lembut rambut sang putri.
"dah...mending sekarang Nabil mandi....nanti siang kita ketemu.." ucap Adinda lagi.Nabila hanya mengangguk.Gadis kecil itupun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Adinda menatap sendu foto yang tertempel di dinding itu.
"kita semua kangen sama kamu mas...semoga mas Marco bisa bantu bebasin kamu..." ucap Adinda sendu.
...----------------...
***MANA LIKE NYA?KOMENNYA?
VOTE DAN HADIAHNYA JUGA???
__ADS_1
BISA NYAMPE SERATUS VOTE NGGAK SIH MINGGU INI🥺🥺🥺🥺
HADIAHNYA BISA NYAMPE 10RB NGGAK SIHHH🥺🥺🥺🥺***