Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story88


__ADS_3

drrrttt.....drrrrtttt...


Ponsel di atas nakas itu kembali bergetar,entah sudah yang keberapa kali pagi ini.Zev menatap singkat ponsel itu tanpa menyentuhnya.Masih dari nomor yang sama...


"hello kitty"


Zev yang kini duduk bersandar di atas ranjang kembali menatap ke arah televisi,menyaksikan acara acara yang sebenarnya tidak menarik untuk dirinya.


Saat ini waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi.Sedari tadi sudah puluhan panggilan dari Nabila ia abaikan,puluhan pesan dari gadis itupun juga tak ia baca.Sejak bangun tidur hingga kini Zev hanya berkutat di atas ranjang bersama bantal guling dan selimutnya,ia seolah malas untuk melakukan kegiatan apapun.Moodnya masih kacau,ia begitu malas melakukan aktifitas apapun,bahkan hanya untuk sekedar makan dan mandi.


tok....tok....tok....


Pintu di ketuk...


Zev masih diam...


"Zev....lo belum bangun?" suara itu suara Jordan.Hari ini ia tidak ke bengkel,niatnya ingin menemani sang sahabat dan mencoba menjelaskan permasalahan yang saat ini sedang terjadi,tapi sang serigala justru sedari tadi tak keluar kamar.


tok....tok....tok....


"Zev....Nabila nelfon gue nih....katanya dari tadi lo ditelfonin nggak di angkat..."


Zev masih diam...


tok....tok....tok....


"Zev....bangun dong....udah siang nih...angkat telfon dari cewek lo...kasian dia.." ucap Jordan lagi.


Zev masih tak bergeming.


Jordan menghela nafas panjang di balik pintu kamar rumah mewah itu.


Ia kemudian mendekatkan ponselnya yang masih melakukan sambungan telepon dengan Nabila itu ke telinga kanannya.


"halo Bil..." ucap Jordan.


"gimana mas?" tanya Nabila dari seberang sana.


"kayaknya dia masih tidur deh....dari tadi gue panggilin nggak nyaut"ucap Jordan.


Nabila menghela nafas panjang,


" ya udah deh....makasih ya mas...maaf ngerepotin..."ucap Nabila.


"iya nggak apa apa...santai aja..." ucap Jordan.


"ya udah kalau gitu...assalamu alaikum..."


"wa alaikum salam.." jawab Jordan.


Sambungan telepon pun terputus.


Nabila menunduk di dalam kamarnya menatap nanar ponsel yang menampilkan room chat nya dengan pria bermata serigala itu.


Tidak biasa biasanya Zev seperti ini,biasanya jam segini Zev sudah bangun dan selalu berbalas pesan dengannya.Ada apa dengan Zev?apa kah terjadi sesuatu dengan laki laki itu mengingat semalam ia terlihat syok dengan pengakuan Adrian tentang pembunuhan Dave.


Nabila memasukkan ponselnya ke dalam kantong celananya,wanita itupun bergegas keluar dari kamar berniat untuk pergi menemui Zev.


"kak...." ucap Adrian yang berada di ruang tamu bersama Angkasa yang sedang belajar materi materi online yang guru sekolahnya berikan.


"iya pa..."


"mau kemana?" tanya Adrian saat melihat sang putri buru buru meninggalkan kamarnya.


"Nabil mau ke rumah Zev bentar pa..."

__ADS_1


"ada apa?"


"nggak ada apa apa...cuma mau mastiin keadaan dia aja....dari tadi nggak bisa dihubungin soalnya" ucap Nabila.


"udah coba tanya Jordan?"


"udah....katanya belum bangun...tapi biasanya jam segini dia udah bangun dari tadi pa..." ucap Nabila merasa tak tenang.


"ya udah...kamu kesana aja...tapi jangan pulang malem ya..." ucap Adrian.


"iya pa..." jawab Nabila.


Gadis itu pun mendekat dan meraih punggung tangan sang papa lalu menciumnya.


"assalamu alaikum..."


"wa alaikum salam..."


Nabila pun bergegas menuju ke rumah Zev.Sekitar dua puluh menit perjalanan,putri Adrian Tama itupun sampai di kediaman sang serigala tampan kesayangannya.


Nabila turun dari mobilnya,


Ia segera menuju pintu utama dan memencet bel yang berada di samping pintu rumah mewah tersebut.


tak butuh waktu lama,Jordan datang dengan kaos oblong dan celana pendeknya.


"eh...Nabila..." ucap Jordan.


"mas..." jawab Nabila sambil tersenyum.


"Zev nya udah bangun?" tanya Nabila.


"gue belum ke kamarnya lagi..." ucap Jordan.


"lo masuk dulu deh....gue panggilin..." ucapnya lagi.


"nggak masuk aja?"


"diluar aja..." ucap Nabila.


"ya udah kalau gitu...tungguin bentar ya..." ucap Jordan.


Nabila hanya mengangguk,ia kemudian duduk di sebuah kursi di teras rumah tersebut.


Jordan kembali naik ke atas,menuju kamar Zev..


tok....tok....tok....


pintu kembali di ketuk...


"Zev....lu udah bangun belum sih?" tanya Jordan.


Zev tak menjawab.Laki laki itu kini duduk di sofa panjang yang berada di kamarnya sambil memainkan game yang berada di ponselnya tanpa memperdulikan ketukan pintu dari Jordan.


"Zev....bangun...!lu tidur apa pingsan sih...ini udah hampir jam sebelas siang..!Zev....!!" ucap Jordan setengah berteriak sambil menggedor gedor pintu kamar tersebut.


Jordan menghela nafas panjang.Ini sih udah nggak beres...masak iya jam segini Zev belum bangun.Laki laki itu pun segera menuju ke sebuah meja dilantai dua yang terletak di ruang keluarga rumah tersebut.Jordan membuka salah satu laci yang ada di sana dan mengambil kunci cadangan.


Dengan cepat ia berlari menuju ke kamar Zev dan membuka pintu kamar luas tersebut.


ceklek...


daaarrr....


pintu terbuka dengan kasar.

__ADS_1


"an*rit...!gue panggilin lo dari tadi kagak nyaut....!!" ucap Jordan kesal.Dilihatnya di sana sang sahabat tengah rebahan dengan santainya sambil memainkan ponselnya dalam posisi miring.Jordan mendekati Zev dengan kesalnya.


"Zev...!lo dengerin gue nggak sih?!" ucap Jordan kesal.


"apa?" tanya Zev begitu cuek.


"Zev....ada Nabila di luar...dia nungguin lo noh...keknya dia khawatir banget ama lo...dari tadi di telfonin nggak diangkat.." ucap Jordan.


"lo temenin aja...gue lagi males keluar" ucap Zev tanpa menoleh.


Jordan mengernyitkan dahinya,


"kok lo ngomongnya gitu sih?dia cewek lo Zev..."ucap Jordan.


Zev tak menjawab...


" Zev....temuin Nabila...kasian dia nungguin..!"


braakkk....


Zev melempar ponselnya dan menendang meja rendah yang berada di depan sofa.Laki laki itu kemudian bangkit dengan sorot mata tajam nya yang khas.


"kalo lo kasian...temuin dia..!ajak dia ngobrol..!ajak dia jalan...kemana kek serah lo...!nggak usah peduliin gue...!" ucap Zev ngegas membuat Jordan mengernyitkan dahinya


"lo ngomong apa sih?lo kenapa?"


"kenapa?lo masih tanya kenapa setelah apa yang lo lakuin di belakang gue?sahabat macam apa lo..?!sahabat macam apa yang tega berbuat sesuatu di belakang sahabatnya tanpa lo ngasih tau gue..!tanpa lo minta persetujuan dari gue padahal semua yang lo lakuin itu bersangkutan sama kehidupan gue..!!"


"lu kerja sama ama Adrian...!lu jadi mata mata buat dia..!lo juga terlibat dalam pembunuhan paman gue...dan gue nggak tau tentang semua itu...!lo mikir nggak gimana perasaan gue..!!gue kayak orang bego' Dan...!gue kayak orang bego' yang seolah olah nggak bisa berbuat apa apa bahkan untuk diri gue sendiri..!!" ucap Zev meluapkan segala uneg unegnya.


Jordan menghela nafas panjang....


"Zev bukan gitu maksud gue...."


"trus apa maksud lo...!apa...!!!" ucap Zev sambil mendorong tubuh Jordan.


"Zev....gue ngelakuin itu demi lo...!!kalau lo tanya ama gue kenapa gue nggak ngasih tau lo soal ini...ya karena ini salah satunya...!!" ucap Jordan tak kalah ngegas sambil merentangkan tangannya di akhir kalimat.


"karena lo terlalu labil...!lo nggak punya pendirian...!lo terlalu gampang kemakan omongan orang...!!!"


"gue sengaja ngasih semua info tentang lo dan Dave ke Adrian karena gue nggak mau lo terus terusan ke iket sama paman lo itu..!karena gue mau lo bebas dari dia...!!"


"Zev...dari awal gue udah sering bilang sama lo..paman lo tuh nggak bisa dipercaya...!dia tuh busuk...!makanya gue pengen lo bebas dari dia agar dia nggak manfaatin lo terus terusan..!!"


"dan terbukti kan...semua foto dan Vidio di lap top Nora udah cukup membuktikan...seperti apa Dave yang sebenarnya..!lo cuma tumbalnya...!lo cuma alatnya...!!"


"sekarang lo coba pikir deh....kalau hari ini Dave masih hidup...apa lo yakin Nabila masih bisa datang ke rumah ini dengan selamat?sedangkan dia pernah mencoba mencelakai keluarga Adrian berkali kali..!"


"gue tau apa yang Adrian lakuin itu salah...gue tau lo kecewa ama dia,ama gue,dan yang lainnya...tapi coba sekali aja....lo lihat sisi positifnya...!lo bebas sekarang...Nora bebas sekarang...bahkan dia udah nemuin jalan yang bener...itu semua karena siapa.....Adrian..!"


"Nora itu juga korban...sebelum kedatangan lo dan hasutan dari Dave...hidup dia dan mamanya bahagia...walaupun dia emang udah dari sononya salah didikan..tapi dia nggak seliar saat setelah kenal sama lo dan Dave...!"


Jordan menghela nafas panjang....


Zev hanya diam tak bereaksi....


"lo mau marah ama gue....silahkan...mau marrah ama Adrian...silahkan...tapi tolong....jangan libatin Nabila lagi...dia nggak tau apa apa..."


"jangan sampai kejadian yang dulu terjadi sama kalian...sekarang terjadi lagi....dia nggak tau apa apa dan lo nggak perlu libatin dia dalam emosi yang labil ini" ucap Jordan panjang lebar.


"temuin dia" ucapnya lagi kemudian pergi dari kamar itu meninggalkan Zev yang masih mematung tak bergerak.


...----------------...


***UP 18:24

__ADS_1


YUKK...


KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰***


__ADS_2