Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story39


__ADS_3

Hari berganti.....


Angkasa dan Adrian kini tengah bersiap memasukkan koper koper mereka kedalam bagasi mobil.Seorang supir juga sudah siap diposisinya,mengingat ini adalah mobil yang Adrian pinjam dari sebuah perusahaan penyewaan mobil guna memudahkan dirinya dan keluarga bepergian selama di kota ini.Hari ini mereka akan kembali ke ibu kota sesuai dengan rencana awal mereka.Itulah sebabnya ia meminta seorang supir dari perusahaan tersebut untuk mengantarnya ke bandara sekaligus mengambil mobil tersebut.


Bu Lastri,Dinda dan Nabila keluar dari dalam rumah.


"nanti kalau sudah sampai kabarin ibuk ya ndok" ucap Bu Lastri.


"iya buk.." jawab Adinda.


"ibuk hati hati ya di rumah.Kalau ada apa apa..ibuk telfon Dinda ya..."


"iya ndok...itu sudah pasti.." ucap Bu Lastri.


"ini ndak ada yang ketinggalan kan?sudah di bawa semua?"


"udah buk...tinggal motornya Nabil aja ntar biar di ambil jasa ekspedisi" ucap Dinda.


Adrian dan Angkasa selesai dengan koper koper mereka.


"udah siap semua?" tanya Adrian.


"udah mas..." jawab Adinda.


"ya udah yuk berangkat....keburu macet.."


"iya mas..."


Adinda menoleh ke arah bu Lastri.


"kami pulang dulu ya buk..." ucap Adinda.


"iya ndok...kalian hati hati ya..."


"iya buk"


Dinda mencium tangan bu Lastri,begitupun Nabila,Angkasa dan Adrian yang mendekat dan melakukan hal yang sama.


Keluarga kecil itupun bergegas masuk ke dalam mobil yang akan mereka tumpangi.Namun tiba tiba.


ciiiiiitttt......


Sebuah kendaraan roda empat mewah melakukan pengereman mendadak tepat di depan mobil yang akan keluarga Adrian tumpangi.Semua yang ada di sana pun menoleh....


Adrian menghela nafas panjang.Itu mobil Zev..!dia datang lagi....!


Benar saja,pemuda bermata serigala itu turun dari dalam mobilnya dan mendekat.Sedangkan di dalam mobil ada Jordan yang menunggu di sana.Mata serigala itu menatap tajam ke arah Nabila yang kini mulai bergetar sambil meremas ujung sweater hoodie nya.


"Git...." ucap Zev.

__ADS_1


"lu mau apa lagi sih kesini?!!" ucap Angkasa kesal.


Lagi lagi Adrian hanya diam sambil menyaksikan interaksi mata antara Nabila dan Zev yang sedari tadi tak lepas meskipun di hadapan Zev ada Angkasa yang mulai naik darah.


"Git...aku mau bicara berdua sama kamu..bisa kan?"


Nabila menggelengkan kepalanya cepat dengan raut wajah ketakutan.Jantungnya berdetak lebih cepat..!


"nggak..!pergi.!" ucap Nabila pelan dan bergetar.


"Gita kita perlu bicara..!jangan meghindariku terus terusan...!aku datang kesini dengan niat baik...!!!!" ucap Zev mulai kesal.Sungguh...ia dibuat bingung dengan semua ini..!Ia ingin bicara dengan Nabila,namun gadis itu selalu menangis jika bertemu dengannya.


Nabila meremas ujung sweaternya dengan tatapan mata menatap Zev penuh luka dan kebencian.


"gue bilang pergi..!!" ucap Nabila menangis.


"mau sampai kapan lo hindarin gue?!gue cuma mau tanggung jawab...!gue akan nikahin lo...!" ucap Zev menggebu.


Nabila menggelengkan kepalanya cepat.


"gue udah punya niat baik!tapi lo dari kemarin selalu hindarin gue...!" ucap Zev mulai frustasi.Entahlah....ia tak tau harus bagaimana.


Nabila makin sesak.Entah kenapa ia tak suka dengan ucapan laki laki itu.Tanpa rasa bersalah laki laki itu datang padanya setelah apa yang sudah Kyle perbuat.Merusaknya..menghancurkan hidupnya..dan sekarang laki laki itu datang dengan kata ingin bertanggung jawab..!


Bertanggung jawab?menikahi?segampang itu??


Ia datang seolah olah ia adalah pahlawan yang memiliki tujuan mulia dan Nabila lah yang jual mahal..begitukah?


Nabila melepaskan pelukan sang mama.Dengan tatapan mata nanar ia maju mendekati Zev yang terlihat menggebu gebu.


"niat baik?" tanyanya lirih penuh luka saat sudah berada di hadapan Zev.Wanita itu mendongak menatap wajah berjambang laki laki be*at itu.


Zev menelan ludahnya kasar menatap sendu gadis yang terlihat begitu rapuh itu.


"niat baik yang mana?" tanya nya lagi.


"gue akan nikahin lo" ucap Zev.


Nabila tertawa getir.Tawa yang penuh dengan rasa sakit hati dan kekecewaan pada pria yang ada di hadapannya kini.


"nikah?apa menurut lo....dengan semua yang udah terjadi sama gue...dengan semua yang udah lo perbuat ke gue...akan selesai dengan kata nikah?" tanyanya pilu dengan air mata yang makin banjir.


"lo pikir gue akan bahagia...?lo pikir gue akan sudi tinggal satu rumah dan menjadi istri dari laki laki breng**k kayak lo?" tanya Nabila penuh luka.


Wanita itu menggelengkan kepalanya samar.


"nggak...!gue nggak sudi" ucapnya lirih.


"Git..."

__ADS_1


"apa!"


"jangan egois..!bisa aja saat ini ada janin dalam perut lo!itu anak gue..!!" ucap Zev.


Nabila terdiam menatap laki laki itu.Air matanya makin banjir.


"gue egois?jadi menurut lo gue egois..?!trus kalau gue egois lo apa?"


"lo udah ngambil semua dari gue..!!sesuatu yang selalu gue jaga mati matian..!sesautu yang paling berharga dalam hidup gue..!!lo udah ambil itu dari gue...!dan sekarang lo datang dan bilang gue egois?!dimana hati lo sebagai manusia...?!!!!" ucap Nabila membentak sambil menangis.Ingin sekali rasanya ia mendorong laki laki itu,tapi ia merasa begitu jijik bahkan hanya untuk sekedar bersentuhan kulit..!


"Git....maksud gue nggak gitu......" ucap Zev sambil mencoba meraih pundak Nabila namun dengan cepat gadis itu mundur.Tangannya tergerak menunjuk nunjuk Zev penuh kebencian.


"JANGAN SENTUH GUEEE...!!" bentaknya penuh emosi.


Zev pun menghentikan pergerakannya.Sungguh....hancur hatinya melihat Nabila semurka ini padanya.


"gue jijik sama lo..!" ucap Nabila penuh penekanan.


"dengar baik baik....jangan pernah muncul di hadapan gue lagi..!dan iangan pernah ganggu hidup gue lagi..!kalau pun gue mengandung anak lo sekarang..gue bersumpah....gue nggak akan pernah mengatakan pada anak gue...siapa ayah kandungnya..!" ucap Nabila penuh penekanan sambil mengangkat satu tangannya berharap sumpah serapahnya Allah dengarkan..


"gue malu...!gue akan lebih memilih membesarkan anak ini sendiri...!gue akan lebih bangga kalau anak gue nggak pernah mengenal laki laki biad*p seperti lo SEBAGAI AYAHNYA...!!!" ucap Nabila dengan suara membentak di akhir kalimat.


"Gita...jangan kayak gini...!"


"PERGI..!!!!" ucap Nabila membentak.


"pergi dari kehidupan gue...!silahkan bersenang senang dengan kemenangan yang udah lo capai....lo udah berhasil bikin hidup gue ancur..!selamat....semoga setelah ini Tuhan nggak akan pernah mempertemukan kita lagi..!" ucapnya.


Nabila mengusap air matanya kasar lagi bergegas masuk ke dalam mobil di ikuti Adinda.Gadis itu menangis tak tertahan.Adinda kembali memeluk nya.


Sedangkan di luar mobil...Zev masih berusaha mencoba menemui gadis itu.Angkasa pun tak tinggal diam.Ia menghalangi pergerakan laki laki yang terus meronta ronta ingin bertemu sang wanita yang kini menagis di dalam mobil.


Adrian memejamkan matanya.Lelah....sungguh ia sangat lelah dengan semua ini.Hingga......


settt.....


buggghhhh......


Adrian menarik kerah kaos Zev lalu memberikan sebuah tinjuan untuk sang pemuda hingga anak James itu pun jatuh tersungkur ke tanah berpaving di sana.


"cukup..!sudah cukup kau membuat onar sedari kemarin Zev..!dia anakku..!mental nya sedang terguncang..!apa selabil dan sebodoh ini kau...sampai sampai hanya untuk menjaga ucapan saja kau tidak bisa..?!gunakan otakmu anak muda...!kata katamu sudah melukai seorang wanita yang tengah depresi..!"


"bukan begini cara meminta maaf terhadap seorang wanita yang terluka..!jadilah manusia yang lebih pintar Zev..!belajarlah untuk bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar..!belajarlah untuk menjaga perasaan orang lain..!"


"mungkin bagimu kau tidak salah..!tapi bagi putriku...kata katamu itu sangat menyakitlah..!"


"perbaiki dulu cara bicaramu..!belajarlah melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain..!belajarlah untuk menghargai orang lain...!jika kau sudah bisa melakukannya...silahkan datang untuk meluluhkan hati anakku..!saat ini...kau masih terlalu bodoh untuk menjadi seorang laki laki dewasa..!" ucap Adrian menggebu.Laki laki itu kemudian masuk ke dalam mobil disusul Angkasa.Kendaraan roda empat itupun pergi meninggalkan tempat itu.Meninggalkan Zev yang masih terdiam duduk di pelataran rumah sederhana itu.


...----------------...

__ADS_1


YUKKK....KASIH LIKE KOMEN HADIAH DAN VOTENYA UNTUK NOVEL RECEH INI🙈🥰🥰🥰


__ADS_2