Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
141


__ADS_3

hoooeeeeeekkkk....


hooooooeeeekkkkk......


Adrian kembali mengeluarkan seluruh isi perutnya.


Adinda memijit mijit pundak Adrian yang kini masih berada di kamar mandi rukonya.


"kamu kenapa sih bisa tiba tiba muntah muntah kayak gini?" ucap Adinda


"ya makanya kamu jangan pergi.."


"aku tadi kan cuma turun bentar mas...bantuin ibuk nyiapin pesenan"


"lagian apa hubungannya coba...?" ucap Adinda aneh.


"tidur lagi gihh...aku udah panggilin dokter..."


Adrian mengangguk.Ia kemudian kembali merebahkan tubuh nya di atas ranjang.


"aku kerokin mau mas?"


Adrian menggelengkan kepalanya.Ia kembali meraih tangan Adinda dan menariknya.


"temenin lagi..." ucapnya lemah.


Adinda pun menurut,ia kembali memposisikan tubuhnya seperti semula.Adrian pun kembali mendekatkan wajahnya ke ketiak Adinda,tempat ternyaman dengan aroma yang bisa meredakan mual mualnya.Tak butuh waktu lama Adrian kembali terlelap ditandai dengan suara dengkuran halus dari bibir merahnya.Adinda membelai lembut rambut laki laki yang kini sepertinya sedang tidak sehat ini.


Mau tak mau untuk hari ini Dinda harus menyerahkan semua pekerjaannya pada Bu Ela dan Chika-Naya jika dua gadis itu sudah datang nantinya.Adrian tidak mau ditinggal.Padahal tadi ia hanya turun sebentar berniat untuk membantu bu Ela tapi belum ada lima menit Adrian sudah teriak teriak memanggil Adinda sambil kembali muntah muntah hebat di kamar mandi.


Sebenarnya kenapa sih suaminya ini.


"assalamu alaikum..." suara cempreng itu berhasil membuyarkan lamunan Adinda.Seorang gadis kecil berseragam merah putih panjang panjang dan tas pink hello kitty menaiiki tangga menuju lantai dua.Seragam yang harusnya lengkap dengan hijab putih kini sudah terlepas entah kemana membuat rambut panjangnya yang terikat pun terekspose bebas dengan lelehan keringat yang membasahi pelipis dan dahinya.Ya...Nabila baru pulang dari sekolah dijemput Gunawan,bodyguard nya.


"wa alaikum salam.." jawab Adinda lirih.


Nabila yang awalnya berlari riang tiba tiba menghentikan langkahnya.Tangannya tergerak menutup matanya dengan mulut mungil yang terbuka.


"iiihhhh.....papa jijik....megangin nene*...ciumin ketek lagi.." ucapnya polos.


"ssstttt....." ucap Adinda sambil menempelkan jari telunjuk di bibirnya.


"papa lagi sakit nak..." ucap Adinda pelan.Jujur saja,ia sebenarnya juga merasa malu dengan posisi tidurnya saat ini.Tapi mau gimana lagi,baru ditinggal turun sebentar saja Adrian sudah teriak teriak sambil muntah muntah.Mau tak mau ia harus tetap berada di sisi Adrian agar laki laki itu tetap merasa nyaman.


Nabila mendekat.Ia menyentuh kening papanya lembut dengan telapak tangannya.


"nggak panas ma?" ucap Nabila.


Nabila lantas menatap usil ke arah sang papa yang tertidur pulas itu.


"papa bohong nih....pura pura sakit kaannn..." ucap Nabila menyelidik.


"papa sakit beneran sayang...tadi papa muntah muntah tuh di kamar mandi" ucap Adinda.


"udah...Nabil ganti baju sana,tuh mama udah bawain baju ganti di rak...trus makan ya...minta sama nenek.." ucapnya lagi.


"iya....iya....." ucap Nabila kemudian bergegas melepas seragamnya dan mengganti nya dengan pakaian harian.


"Bil...."


"iya ma..."


"jilbab kamu kemana?"

__ADS_1


"hehehe....dilepas ma...panass...." ucap Nabila sambil nyengir kuda.


"kok gitu sih?biasain pakai jilbabnya sayang...kalau udah terbiasa juga nggak panas kok" ucap Adinda.


"iya ma....besok nggak dilepas deh...." ucap Nabila.


"Nabil turun ya ma...mau makan.." ucap Nabila sambil berlari pergi menuruni tangga


"iya sayang...jangan lari lari..!!" ucap Adinda.


Wanita itu kembali menatap wajah bayi besar yang kini semakin terlelap dalam tidurnya.Adinda tersenyum,tangannya tergerak membelai rambut pirang laki laki bertato itu.Adrian yang garang,kini terlelap lemah dibawah ketiaknya.


Adinda pun mulai merasa kan kantuk.Wanita itupun akhirnya ikut terlelap bersama sang suami.


...****************...


Sementara di tempat lain....


Dua gadis itu tengah berjalan menuju gerbang kampus untuk mencari ojek guna mengantar mereka menuju kios kue Adinda.Ya....mereka kini bekerja paruh waktu di toko milik sahabatnya itu.Lumayan...buat tambah tambahan uang jajan.


Saat sampai di gerbang kampus..


tinn...tinn....


sebuah mobil putih berhenti mendekati dua gadis ber hijab itu.Keduanya pun menghentikan langkahnya.Kaca mobil terbuka,dilihatnya seorang laki laki berkulit putih dengan senyuman manis terlihat menatap Chika dan Naya disana.


"mau pulang?" tanya Marco


"iya mas....mas Marco dari mana?" jawab Chika.


"nggak....kebetulan lewat aja..." ucap Marco.


"ohh....kirain mau jemput Naya..." ucap Chika asal jeplak yang disambut dengan sebuah cubitan di pinggang oleh Naya,membuat gadis tomboy itu terjingkat.


Marco terkekeh melihat adegan itu.


"tuuuhhh....kaaaannn...." ucap Chika lantang membuat Naya makin menunduk.


"udah...masuk sana...." ucap Chika menggoda Naya.


"Chika....apaan sih kamu.." ucap gadis manis itu sambil terus menunduk malu.


"kalau berkenan boleh loh Nay masuk....apa mau aku bukain pintu dulu?" tanya Marco membuat Naya makin salah tingkah.


"nggak mas...." ucap Naya terus menunduk.


"nggak apa?nggak mau masuk?"


"MAUUKK...." ucap Naya cepat membuat Chika tertawa geli.


Marco pun makin terkekeh.Gadis itu nampak makin manis kalau lagi salting begitu.


"mau dibukain pintu dulu?" tanya Naya.


"nggak usah mas...buka sendiri aja" ucap Naya lagi.


"ya udah masuk.." ucap Marco.


Naya pun buru buru masuk dan duduk di kursi samping kemudi.


"Chik...masuk..." ucap Naya pada Chika yang masih berdiri di luar mobil.


"ooohhh...gak usah....aku tak miber wae..."

__ADS_1


(oohh...nggak usah....aku terbang aja...")


"Chika...." rengek Naya.


"dah mas...silahkan jalan...jangan di cubit ya...Naya nangisan.." ucap Chika terdengar bar bar.


Marco hanya terkekeh.


"duluan ya Chik.."


"oke..."


Mobil pun melesat meninggalkan tempat tersebut.


Seperginya Naya,Chika celingukan mencari ojek untuknya pulang.Wanita itupun berjalan mendekati beberapa ojol yang terlihat mangkal tak jauh dari tempatnya berdiri.Namun saat hendak mendekati para ojol itu,tiba tiba.


tin..tin..


Chika menoleh ke arah sumber suara.Sebuah motor biru mendekatinya dengan pria berhelm yang begitu ia kenal.


"Joddy..."


"hai prend..!" ucap Joddy.


"sendirian?" tanyanya.


"iya.."


"gue anterin yukk..."


"nggak usah...aku ngojek aja"


"ngojek ama gue aja...ntar lo bayar gue pake es buah...hehehee..."


"dih...ketagihan ya..." ledek Chika.


"mayan...hehe..."


"ayo naik.." ucap Joddy lagi.


"nggak ngrepotin?"


"hiliiihhh....sok sok an lo nanya kek gitu..!buruan..."


Chika pun menurut.Ia pun naik ke atas motor tersebut yang kemudian melesat meninggalkan tempat itu.



visual Naya..👆


.



visual Chika....👆



Marco👆



Joddy...👆

__ADS_1


...----------------...


YOOOKK....LIKE KOMEN VOTE HADIAHNYA YOOOOKKKK....YANG BANYAK DONG....BIAR YANG NULIS JUGA SEMANGAT🥰🥰🥰🥰😝


__ADS_2