
Malam semakin larut....
Di rumah sederhana kediaman bu Lastri...
Laki laki itu berkali kali mencoba menghubungi nomor ponsel Nabila namun tak juga diangkat.Entah sudah berapa kali ia menelfon putrinya itu sejak terakhir Nabila mengabari akan pergi nonton bola,dan saat ia bertanya dengan siapa,Nabila sudah tak menjawab pesannya.
"kemana kamu kak..." gumam Adrian.
Laki laki itu kembali melihat ke arah jam tangannya,jam sembilan malam.Memang biasanya jika setiap selesai pertandingan pasti jalanan akan macet parah.Apa mungkin Nabila terjebak macet?tapi kenapa ponselnya sedari tadi tidak diangkat?sedangkan hasil dari lacakannya,posisi Nabila sedari tadi masih berada di area stadion.Kenapa tak ada pergerakan sedari tadi?Apa mungkin ia menunggu hingga kemacetan reda.
Adrian makin dibuat khawatir.Siapa yang harus dihubungi sekarang?ia tak tau siapa siapa teman Nabila disini.
Adinda keluar dari dalam rumah....
"mas..." ucap Adinda.
Adrian menoleh...
"belum ada kabar?"
"belum Din..." ucap Adrian.
Sepasang suami istri itu nampak terdiam dengan pikiran mereka masing masing.
"assalamu alaikum..."
suara itu sukses membuat sepasang suami istri itu menoleh ke arah sumber suara.Itu bu Lastri yang baru pulang dari pengajian di masjid.
"wa alaikum salam..." jawab Adrian dan Dinda.
"kalian belum tidur?" tanya bu Lastri.
"belum buk...masih nungguin Nabil" ucap Adinda
"Nabila belum pulang?"
Adinda hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Adrian tak menggubris,pikirannya kini hanya ada Nabila.Kemana anak gadisnya itu sekarang.
Ketika Adrian tengah asyik dengan pikirannya sendiri,sebuah motor sport yang di tunggaungi seorang pemuda dengan syal bertuliskan klub bola yang identik dengan warna biru datang memasuki sebuah rumah berlantai dua di seberang jalan sana.Itu Bryan..!!
"lho....itu Bryan udah pulang....sepertinya dia juga abis nonton bola....coba kalian tanya sama dia..siapa tau dia tadi ketemu Nabila di stadion" ucap bu Lastri.
"iya buk...." ucap Adrian.
Laki laki itu dengan cepat menyebrang jalan dan mendekati pemuda yang kini tengah membuka pintu gerbang rumahnya itu.
"assalamu alaikum..." ucap Adrian.
"wa alaikum salam" jawab Bryan menoleh.Dilihatnya laki laki paruh baya berwajah tampan,berjambang dan berbadan tegap tengah berdiri di sampingnya.
"maaf,kamu Bryan ya..." ucap Adrian.
Bryan nampak diam sejenak.Inikan Adrian,model terkenal itu,ayahnya Nabila.
"iya om....ada apa ya?"
"maaf....saya cuma mau tanya,apa kamu melihat Nabila tadi di stadion?" tanya Adrian.
Ya...sebuah pertanyaan yang sepertinya kurang masuk akal jika ditanyakan.Di stadion ada puluhan ribu manusia,kecil kemungkinan untuk seseorang bisa bertemu dengan seseorang tertentu jika tidak janjian.Sedangkan ini masih jam sembilan malam,wajar jika Nabila belum pulang karena jalanan memang selalu macet parah jika usai pertandingan berlangsung karena rombongan suporter selalu memadati jalan raya.Tapi entahlah...sedari tadi pikirannya sudah tidak tenang.
"maaf om saya nggak liat...saya juga nggak tau kalau Nabila nonton bola" ucap Bryan.
Adrian nampak terdiam sejenak,ia mengusap wajahnya kasar pertanda betapa ia mulai panik saat ini.
Bryan kembali meraih handle pagar besinya,namun tiba tiba pergerakan nya terhenti.Ia ingat sesuatu,ia ingat wanita yang ia lihat sempoyongan di stadion tadi.Ia ingat sekarang...tas yang sempat ia lihat tadi adalah tas Nabila..!
Bryan kembali menoleh ke arah Adrian...
__ADS_1
"om..Nabila tadi pakai tas apa?" tanya Bryan.
Adrian mengernyitkan dahinya...
"tas yang biasa dia pakai,selempang hitam.."ucap Adrian.
Degghhhh..
Bryan mulai tak tenang.
" udah coba ditelfon?"
"nggak diangkat nak.." jawab Adrian.
Bryan nampak berfikir sejenak.
" apa mau coba cari ke stadion dulu?mungkin dia masih disana sambil nungguin jalan agak lengang..saya temenin om kalau mau cek kesana..." ucap Bryan.
"apa masih ada orang disana?Nabila biasanya selalu langsung pulang kalau sudah selesaai dengan kegiatannya...dia nggak pernah mampir mampir" ucap Adrian.
"om...maaf....bukannya mau bikin om panik...saya tadi sempet liat cewek,kayaknya lagi sakit...dibawa sama cowok keluar dari stadion...dan dilihat dari tasnya..sepertinya itu tas Nabila...kalau saya nggak salah liat" ucap Bryan.
Adrian makin kalut.
"laki laki?"
"iya om...badannya tegap,brewokan dikit,umurnya mungkin sekitar dua lapan atau dua sembilan nan deh" ucap Bryan menerka nerka.
"astagfirullah haladzim..." ucap Adrian.Fix...ia yakin itu Zev.Nabila dalam bahaya...!!!
"ada apa om...?" tanya Bryan.
"Nabila dalam bahaya..!!" ucap Adrian kemudian berlari menyeberangi jalan menuju mobilnya.
"om....tunggu om..!!" ucap Bryan sambil berlari mengikuti langkah Adrian.
Adrian sudah tak menjawab.Kini yang ada dalam fokus pikirannya hanyalah Nabila..!dia harus segera ditemukan.
Adinda setengah berlari ikut masuk ke dalam mobil.
"om saya ikut..!" ucap Bryan pada Adrian yang mulai menyalakan mesin mobilnya.
"masuk..!!" ucap Adrian.
Bryan pun segera masuk kedalam mobul tersebut.Adrian pun segera melajukan kendaraan roda empat itu dengan kencangnya.
"kamu tau jalan alternatif menuju bengkel tempat Nabila kerja?" tanya Adrian pada Bryan.Mengingat jalan utama kini begitu macet dipenuhi lautan biru para suporter.
"bengkel?" tanya Bryan heran.Kenapa malah kebengkel?pikirnya.
"cepat Bryan kita nggak punya banyak waktu...!!" ucap Adrian tak sabar.Ia yakin ini semua ulah Zev..!Adrian kecolongan..!ia kalah cepat dari bocah itu..!
"tau om....!" jawab pemuda itu kemudian.
Bryan pun segera mengarahkan Adrian melewati jalanan yang melewati pemukiman pemukiman padat penduduk menuju ke bengkel tempat Nabila bekerja.
...****************...
Sementara itu....
Ditempat terpisah....
Disebuah kamar yang menjadi saksi bisu terjadinya peristiwa tak semestinya antara dua anak manusia tersebut...
Zev nampak membelai lembut wajah wanita yang baru saja menjadi teman ranjang nya malam ini.Dibawah selimut tebal yang sudah terlihat kusut,gadis itu masih terlelap akibat pengaruh obat perangsang yang ia berikan pada Nabila.
Zev tersenyum lembut mengamati setiap inchi wajah wanita yang baru saja ia renggut mahkotanya itu.Cantik,manis,natural,terlihat begitu imut jika tengah terlelap seperti ini.
"kamu cantik sekali sayang" ucapnya sambil terus mengusap pipi mulus Nabila.
__ADS_1
Sudah satu jam setelah pergulatan panas mereka,sedari tadi Zev tak beranjak dari tempat tidurnya.Laki laki itu seolah tak mau jauh jauh dari wanita tomboy yang selalu menjadi teman debatnya itu.
Zev mendekatkan wajahnya pada wajah Nabila.Ia kemudian mengecup lembut kening wanita itu.
"setelah ini...mungkin kamu akan membenciku seumur hidupmu jika kamu tau bahwa aku yang sudah menodaimu Gita" ucap Zev.
"aku minta maaf sayang....kamu harus terlibat dalam misi balas dendamku..." ucap Zev seolah tengah berbicara dengan Nabila yang terlelap.
"andai kamu bukan anak Adrian...mungkin aku tidak akan setega ini padamu sayang" ucap Zev lagi.
Zev kembali mengecup bibir mungil itu.
"maaf Gita..." ucap Zev.
Zev yang kini hanya mengenakan boxer dan bertel*njang dada itupun memeluk tubuh Nabila erat.Seolah ia ingin sekali menghabiskan waktu berdua dengan wanita itu sebelum Nabila bangun dan menyadari semua perbuatannya.
Ya....ia akan mengantarkan Nabila pulang setelah ini,lalu meninggalkan wanita itu di depan rumahnya, setelah itu ia akan pergi meninggalkan kota itu dan memulai rencana keduanya untuk mengahancurkan hidup Adrian.
Zev menciumi pucuk kepala Nabila dengan lembut....
Tiba tiba....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
daaaaaarrrrrr...................
bersambung🥰
...----------------...
***Dear readers.....
dari komenan di bab sebelumnya ada beberapayang bilang kecewa dengan alurnya...kenapa jadi gini...kenapa tokoh utamanya kalah...kok ceritanya sama dengan Adrian dan Dinda...dsb
Mohon maaf para readers kuhh😊
Author memang menulis cerita ini dengan inti cerita adalah sebuah misi balas dendam dari seorang anak yang menjadi korban perbuatan "salah" para orang tuanya dimasa lalu....
Pertama,Jika ditanya kenapa alurnya jadi begini***?
***karena setiap cerita butuh jalan untuk sampai di akhir ceritanya...dan ini adalah cerita tentang misi balas dendam,perselisihan antara mantan penguasa dunia 'pasar gelap' di masa lalu....jadi menurut author nggak seru kalo hanya lempeng lempeng aja....Tapi jika di tanya apakah akan ada pertumpahan darah...insya Allah nggak...
Kedua,jika ditanya kenapa tokoh utama kalah***?
***Jawabannya adalah tidak...
karena author pecinta novel happy ending.Semua tokoh kejadian dsb yang ada di novel ini sebisa mungkin author buat se real mungkin,selayaknya manusia yang tak luput dari salah khilaf dan dosa,termasuk juga harta kekayaan dsb yang author buat selalu tidak berlebihan,meskipun memang sebagian ada yang sedikit di dramatisir.
ketiga,jika ditanya kok ceritanya sama seperti Adrian dan Dinda,
jawabannya adalah Tidak,karena ini masih termasuk bab awal.Konflik masih baru dimulai....
Terima kasih yang sudah mendukung novel ini...mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan alur ceritanya🥰🥰***
__ADS_1