
Di dalam sebuah mobil...
Kini sepasang suami istri itu tengah berada dalam perjalanan menuju alamat sang pemesan kue tart.Sepanjang perjalanan Adinda mati matian menahan tawanya mengingat ucapan Marco yang menawarkan casting pada Adrian sebagai bintang iklan obat kuat.
Adrian yang terlihat begitu kesal sesekali menjitak gemas wanita dihadapannya itu saking Dinda yang tak bisa berhenti tertawa.Sang singa merasa di rendahkan gaiiisss.....masak iya mas Adrian yang gagah perkasa jadi duta obat kuatπ€£π€£π€£π€£
"Din bisa diem nggak..."ucap Adrian kesal.
Adinda menggigit jarinya mencoba menahan tawanya.
" nggak apa apa loh mas....kan cuma iklan doang" ucap
Adinda.
"nggak...."
"kenapa....?lumayan loh...bisa buat batu loncatan buat kamu....siapa tahu abis ini kamu bisa jadi artis terkenal"
Adrian tak menjawab.
"biar semua orang tau....kalau Adrian adalah seorang laki laki yang hebat dan kuat" ucap Adinda dengan mata melotot dan tangan mengepal bak pahlawan yang sedang membakar semangat para anak buahnya.
Adrian menoleh dan menatap tajam sang istri yang sedari tadi tak henti meledeknya.Alih alih takut,wanita itu justru menggeliat sambil nyengir kuda.
"ini mau di antar kemana?cengengesan terus kamu dari tadi" ucap Adrian.
Adinda meraih ponselnya.
"perum xx nomor delapan belas mas..." ucapnya.
Adrian segera mengarahkan mobil putih milik Marco itu menuju ke tempat yang Adinda sebutkan yang kebetulan jaraknya sudah dekat dengan posisi mereka saat ini.
Tak sampai lima menit,sepasang suami istri itu sampai di sebuah rumah berlantai dua tanpa pagar.
"kamu tunggu sini aja ya ya mas...biar aku masuk sendiri" ucap Adinda sambil melepas sit belt nya.
Adrian hanya mengangguk.
Dinda segera turun dari mobil lalu membuka pintu bagian belakang dimana kue buatannya ia letakkan.Adinda bergegas mendekati pintu rumah dengan taman kecil di halaman rumah tersebut.
ting...tong....
bel pun dipencetnya.
Belum ada yang membukakan pintu.
ting....tong....
bel dipencet lagi....
.
.
__ADS_1
ceklekk....
pintu terbuka.Adinda mematung untuk beberapa saat.Bella,Tasya,Fani,dan si cupu Farah yang ternyata sudah masuk gank Bella keluar dari dalam rumah tersebut bersama dua orang pria yang mungkin usianya dua puluh tiga tahunan,mungkin adalah pacar dari salah seorang dari empat remaja itu.
"hai Adinda..." sapa Bella yang mengenakan dress merah tanpa lenganlengan itu dengan angkuh sambil melipat kedua lengannya di depan dada.Ternyata ini adalah rumah Bella,dan ini adalah acara ulang tahun wanita yang pernah membully nya itu.
"Bella..." ucapnya.
Adinda menunduk saat mendapati semua mata disana menatapnya dengan tatapan yang begitu merendahkan.
"mana kue ultah gue?" ucapnya.
Adinda menyerahkan kue tersebut,Bella pun sudah meraih kotak kue tersebut,namun tiba tiba.
buugghh....
kue itu terjatuh saat Bella sengaja melepaskan pegangannya pada makanan yang identik dengan rasa manis tersebut.
Adinda terkejut.Kue yang ia buat dengan sudah payah harus berakhir mengenaskan di lantai keramik itu.
"lo gimana sih??mata lo b*ta ya....??!!" umpat Bella.Jelas jelas ini ulah dia,tapi ia berkata seolah olah ini adalah salah Adinda.Sahabat sahabat Bella disana pun terlihat senyum senyum menyaksikan adegan bullying itu.Namun tak demikian dengan Farah,jauh dari dalam lubuk hatinya ia menyimpan rasa iba pada teman sebangkunya itu.
"kamu yang jatohin Bel.." ucap Adinda membela diri
"lo nyalahin gue...?!lo yang teledor tapi lo juga yang nyolot nyalahin customer lo...!!nyesel gue mesen kue sama lo..!!bikin acara ultah gue berantakan tau nggak...!!gue nggak mau tau lo harus tanggung jawab..!" ucapnya dengan membentak.
"nggak professional banget lo" imbuh Fani.
Tanpa mereka sadari,sepasang mata hijau menatap tajam ke arah sekumpulan remaja itu.Aura iblis menyeruak dari dalam dirinya melihat wanita yang begitu ia cintai dipermalukan di depan banyak orang.
Bella menatap sinis ke arah Adinda,
"jadi gimana Din...dengan cara apa lo akan tanggung jawab?" tanya Bella.
Adinda menarik nafas panjang.
"nggak usah dibayar Bel...maaf..."ucapnya singkat.Ia kemudian bergegas pergi meninggalkan tempat itu,ia malas lama lama berhadapan dengan orang orang itu.Namun baru selangkah ia pergi,Bella menarik tangan Adinda dengan kasar membuat wanita itu pun terkejut.
"enak aja lo mau asal pergi gitu aja...!"
Dinda menghempaskan tangan Bella.
"mau kamu apa sih Bel?"
Bella menyilangkan kedua tangannya di depan dada.Kakinya kini tergerak menendang kue yang sudah hancur di lantai itu dengan kasarnya hingga mengenai pakaian nya.
"bersihin tuh kue kue lo..!bikin kotor aja...!!dasar manusia nggak berguna..!" ucapnya di sambut dengan gelak tawa para sahabat sahabat nya.
Adinda mengembun.Jahat sekali mereka.Wanita itu pun hendak berlutut untuk membersih kue kue buatannya,namun tiba tiba...
Seettt....
sebuah tangan kekar bertato menghalangi pergerakannya.Adinda mendongak.
__ADS_1
"mas..." lirihnya.
Adrian menggelengkan kepalanya,mengisyaratkan ia melarang wanita itu untuk berjongkok di hadapan para remaja tak tau diri tersebut.
Adinda pun menurut.Ia menegakkan posisi nya dan berdiri di samping Adrian.
Kini tatapan mata singa itu menatap tajam ke arah sekumpulan remaja ingusan di hadapan nya.Membuat para remaja itu ketakutan,terutama Bella.
Adrian menatap Bella dengan tatapan bengis seolah hendak memangsa wanita itu hidup hidup.
"kalia lupa siapa yang kalian bully?" tanyanya dingin.
"dia istriku....dia orang yang akan ku lindungi dengan cara apapun..." ucapnya.
"asal kalian tau....sebelum aku masuk penjara...bola mata manusia adalah mainan favoritku..." ucapnya dengan aura psikopat yang sangat kuat membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan bergidik ngeri.
"dan kalian tau....aku akan selalu mencari mainan baru jika ada yang berani mengusik keluarga ku" ucapnya.
Bella semakin gemetar ketakutan.
seett....
Adrian merampas tas yang ada di pundak Fani yang berdiri di samping Bella,membuat gadis itu menjerit kaget.
Adrian mengambil beberapa lembar uang yang ada di dalam tas itu,sesuai dengan harga kue yang Adinda jual lalu menyerahkan nya pada Adinda tanpa menoleh ke arah sang istri.Wanita itu pun menerimanya dengan ragu ragu.Kemudian dengan kasarnya ia melempar tas kecil itu ke arah Fani,membuat gadis tersebut susah payah menangkapnya.
Adrian kembali mengarahkan pandangannya pada Bella yang semakin gemetaran.
"ada yang ingin kau katakan pada Adinda...Bella?permintaan maaf mungkin.." ucapnya santai namun terdengar begitu mengerikan.
Bella mengangguk takut.
"i...iya....ma...maafin..gu....gue Din..." ucap Bella terbata bata.Sungguh...pria di hadapan nya itu benar benar seperti iblis.
Adrian tersenyum sinis.Tangannya tergerak mengacak acak ringan rambut Bella.
"anak pinter..." ucapnya.
Adrian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.
"okeeyy....karena semua sudah selesai...kami pamit dulu ya..." ucap Adrian ramah,namun lagi lagi...terdengar mengerikan.
"selamat ulang tahun Bella..." ucapnya sambil sedikit membungkuk ke arah Bella dan tersenyum.Lalu dengan satu gerakan ia menendang kue yang ada di lantai itu dengan kerasnya,membuat kue tersebut melayang ke arah wajah Bella.Semua yang ada di sana menjerit kaget.Namun tak ada yang berani protes pada laki laki yang kini mengeluarkan seringai iblis yang mengerikan itu.
Adrian merangkul pundak Adinda,lalu mengecup pucuk kepala berbalut hijab tersebut...
"kita pulang sayang?" ucapnya.
Adinda mendongak,menatap penuh cinta ke arah sang suami lalu mengangguk.Tidak bisa dipungkiri,wanita pasti akan bahagia jika diperlakukan demikian,di bela di hadapan para pembully hingga membuat sang pembully itu ketakutan...
Kedua suami istri itupun segera masuk ke dalam mobil bersama sama,meninggalkan para remaja yang masih mematung dengan raut wajah ketakutan
...----------------...
__ADS_1
***BANYAKIN VOTE DAN HADIAHNYA YUKKKKπ₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
KLIK LIKE SETELAH BACA....JANGAN LUPA TULIS PENDAPAT KALIAN DI KOLOM KOMENNYA.....ππππππππ₯°π₯°ππ***