Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
40


__ADS_3

"tolong.....!!!"


wanita itu terus meronta ronta meminta tolong saat para pemuda mabuk itu membawa tubuhnya ke semak semak disana.Adinda semakin histeris saat para pria itu melempar tubuhnya hingga tersungkur di tanah yang ditumbuhi rerumputan itu.


"ampun bang....jangan...hikss..."


"jangan nangis sayang....kita nggak jahat kok.." ucap salah satu pria itu.


Adinda menjerit saat para pria itu mulai mendekat dan dengan tidak sopan mulai menyentuh tubuh mungil itu,tiba tiba.....


bugghhh......


Salah seorang pria itu jatuh tersungkur saat mendapat tendangan dari seseorang dari arah belakang.Dua temannya pun menoleh,begitu juga Adinda.


"Joddy...." ucap Adinda sambil menangis.


Alhamdulillah....dalam hatinya wanita itu tak henti mengucap syukur.Pria itu datang di saat yang tepat.


"lepasin dia" ucap Joddy dingin.


Para pemuda itu bangkit.


"siapa lo?"


"orang yang akan mengirim kalian ke neraka" ucap Joddy


"bang***...!"ucap si pria mabuk itu.


Dan...aksi perkelahian pun terjadi.


Adinda meringsut mundur dengan penuh ketakutan.Ia tak berani menyaksikan adegan kekerasan itu.


Cukup lama aksi saling serang itu terjadi.Ketiga preman itu pun lari terbirit-birit setelah Joddy berhasil membuat mereka babak belur.


Pria delapan belas tahun itu mendekati Adinda yang nampak tertunduk menyembunyikan wajahnya di antara kedua belah pahanya tersebut.Joddy berjongkok di samping Dinda,ia menyentuh pundak Adinda yang naik turun karena isak tangisnya,membuat Adinda yang ketakutan itu terjingkat kaget.


"ini gue..." ucap Joddy.


"Jodd....hikkss...." ucap Adinda menangis.Wanita yang tengah ketakutan setengah mati itu langsung menabrakkan dirinya ke tubuh Joddy.Sungguh...yang Dinda butuhkan saat ini adalah perlindungan.Ia merasa sangat ketakutan.Ia tak pernah keluar malam sendirian seumur hidupnya.Joddy dengan ragu ragu menggerakkan tangannya mendekap tubuh Adinda yang gemetar.


"tenang...lo aman sekarang.." ucap Joddy lembut.Adinda tak menjawab,ia menumpahkan seluruh air matanya dalam dekapan pria itu.


Sementara di tempat lain....


Adrian sudah sampai di rumahnya.Pria gila,stress,sinting,be**,jahat,kejam,bengis,dan keji itu🤬 nampak mondar mandir di ruang tamunya.Pikirannya kacau.Inj sudah lewat setengah jam,tapi Adinda belum muncul juga.Kemana wanita itu?!


"Farhan...kenapa Dinda belum pulang?!"


Farhan hanya menunduk tak menjawab.


"anda juga aneh tuan....wanita itu tidak pernah keluar rumah,kenapa anda turunkan di tengah jalan"


"apa kau bisu sekarang?!" tanya Adrian dingin.


"maaf tuan...." ucapnya.


Adrian tak menjawab.


"lebih baik,kita suruh anak buah untuk menjemput nona Dinda tuan,takutnya......."ucapan Farhan terhenti saat Adrian secara cepat memotong ucapannya.


"lakukan sekarang!cepat....!!" ucap pria itu lantang

__ADS_1


"baik tuan" ucap Farhan lalu pergi untuk memerintahkan beberapa anak buahnya agar mencari istri kecil sang bos mafia.


Adrian mengusap wajahnya kasar.Dia yang memang sudah gila kini dibuat jadi semakin gila.Entahlah....saat ia mendengar percakapan Adinda dan kakeknya Adrian mendadak naik darah.Ia tak suka masa lalunya di ungkit ungkit.Ia tak suka jika nama ibunya kembali disebut sebut.


"ini salahmu Dinda!kenapa kau begitu ingin tau tentang masa laluku?aku tidak suka jika ada orang yang mengusik kehidupan ku...!apalagi masa laluku...!!"monolog nya.


Tuh kan.....salah paham lagi.Padahal kakeknya kan yang pengen cerita?Dinda mah diceritain boleh,nggak juga nggak apa apa😒kezell deh gueehh.Apa apa selalu menyimpulkan sepihak.


...****************...


Sementara itu ditempat lain...


Joddy dan Adinda tengah berada di sebuah taman di kota itu.Adinda yang masih sesenggukan sesekali menyeruput minuman dalam plastik yang Joddy belikan.Joddy menatap iba pada wanita itu.Kasihan sekali dia.Wanita malang malam malam begini lontang lantung di pinggir jalan tanpa uang sepeserpun.Adinda sesekali mengusap lelehan air mata yang membanjiri pipi mulusnya.Jahat sekali laki laki itu.Apa salahnya?bukankah mereka baik baik saja tadi.Ia selalu menuruti apapun ucapan Adrian.Tapi kenapa ia dilempar ke pinggir jalan?Dinda kira Adrian sudah berubah,ternyata tidak.Ia masih sama saja.


" gue antar lo pulang ya..."ucap Joddy.


Adinda nunduk.Pulang kemana?dia aja nggak tau alamat pasti rumah Adrian.


"Din...." ucap Joddy sambil menyentuh pelan pundak Adinda membuat wanita itu terjingkat kaget.


"eh....iya...."


"alamat lo dimana?gue anterin lo" ucap Joddy.


"nggak usah Jod....aku pulang sendiri aja"


"setelah kejadian kek tadi lo masih pengen pulang sendiri ?lo yakin?"


Adinda menunduk.Ia sebenarnya juga takut.


"alamat lo dimana?"


"Din...."


"aku nggak tau..." ucapnya lirih.


"whatt....??!!" ucap Joddy tak percaya.


"alamat rumah sendiri lo nggak tau??"


Adinda menunduk.


Joddy menghela nafas panjang.Ia kemudian menatap tajam pada wanita itu.


"gue boleh nggak sih nanya serius sama lo?!" tanya nya.


Adinda menoleh ke arah Joddy.


"sebenarnya lo tuh siapa sih Din...?lo tuh banyak banget teka tekinya...!lo tuh misterius...!sebenarnya lo tuh siapa?dan ada hubungan apa lo sama Adrian?lo bukan keponakannya kan?iya kan?lo istrinya?iya?iya kan?" tanya Joddy menggebu gebu dengan sorot mata tajam.


Adinda kembali menunduk,ia tak berani menatap mata itu.


"jawab Din...!gue tau identitas lo selama ini tuh palsu..!lo tuh siapa?!"


"Jod...." ucapnya sambil berurai air mata.Ia bingung,apa yang harus ia jawab.Ia tak berani jika harus jujur bahwa dia adalah korban penculikan dari mafia keji berkedok model itu.


"jangan nagis" ucap Joddy dingin.Sungguh,ia tak tega melihat Adinda menangis di hadapannya.


"hikkss.....maaf..." ucapnya.


Joddy menatap nanar wajah sembab itu.

__ADS_1


"apa ini juga karena Adrian?" tanyanya penuh selidik.


"Jod tolong....aku nggak bisa ceritain semua ini....hikss....aku takut...." ucapnya.


Joddy semakin iba.Wanita ini seolah punya beban tersendiri.


Joddy membuang muka,ia tak tega melihat wajah menyedihkan itu.Ia menghela nafas panjang,


"trus sekarang lo mau kemana?gue nggak akan biarin lo pulang sendirian"


Adinda menggelengkan kepalanya.Lagi lagi Joddy menghela nafas panjang.


Pria itu kemudian bangkit dan meraih tangan Adinda.


"mau kemana?"


"lo nginep dulu dirumah gue"


"tapi Jod...."


"lo nggak punya tujuan pulang Din..!masa iya lo mau disini ampe pagi" ucap Joddy.


"lo tenang aja, gue nggak akan macem macem ama lo..!gue bukan laki laki ba****an seperti suami lo...!" ucapnya.


Joddy kembali menarik tangan Adinda,mau tak mau Dinda pun menurut.Mereka bergegas menuju motor Joddy dan pergi dari tempat itu.


...****************...


Ditempat lain.....


buuuggghhh....


bugghhh....


buughhhh....


"go****....!kalian hanya mencari satu perempuan tapi nggak bisa...!!"bentak Adrian murka.


" maaf tuan...tapi nona Dinda sudah tidak ada disana"


"dia masih ada disana!!!dia nggak mungkin kemana mana...!!cari dia sampai ketemu sekarang....!!!!!!!"


daaaarrr.....


pranggg.....


"aaakkkkkkhhhhh.......!!!!!"


pyaarrr.....


Adrian kesetanan,ia menghancurkan apapun yang ada di depan nya.Matanya memerah,kedua telapak tangannya mengepal.Pria gila itu jadi makin gila.Yang ada di pikiran nya hanya Dinda...!kemana dia?apakah terjadi sesuatu pada wanita itu??


"cari istriku sampai ketemu...!jangan coba coba untuk pulang sebelum kalian menemukan nya!atau kepala kalian taruhannya" ucap Adrian dengan seringai mengerikan.


"ba...baik tuan..." ucap para anak buah.


Merekapun pergi meninggalkan tempat itu.


...----------------...


BOLEH LAH LIKE KOMEN VOTE &HADIAH YANG BANYAK.....🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2