
Di sebuah ruangan luas,
duduk bersama beralaskan karpet tebal di kediaman milik Zev.Adrian duduk bersila sambil menunduk,wajahnya terlihat tenang dan bersahaja.Sedangkan di sampingnya,Adinda nampak meremas ujung hijabnya,wajahnya terlihat begitu panik dengan bulir bulir keringat yang mulai bermunculan di pelipis dan dahinya.Begitu juga dengan Jordan,laki laki yang biasanya humoris itu kini terlihat tak bisa menyembunyikan kegugupannya.
Zev menatap Dinda dan Jordan bergantian.
"tante sama Jordan kenapa?" tanya Zev sambil mengernyitkan dahinya.Keduanya terlihat begitu aneh.
Jordan dan Dinda hanya menoleh ke arah Zev kemudian menunduk lagi,seolah tak berani berucap apapun.Biarkan semua Adrian yang mengurusnya.Mereka takut salah bicara.
Adrian menghela nafas panjang....
"Zev.....ada beberapa hal...yang ingin saya sampaikan sama kamu,dan juga Nabila" ucap Adrian.
Zev dan Nabila saling pandang untuk beberapa saat.Ada apa ini?pikir Nabila,apa mereka melakukan kesalahan?mengingat semenjak kepergian Dave,Nabila begitu sering berkunjung ke rumah sang pacar dari siang dan pulang malam setelah acara tahlil.Ia hanya ingin menemani Zev agar tak kesepian mengingat siang hari Jordan kerja.Tapi mereka tidak pernah melakukan hal aneh aneh...sumpah...!Zev sangat menghormati Nabila sebagai perempuan.Kontak fisik antara mereka paling jauh hanya pegangan tangan atau pelukan singkat,tidak pernah lebih..!
"ada apa pa...?kok tumben...kayaknya serius banget..." ucap Nabila was was.
"Zev....sebelumnya om saangat minta maaf....ada hal yang ingin om ceritakan sama kamu,yang mungkin akan membuat kamu sedikit kecewa sama om...tapi om harap....tolong kamu dengarkan dulu,semua penjelasan om,dari awal,hingga akhir...tolong jangan potong pembicaraan om agar tidak terjadi salah paham...."
"om akan menceritakan semuanya..tanpa ada yang ditutup tutupi...." ucap Adrian begitu jelas dan tenang.
Zev makin dibuat tak mengerti...
"ada apa sih om..?" tanya Zev makin penasaran.
Adrian menghela nafas panjang...
"baik....jadi gini........."
dan terbukalah kembali mulut Adrian menceritakan sebuah rahasia besar.Diawali dari kisah Jordan yang menemuinya di rumah sakit saat Angkasa di rawat akibat pukulan Zev dan berakhir dengan kejadian tragis malam itu saat Adrian lepas kontrol membunuh Dave.
Semua Adrian ceritakan tanpa ada yang ia tambahi ataupun ia kurangi.Semua ia ceritakan dengan hati hati dan dengan bahasa yang begitu jelas dan rapi.
bagaimana reaksi Zev dan Nabila?
Zev.....
Dia diam,tak berekspresi.Sorot matanya kosong.Tubuhnya bahkan tak bergerak sedikit pun.Namun mata serigala itu terlihat memerah berlapis cairan bening yang hampir tumpah.
Tragis,miris,bocah yang tak pernah mendapatkan kasih sayang sejak kecil dari orang tuanya.Usia remajanya ia habiskan di penjara,dewasa menikah dengan wanita yang lebih layak menjadi ibunya,lalu menduda,hampir seumur hidupnya menjadi tumbal ke egoisan dan dendam pamannya,dan kini ia mendapatkan satu kejutan lagi,ayah dari wanita yang sangat ia cintai,ternyata adalah pembunuh pamannya sendiri???
Zev memejamkan matanya,air matanya luruh,semua ini menghantamnya begitu tiba tiba.
Baru saja ia mendapatkan fakta fakta kebusukan Dave,kini ia mendapatkan pengakuan dari Adrian tentang pembunuhan yang laki laki itu lakukan?
Apakah ia sedih?
mungkin iya....
kaget?
pasti....
kecawa?
__ADS_1
seperti nya begitu...
pada siapa?
pada keadaan....
pada dunia dan orang orang yang seolah tak henti mempermainkannya.Ia bak orang tolol yang tak pernah mengetahui apapun.Semua orang bergerak dibelakangnya,seolah olah dia hanya lah orang bodoh yang selalu tidak dipedulikan perasaannya.
Zev menjambak rambutnya sendiri dengan kuat.Batinnya berperang.Perasaannya bercampur aduk.Kecewa...hanya itu yang ia rasakan.Ia seolah seperti tak dianggap dan dipermainkan...oleh pamannya,oleh Adrian,dan bahkan oleh Jordan,sahabatnya sendiri.
Zev bangkit...
"Zev..." ucap Adrian.
"saya capek om...saya mau istirahat..." ucap Zev kemudian melangkah pergi meninggalkan tempat itu.Tak peduli pada Jordan yang terus memanggil manggil namanya sambil mengikuti nya dari belakang.
"Zev....tunggu....dengerin dulu.."
"apa lagi sih Dan...gue capek.."
"tapi Zev...."
Zev menghentikan langkahnya dan dengan cepat berbalik badan...
"tolong....!gue capek...!gue juga pengen sendiri...!" ucap Zev tegas membuat Jordan terdiam seketika.
Zev kembali berbalik badan dan bergegas menuju kamar nya lalu menutup pintu dengan sedikit emosi.
Jordan mengusap wajah nya kasar.Bagaimana ini...Zev sepertinya kecewa..
Adrian menatap wajah sang putra dan putri bergantian.
"ini udah malam...kita pulang dulu yuk.." ucap Adrian.
Nabila mendongak,menatap nanar ke arah sang papa..
"pa..." lirihnya.
"kita bicara dirumah ya kak...ini dirumah orang...nggak enak..." ucap Adrian.
Nabila mengangguk.
Keluarga kecil itupun bangkit dan bergegas pamitan pada Jordan yang terlihat menuruni tangga rumah tersebut.
Adrian dan keluarga pun pulang....
Sepanjang perjalanan....
di dalam mobil..
Tak ada pembicaraan....
Baik Nabila maupun Angkasa keduanya menatap lurus keluar jendela mobil.Pandangan keduanya kosong.Batin mereka berkecamuk.Syok,kaget,tak percaya...
Terutama Angkasa,ia memang pernah mendengar bahwa dulu papanya pernah dipenjara karena kasus kejahatan.Tapi ia tak pernah dibertahu,kejahatan apa yang papanya lakukan.Namun kini,ia seolah dibuat tercengang.
__ADS_1
Papanya membunuh?
Sedangkan Nabila,wanita itu hanya diam seribu bahasa.Sama seperti Angkasa,batinnya berkecamuk.Entahlah...bagaimana cara menggambarkan perasaan gadis itu saat ini.
Dua puluh menit berselang....
Keluarga kecil itu sampai di kediaman pribadi mereka.Adrian Dinda pun turun dari dalam mobil di susul Angkasa dan Nabila.
Pintu rumah terbuka,semua masuk ke dalam rumah.Adrian berniat langsung masuk ke dalam kamarnya,namun...
"pa..." ucap Angkasa dan Nabila pelan secara bersamaan
Adrian dan Dinda pun menoleh,dilihatnya kedua buah hatinya itu menatap nanar ke arah Adrian seolah ingin meminta penjelasan.
Adrian menghela nafas panjang.Ia melangkah mendekati dua buah hati tersayang nya itu dan menepuk pundak kedua nya sambil tersenyum,
"papa akan ceritakan semuanya,papa akan jelasin semuanya,tapi besok...sekarang kalian istirahat...ini udah malam...papa janji...besok papa akan jelasin lagi...sejelas jelasnya...ya nak..." ucap Adrian.
Kedua saudara itupun mengangguk.
"kak...besok...kamu coba hubungin Zev ya...jangan tinggalin dia di saat saat terberatnya....untuk hari ini biarkan dia menenangkan dirinya dulu.." ucap Adrian.
Nabila hanya mengangguk.
"dah...sekarang kalian masuk kamar,tidur..." ucapnya.
Angkasa dan Nabila pun menurut,mereka pun masuk ke dalam kamar mereka masing masing.
Seperginya Angkasa dan Nabila.
Adrian menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang tamu.Tangannya tergerak mengusap wajah hingga kepala belakangnya sambil mengucap istigfar.
Adinda mendekat,tangan putih itu tergerak menyentuh pundak sang suami dengan begitu lembut.
"anak anak pasti kecewa sama aku Din...apa aku gagal jadi seorang ayah yang baik buat mereka?" ucap Adrian.
"mereka pasti akan mengerti mas..." ucap Adinda.
"aku hanya ingin melindungi keluarga ku Din...cuma itu.." ucap pria itu dengan tatapan mata nanar lurus kedepan.
"aku paham...dan aku yakin anak anak juga pasti akan paham..."
"besok kamu kasih pengertian ke anak anak ya mas...jangan biarin mereka salah paham..." ucap Adinda.
Adrian hanya mengangguk.
"dah malem....kita tidur ya....nanti aku bangunin tahajud.." ucap Adinda.
Adrian hanya mengangguk.
Kedua suami istri itupun melangkah menuju kamar mereka dan bersiap untuk beristirahat.
...----------------...
YUK KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA
__ADS_1
.