
Beberapa hari kemudian....
Dihalaman belakang sebuah rumah mewah milik keluarga Adrian Tama...
Sepasang suami istri tengah duduk di atas tikar di bawah pohon yang cukup rindang.Sang istri nampak menyandarkan kepalanya di pundak sang suami sambil menatap kedua putra putrinya yang terlihat asyik bermain sepak bola sambil sesekali bercanda riang.Tak terasa,cepat sekali mereka tumbuh besar.Rasanya baru kemarin Adinda mengandung dan Adrian yang merasakan ngidam bahkan sampai mules mulesnya pun pria itu yang merasakan.Tapi hari ini,kedua anak itu sudah beranjak dewasa.Bahkan besok,Nabila sang anak pertama akan pergi terpisah dengan mereka menuju ke kota kelahiran Adinda untuk melanjutkan kuliah disana.Berat...sudah pasti.Mereka tak terpisah jauh sebelum sebelum ini membuat Adrian dan Dinda seolah tak ikhlas melepas Nabila pergi.
Nabila dan Angkasa selesai dengan aktifitas main bolanya.Angkasa mendekati kedua orang tuanya terlebih dahulu lalu meraih botol minum disana dan menenggaknya.Nabila mendekat.Ia kemudian merebahkan tubuhnya dengan kepala yang ia letakkan dipaha Adrian.
"manja banget lu....main bola gitu doang langsung rebahan" ucap Angkasa.
"berisik lu..." ucap Nabila.
Angkasa selesai dengan minumnya,is kemudian mendekati mamanya dan ikut merebahkan diri di pangkuan Adinda.
"heellleehh....ngatain gue lo!sama aja lo..!dasar Angsa..!"
"burung Ababil lu...!"
"sekali lagi ngatain gue burung Ababil gue lemparin lo pake kerikil neraka...!"
Keduanya pun tergelak.Adinda dan Adrian hanya menggelengkan kepalanya mendengar celotehan kedua putra putrinya ini.
"besok berangkat jam berapa kak?" tanya Adinda.
"agak siang ma...jam sepuluhan" ucap Nabila.
Angkasa mengangkat kepalanya
"kak Nabil jadi kuliah di luar kota?" tanya Angkasa.
Nabila tak menjawab,ia hanya menggerakkan kedua alisnya pertanda mengiyakan.
"kenapa?"
"karena gue suka.." ucap Nabila santai.
"kenapa nggak disini aja?!" ucap Angkasa sewot.
"lu kenape?suka suka gue lah...!"
"kuliah tuh nggak usah jauh jauh kak...!diculik orang lo..!" ucap Angkasa kesal.
"bilang aja lo nggak mau jauh jauh dari gue..!takut kangen kan lo..?!"
"idih maless....kangen ama lo..?yang ada gue seneng ya lo pergi...jauh jauh sono..!nggak usah balik sekalian..!!"
"adek....nggak boleh gitu ah sama kakak" ucap Adinda lembut sambil membelai rambut sang putra di pangkuannya.
"emang ngeselin nih ma jadi bocah..nggak sopan ama orang tua..!!" ucap Nabila sambil menarik beberapa helau rambut Angkasa di akhir kalimat nya.
"aaahh....sakiiitt...!!!mamaaa...." ucap Angkasa merengek.
"ngaduuuu....!!dasar lo bocah..!!lakik dikit napa sih lo...!cengeng banget jadi laki laki...!"
"gue nggak cengeng ya..!" ucap Angkasa ngegas.
"iye nggak cengeng...!cuma manja..!laki nggak ada sangar sangarnya lo...!lebih macho an gue dari pada lo" ucap Nabila.
"lu aja yang nyalahin kodrat...!jadi cewek nggak ada lembut lembutnya..!pantesan aja lo nggak laku laku..!cowok cowok tuh bakalan takut duluan mau deket deket ama lo tau nggak!" ucapnya.
"eh....lu denger ya....gue tuh bukannya nggak laku Angsa..!tapi gue tuh selektif...!gue harus milih yang bener bener cocok buat gue...!yang lebih macho dan lebih garang dari gue...!jangan sampe cewek se istimewa gue dapetnya cowok cowok manja modelan kayak elu..!"
"halaahh....nggak akan ada kak cowok yang kayak gitu...lu mah tampilan doang cewek...dalemnya laki banget...!buru buru cari pacar sono..!keburu tua lu..!"
"apaan sih lo anak kecil sok tau banget..."
"udah....bisa nggak sih kalian sehari aja nggak ribut...pusing papa dengernya!" ucap Adrian.
__ADS_1
"kak Nabil tuh rese banget..!"
"lu yang ngeselin..!"
"udah....!!" ucap Adrian lagi dengan suara yang lebih tegas membuat kedua saudara yang sebenarnya tak sedarah itu terdiam seketika.
"udah waktu sholat...ambil wudhu kita sholat sekarang..." ucap Adrian.
"iya pa..." jawab keduanya.
Angkasa dan Nabila pun bergegas pergi dari tempat itu untuk mengambil wudhu dan bersiap untuk menjalankan ibadah sholat dzuhur berjamaah.
"mas..." ucap Adinda.
"ya..."
"kamu yakin ngizinin Nabil kuliah di luar kota?" tanya Adinda.
Adrian menghela nafas panjang...
"mau gimana lagi...anaknya ngeyel..." ucapnya.
"Nabil udah gede Din....aku yakin dia bisa jaga dirinya sendiri.Lagian disana kan juga ada Farhan...dia pasti juga ikut ngawasin Nabil" ucapnya.
"iya sih..." ucapnya.
Adrian menatap dalam wajah Adinda yang tertunduk
"kamu kenapa?" tanyanya.
"mereka cepet banget dewasanya mas...padahal baru kemarin mereka lari larian sebagai anak kecil..." ucapnya
Adrian tersenyum,ia kemudian merangkul pundak Adinda.
"mereka makin dewasa,dan kita makin tua.." ucapnya.
"kamu aja yang tua...aku mah nggak" jawabnya cuek kemudian bangkit meninggalkan tempat itu.
Adrian terkekeh..ia kemudian ikut bangkit dan mengikuti langkah sang istri.
...****************...
Malam menjelang....
Di sebuah kamar yang identik dengan atribut bola berlogo singa.Nabila sedang sibuk menata baju bajunya di dalam sebuah koper yang akan ia bawa ke kota kelahiran ibundanya besok.Nabila nampak sibuk dengan baju bajunya.Ia pun mengeluarkan beberapa lembar pakaian dan beberapa sendal dan sepatu dari dalam lemarinya.Saat ia mulai mengeluarkan sneakers sneakers nya tiba tiba....
"sendal siape nih?dekil banget??" ucapnya sambil memegang sebuah sendal hello kitty pink berukuran kecil yang bisa dipastikan milik seorang anak kecil yang ia temukan terselip di antara sepatu sepatu dan sendalnya yang tak seberapa banyak.
"apa punya gue dulu ya?" monolognya dengan raut wajah berfikir.
"buset....jelek banget lagi sendalnya...yang satu kemana ya?" ucapnya lagi sambil celingukan mencari sebelah sendalnya.Tapi tak ketemu.Cuma ada satu.
Nabila mengankat bahunya,
"ya udah lah...nggak penting juga.." ucapnya kemudian berjalan menuju kotak sampah berniat untuk membuang sendal tersebut namun tiba tiba...
"eh jangan di buang deh...mayan buat mengenang masa kecil gue yang menggemaskan.." ucapnya sambil senyum senyum sendiri.Ia kemudian melempar ringan sendal tersebut ke dalam ranselnya berbaur dengan barang barang pribadinya yang lain.
Nabila selesai packing.Ia kemudian meletakkan kopernya di lantai di samping ranjang.
ceklekkk....
pintu kamar terbuka...
Adinda masuk ke dalam kamar sang putri dengan seutas senyum di bibirnya.
"mama.." ucap Nabila.
__ADS_1
Adinda mendekat.Dilihatnya koper yang sudah tertata rapi disana.
"nggak ada yang ketinggalan?" tanya Adinda.
"nggak ada kok ma....udah ada semuanya.." ucapnya.
Adinda mengangguk sambil tersenyum.Wanita yang masih terlihat cantik itu mendekati lemari pakaian milik sang putri.Lalu mendongak menatap ke tumpukan kain yang berada paling atas.
"kamu nggak bawa mukena kak?" tanya Adinda.
Nabila nyengir sambil menggaruk garuk kepala belakang nya yang tak gatal.
"lupaakk..." ucapnya.
Adinda menghela nafas..
Ia kemudian meraih satu set mukena lengkap dengan sajadahnya dan menyerahkan nya pada sang putri.
"mama sama papa nggak bisa jaga kamu sekarang kak....siapa lagi yang bisa jaga kamu selain Allah dan diri kamu sendiri..." ucap Adinda membuat Nabila kikuk.
"iya ma..." jawabnya.
Wanita tiga puluh tiga tahun itu mendekati rak di samping lemari dan mengambil Al Quran serta tasbih.Ia duduk di samping Nabila lalu meletakkan benda benda suci itu di atas pangkuan sang putri.
"ini lebih penting dari semuanya kak..." ucap Adinda lagi.
"iya ma...." jawab Nabila lagi.
"dah...sekarang kamu masukin ini semua,abis itu tidur..."
"iya ma...."
Adinda menatap dalam wajah sang putri.
"kak...."
"ya..."
"makasih ya...kamu mau nemenin nenek di hari hari tuanya..." ucap Adinda.
"tolong jaga nenek ya.."
Nabila tersenyum,
"iya ma...biar gimanapun juga nenek itu neneknya Nabil...Nabil akan jaga nenek dengan baik" ucapnya.
Adinda Mengusap lembut rambut Nabila
"makasih banyak kak..."
"iya ma..."
"ya udah...tidur..udah malem..." ucapnya.
Adinda mendekatkan wajahnya pada wajah sang putri lalu mengecup kening gadis itu lembut.
"selamat malam sayang.." ucapnya.
"selamat malam ma..." jawab Nabila.
Adinda pun pergi dari tempat itu meninggalkan sang putri .
...----------------...
***YUKK....KASIH DUKUNGAN YANG BANYAK YUKK...
KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA DONG....🥺🥺🥺🥺🥺***
__ADS_1