Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story30


__ADS_3

..........


Mobil itu terus melaju menyusuri jalan pintas yang Bryan tunjukkan pada sang pengemudi,Adrian.Laki laki itu sudah tak mengucap sepatah katapun sedari tadi.Fikirannya kini hanya tertuju pada putri malangnya.Entah bagaimana nasibnya sekarang....


Sedangkan Adinda.Wanita berhijab itu tak henti merapalkan doa untuk sang putri.Meskipun ia tak tau apa yang ada di dalam isi kepala Adrian saat ini tapi bisa ia pastikan bahwa mungkin saat ini Nabila sedang tidak baik baik saja.


Mobil berwarna hitam itupun sampai di depan sebuah bengkel berpelataran luas yang terlihat sepi.Adrian turun dengan mata mengamati bangunan berlantai tiga itu.Dilihatnya disana,pagar warna merah setinggi dada orang dewasa itu tergembok rapi seolah bangunan itu kosong lantaran saat ini para pekerja sudah berada di rumah masing masing.


"di gembok om..." ucap Bryan.


Pemuda itu kemudian menelisik ke arah pintu berbahan aluminum yang terlihat tertutup disana.Begitupun Adrian.


Hingga.....


pandangan kedua anak manusia beda usia itu tertuju pada kunci gembok yang tergantung disana.Kedua pasang mata itu membola secara bersamaan..!Pintu itu tertutup..!tapi tidak di gembok dan dikunci..!!


"Nabil..!!" ucap Adrian menggebu.Laki laki itu segera memanjat pagar merah itu di susul Bryan.


"Bryan..!masuk duluan ke dalam..!cari Nabila..!!" ucap Adrian.


"baik om" jawab Bryan kemudian berlari dengan cepat masuk ke dalam bengkel itu.Sedangkan Adrian membantu Dinda untuk memanjat pagar besi tersebut.


Bryan menyalakan senter pada ponselnya sebagai alat penerangan lantaran saat ini kondisi bengkel sangat gelap.Bryan memanggil manggil nama Nabila.Berharap wanita itu menyahut panggilannya.


Adrian dan Dinda menyusul


"kak...!Nabil...!!kamu dimana kak?!" ucap Adinda panik.


Ketiga manusia itu berpencar mencari keberadaan Nabila.Adrian naik ke tangga menuju lantai tiga bersama sang istri.Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah.Sebuah tempat luas dimana ada satu set sofa lengkap dengan bangku rendah disana.Pencahayaannya redup,dipenuhi ornamen ornamen bernuansa vulgar serta sebuah gambar kepala serigala yang cukup besar tergambar di dinding,dengan hanya ada satu pintu menuju sebuah ruangan disana.Mata milik Adrian menajam.Sebuah gambar kepala serigala yang dilukis dengan cat warna merah terpampang jelas pada pintu kayu bercat coklat itu sama persis seperti yang tergambar di dinding.Ia hafal gambar itu..!


Bryan datang....


"di lantai dua nggak ada om" ucap Bryan.


Adrian tak menjawab.Dadanya terlihat naik turun menatap pintu kayu disana.Bryan pun mengikuti arah pandang Adrian.


deeggghhh....


.


.


.


.


.


.


.


Gambar itu?seperti......................


Bryan belum selesai dengan lamunannya,Adrian sudah melangkah mendekati pintu tersebut dengan raut wajah garang nan mengerikan.


daaaaarrrrrrrrrr..............


.


.


.


.


.


Adrian menendang pintu itu dengan sangat kerasnya membuat benda yang terbuat dari kayu itupun terbuka dengan paksa.


"astagfirullah haladzim..!!Nabiiiiilll.....!!!!!" pekik Adinda histeris.


Dilihatnya di sana sang putri tengah tertidur dalam pelukan laki laki yang ia kenal itu adalah bos Nabila.Keduanya berpelukan di bawah selimut dalam kondisi setengah tela*jang.Dapat ia lihat,tubuh keduanya di penuhi tanda tanda merah keunguan yang bertaburan di area leher hingga dada mereka.


Zev terjingkat kaget.Bagaimana bisa mereka mengetahui keberadaan nya?!bukankah ia sudah membuang ponsel Nabila?harusnya kan Adrian tidak.bisa menemukannya??


Bryan menatap buas pria yang kini hanya mengenakan boxer itu.


"bang***...!!" umpatnya murka.


Bryan menghampiri laki laki itu.


Buuuuggghhhhh...


sebuah tinjuan mendarat di pipi Zev.Sungguh...ia benci dengan laki laki seperti ini.Mengingatkannya pada masa lalu nya yang membuat ia dan ibunya selalu hidup dalam tekanan dan penderitaan.


Zev tersungkur jatuh ke lantai.Sementara Adinda berlari mendekati sang putri lalu mencoba mengenakan kembali pakaian Nabila yang tercecer di lantai.


"bangun...!!!!" ucap Bryan menggebu gebu.


Zev tertawa sinis sambil mencoba bangkit.


"siapa lo?berani beraninya lo mukul gue??" tanya Zev.


"nggak penting gue siapa...yang jelas gue nggak suka sama laki laki yang suka semena mena sama perempuan..!!!" ucap Bryan murka.


Zev tersenyum sinis.Ia yang setengah telanjang pun mendekatkan tubuhnya pada Bryan lalu dengan cepat mencengkeram kerah kaos laki laki itu.

__ADS_1


"trus mau lo apa hah???lo berani sama gue??lo nggak tau siapa gue..???!!!!!" ucap Zev ngegas dengan kedua bola mata melotot bak ingin keluar dari tempatnya.


Bryan tersenyum sinis.Ia menghempaskan cengkeraman tangan Zev pada kerah kaos nya lalu mendorong tubuh laki laki itu dengan penuh emosi.Ia memang belum mengenal Nabila dengan jauh,tapi ia benci laki laki seperti ini.Ia yakin..Bryan adalah laki laki yang ia lihat di stadion tadi,membawa Nabila yang sedang tidak baik baik saja ke bengkelnya lalu berbuat hal tak senonoh pada wanita itu.


"gue nggak perlu tau siapa lo...sekarang jawab gue... APA YANG UDAH LO LAKUIN KE NABILA...!!" Ucap Bryan membentak tepat di wajah Zev.


"gue nggak ngelakuin apa apa?dia sendiri yang datang ke gue...dia yang menginginkan ini..." ucap Zev enteng.


Bryan makin mengetatkan giginya.Adinda mengembun mendengar ucapan anak muda itu.Tega sekali dia bicara seperti itu.Nabila tidak mungkin melakukan hal seperti itu bukan.


Zev tersenyum sinis.Ia menepuk pundak Bryan lalu merapikan kaos Bryan yang sudah rapi itu


"lo nggak tau siapa perempuan yang lo bela man..!" ucap Zev meremehkan.


"maksud lo apa?" tanya Bryan dengan suara dingin.


"Nabila itu perempuan terhormat bang***..!dia terlahir dari keluarga baik baik....!“ ucap Bryan dengan raut wajah yang terlihat murka.


Zev tersenyum sinis..


" keluarga baik baik"ucapnya dengan tawa sumbang.


"tau apa tentang keluarga yang baik dan keluarga yang buruk??" ucap Zev.


Pemuda itu menatap Adinda dan Adrian bergantian dengan tatapan sinis.


"mereka??mereka yang lo bilang baik??!haah....?!!!!TAU APA LO TENTANG KELUARGA BAIK DAN BURUK...!!!" ucap Zev tak terkontrol sambil mendorong tubuh Bryan.


"anj*ng...!!" ucap Bryan murka


Perkelahian pun terjadi antara dua anak manusia itu.Keduanya saling pukul seolah tak mau kalah satu sama lain.Ketika keduanya tengah sibuk bertarung...


"CUKUP...!!!!!!!"


suara itu menggema memenuhi ruangan.Itu suara dari laki laki dengan tatapan tajam dan raut wajah yang sulit di artikan yang sedari tadi hanya diam tak berekspresi menyaksikan segala kekacauan yang terjadi di ruangan ini.Dengan tatapan mata lurus kedepan,dua tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana,laki laki itu berucap tanpa menoleh,namun suara lantangnya dapat membuat dua pemuda yang tengah asyik berjibaku disana diam.


Adrian hancur melihat kondisi sang putri.Ada rasa bersalah,emosi,sakit hati,tak terima,benci,marah,semua bercampur jadi satu.


"Bryan....keluar...bawa Nabila dan tante mu menunggu di mobil" ucap Adrian tanpa menoleh.


"tapi om..."


"Keluar..!" ucap Adrian dengan suara tegas.


Bryan bangkit.Ia menatap penuh kebencian pada Zev yang masih tersungkur dilantai.Pemuda itu kemudian mendekati Nabila dan Dinda.Ia lantas membopong gadis yang masih belum sadarkan diri itu keluar dari kamar tersebut di ikuti Adinda di belakangnya.


Seperginya Bryan,Nabila dan Adinda.....


Kini hanya ada Adrian dan Zev diruangan itu.


Adrian masih diam seribu bahasa dengan posisi yang sama.Raut wajahnya tak terbaca,entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.


"apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Zev dingin.


"gunakan pakaianmu..!tutup auratmu..!agar kau terlihat selayaknya manusia baik baik...bukan baji**an sepertiku" ucap Adrian dibarengi menoleh ke arah Zev dengan tatapan mata yang sulit di artikan.


Bukan emosi,bukan benci,bukan marah,tapi sorot mata itu berhasil membuat Zev tersentak hatinya.


Laki laki itu memungut pakaian pakaian Zev yang tercecer di lantai.Ia kemudian berjalan mendekati pemuda itu dan menyerahkan pakaiannya.


"pakailah....kita perlu bicara" ucap Adrian kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Zev terdiam.Kenapa laki laki itu terlihat begitu tenang.Bukankah ia harusnya murka dan menghajarnya habis habisan.Mungkinkah ini tak tiknya?


Zev segera mengenakan pakaian nya.Ia harus hati hati.Adrian mungkin akan menghabisinya hari ini.


Zev meraih sebuah pistol dari dalam laci nakas yang berada di samping ranjang.Putra pertama James itu kemudian bergegas keluar dari dalam kamar itu dan menuju ke ruangan luas di lantai dimana Adrian sudah menunggu.


Ceklek.....


pintu kamar terbuka.Zev menatap angkuh ke arah musuh yang sudah lama ia incar nyawanya.Mungkin malam ini,salah satu dari mereka akan binasa.Adrian menatap Zev,lagi lagi...tatapan itu sulit untuk di artikan oleh anak James tersebut.


Entah apa yang ada di dalam kepala Adrian saat ini.


Zev melangkah mendekati laki laki itu dengan perasaan awas.Ia kemudian menghentikan langkahnya tepat di hadapan laki laki empat puluh empat tahun tersebut,hanya terpisah bangku persegi panjang rendah diantara mereka.


Adrian menghisap rokoknya lalu membuang asapnya.Ia mengangkat tangannya,mempersilahkan Zev untuk duduk di salah satu sofa disana.


Zev masih awas.Dengan hati hati ia duduk di sofa single di sisi sebelah kiri bangku rendah itu.


Adrian menghisap rokoknya lagi.


Tatapan matanya menerawang jauh kedepan.Kini sedikit terlihat sorot mata bermakna kesedihan di sana.Entah mengapa,Zev bergetar melihat itu.


"apa kabar....Zev?" tanya Adrian yang sukses membuat Zev terkejut.


Adrian mengenalinya?bagaimana bisa?mampus..!!


Zev mencoba tetap tenang.


Lagi....Adrian kembali menghisap rokoknya....


"bertahun tahun aku mencarimu...ternyata Tuhan mempertemukan kita ditempat ini...apa kabar nak?" tanya Adrian.


Zev tak menjawab.Apa maksudnya ini?untuk apa dia menanyakan kabarnya?


Adrian tersenyum,manis...namun terlihat pilu.

__ADS_1


"apa maumu?" tanya Zev dingin.


Adrian tersenyum...


"bukankah harusnya aku yang bertanya...apa yang kau mau dariku?" tanya Adrian tenang,aura positif dengan sikap yang terlihat begitu bijaksana terpancar dari dirinya.


"kau menginginkan nyawaku?atau kehancuranku?" tanyanya lagi seolah sudah bisa membaca isi otak Zev.


Adrian menghela nafas panjang.Ia kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa dengan tatapan mata yang kembali menerawang jauh ke depan.


"Zev....tujuh setengah tahun aku mencoba menemuimu di perjara,tapi kamu tidak pernah mau menemuiku...Setelah kebebasanmu...aku masih berusaha mencarimu,aku ingin menemuimu...aku..........." ucapan Adrian dipotong oleh Zev


"untuk apa?untuk menertawakanku?untuk menunjukkan bagaimana bahagianya kau dan keluarga mu sekarang??!" ucap Zev dengan mata mengembun.


"puas kau Adrian?puas kau membuat hancur keluarga ku??kau membunuh ayahku...!kau menculik ibu dan adikku...!kau merusak kebahagiaanku...!KAU MENGAMBIL SEMUA YANG KU PUNYA...!!KAU BAJI**AN...!!" ucap Zev meledak.Dengan cepat ia bangkit dan menodongkan pistolnya ke arah Adrian.


Adrian tetap tenang.Zev dikuasai emosi.Dadanya naik turun.Tatapan matanya nyalang mengisyaratkan duka yang begitu perih akan kisah hidupnya yang begitu memilukan.


Adrian bangkit.Pistol masih di arahkan ke tubuh Adrian.


Ayah angkat Nabila itu kemudian tersenyum...


"arahkan tepat ke jantungnya jika kau ingin musuhmu mati dalam sekali tembakan nak..." ucap Adrian tenang.


Zev makin dibuat tak mengerti.Apa yang ada di otak pria ini sebenarnya.


Adrian meraih lengan kekar Zev.Ia mengarahkan pistol di lengan yang begitu kaku itu tepat ke posisi jantungnya.


"jika kau menginginkan nyawaku untuk menebus kematian ayahmu...maka lakukan sekarang" ucapnya dengan tatapan mata tegas membuat Zev tak bergemingbergeming dengan posisi masih menodongkan pistolnya ke arah Adrian.


"tapi...aku berpesan padamu...jika aku mati...aku titip Nabila padamu...jaga,rawat,lindungi,dan beri dia kasih sayang yang sama seperti yang aku berikan padanya semasa hidupku...dia bukan anak kandungku nak....dia anak angkatku....tapi dia juga adalah pemilik saparuh dari bagian hidupku.." ucap Adrian.


degghhh.....


Zev mematung....


Nabila bukan anak kandung Adrian?benarkah?


"jika kau menginginkan kehancuranku...maka kau berhasil sekarang.Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi orang tua,selain melihat anak..yang dia rawat sepenuh hatinya,sepenuh jiwanya...rusak...hancur...karena kebodohannya sendiri..." ucap Adrian dengan suara bergetar.


Sungguh...hati nya hancur saat ini melihat gadis kecil yang dulu ia tolong,dengan niat ingin menjaga dan melindunginya,justru kini hancur di depan matanya karena ulah laki laki yang merupakan musuhnya sendiri.Ia menyalahkan dirinya sendiri.Ia menyalahkan masa lalu nya.Kebeja*an dan kebengisannya di masa lalu ternyata membawa dampak bahkan hingga belasan tahun kemudian.


Apakah karma itu masih berlanjut hingga kini?


"Zev....jika kau berkata bahwa aku yang membunuh ayahmu...maka itu adalah benar....aku membunuh James...karena dia terlebih dulu membunuh kakekku,dan berusaha mencelakai istriku.." ucap Adrian


"bohong" jawab Zev dingin dengan tatapan mata nyalang,merah dan mengembun.


"jika kau berkata aku menghancurkan keluarga mu...maka itu benar...aku memang melaporkan semua yang aku tau tentang sindikat keluarga mu pada polisi untuk kebebasanku"


Zev menggelengkan kepalanya samar.Entah...bagaimana perasaannya saat ini.


"tapi jika kau mengatakan...bahwa aku menculik ibu tiri dan adikmu...maka itu salah..!aku tidak mengenal mereka..!aku tidak pernah menyentuh mereka..!aky tidak pernah mengusik keluarga mu ,sebelum ayahmu yang mengusik ketenanganku..!"


"BOHONG...!!DIAM KAU BANG*AT.....!!“Ucap Zev murka dengan dada naik turun.


Adrian pembohong...!bukan ini yang pamannya katakan padanya.Adrian pasti mengada ada..!dia membuat drama agar seolah olah ia yang menderita..!!iya....pasti seperti itu..!pikir Zev.


" aku sudah mengatakan yang sebenarnya nak....bunuh aku jika kau belum puas...tapi sekali lagi aku mohon....jangan usik keluarga ku setelah kepergian ku...aku titip Nabila...karena aku yakin...kau orang yang tepat untuk menjaga dia..."ucap Adrian tenang.


Zev menggelengkan kepalanya samar...


"kau pembohong Adrian..!!kau penipu...!!apa yang kau ucapkan semua ini tidak benar..!!!kau lah penjahat itu...!!kau yang menghancurkan hidupku...!!!" ucap zev makin tak terkontrol.


Dengan ujung pistol yang masih terarah ke dada Adrian,Zev menatap bengis ke arah Adrian.


"bunuh aku agar kau puas Zev.....lakukan....aku ikhlas jika itu bisa membuatmu tenang...bukankah ini yang kau mau?kehancuranku dan nyawaku..!Aku sudah didepanmu..lakukan apa yang ingin kau lakukan" ucap Adrian seolah menyerahkan tubuhnya untuk di bunuh.


Zev menunduk.Ia menangis.Pikirannya menjadi kalut.Ia tak bisa melakukan ini.Ada apa ini?bukankah ini saat yang tepat untuk melakukan misi balas dendamnya?


Adrian sudah menyerahkan dirinya...


Ada apa dengan Zev?kenapa ia begitu lemah??


pistol terlepas dari tangannya,jatuh ke lantai marmer yang dingin di sana.Zev ambruk terduduk di lantai.Ia lemah di depan musuhnya sendiri.


Adrian tersenyum.Ia meraih pistol Zev dan meletakkan nya di atas meja.


"kau tau kemana harus mencari ku jika kau sudah siap untuk mengambil nyawaku nak..." ucap Adrian.


Laki laki itu mendekati tubuh Zev yang terduduk


"jaga dirimu baik baik nak..." ucapnya.


Laki laki itu tersenyum,tebakannya benar,Zev ini masih labil.Bocah ini sebenarnya baik,hanya kurang pemahaman.Kalau dia memang bengis,harusnya ia sudah memanfaatkan kesempatan emas yang Adrian berikan.Namun nyatanya,ia lemah,ia tak mampu untuk melakukan pembunuhan malam ini.


Adrian tau sekarang...ia hanya perlu merangkul Zev,mendekatinya dan memberikan pengertian.


Adrian kemudian pergi meninggalkan tempat itu.Meninggalkan Zev yang terlihat kacau.


Ini tidak seperti yang Zev bayangkan.Ini sangat jauh berbeda....sangat jauh...


Kenapa jadi seperti ini?kenapa ia merasa,Adrian adalah sosok yang tak seburuk yang paman nya katakan?


Zev bingung...laki laki itu seolah dibuat plin plan oleh semua ini.


...----------------...

__ADS_1


YUKK....KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰🥰


__ADS_2