Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story44


__ADS_3

Hari berganti hari....


Bulan berganti bulan.....


Terhitung sudah empat bulan sejak kepindahan Nabila dan keluarga dari kota kelahiran Adinda.Wanita itu perlahan mulai bangkit menata hidupnya.Nabila kembali mulai kuliah di ibu kota.Ia mulai bisa menerima kenyataan hidupnya dan melupakan semua kenangan buruk yang menimpanya empat bulan yang lalu.


Kehidupan keluarga Adrian pun kembali berjalan dengan semestinya.


Siang ini.....


Nabila sudah siap dengan vespa klasiknya di halaman rumah mewah itu.Celana jeans biru tua,kaos putih di balut kemeja outer kotak kotak warna hijau,Nabila kini tengah berada di atas motor bersiap siap untuk mengantarkan sang adik berangkat ke SMP tempatnya menuntut ilmu.


"Angsaaaaa..!!!!!lu mau berangkat jam berapa sih??buruaaaannn.....!!!!!" ucap Nabila sekencang mungkin.


"iyaaa iyaaaaaa......" ucap Angkasa yang nampak keluar dari dalam rumah bersama Dinda dan Adrian.


Angkasa mengenakan ranselnya.Ia kemudian meraih helm yang berada di tangan Adinda.


"Angkasa berangkat dulu ya ma....pa..." ucap Angkasa sambil meraih punggung tangan kedua orang tuanya secara bergantian.


"iya sayang...hati hati ya..." ucap Adinda.


"salah ma...yang mama suruh hati hati itu harusnya kak Nabil...kan dia yang punya obsesi jadi pembalap...tapi nggak kesampean" ucap Angkasa.


Dinda dan Adrian terkekeh...


"assalamu alaikum..." ucap Angkasa sambil berlari.


"wa alaikum salam" jawab Dinda dan Adrian bersamaan.


"kak...jangan ngebut ngebut bawa motornya..." ucap Adinda.


"nggak ngebut ma....cuma....nggak pake rem aja..!" ucap Nabila santai sambil menyalakan mesin mobilnya.


"kakaaaakkk....."


"bercanda mamaa.." ucap Nabila.


"assalamu alaikum..." ucap putri Adrian itu sambil menjalankan mobilnya saat Angkasa sudah naik dalam boncengannya..


"wa alaikum salam..." jawab Adrian dan Dinda bersamaan.


Motor itupun melesat pergi meninggalkan rumah tersebut.


Seperginya dua saudara itu.


Adrian merangkul pundak sang istri.


"kenapa?" tanya Dinda.


"nggak apa apa...akhirnya Nabil mulai bangkit lagi Din.." ucap Adrian.


Adinda tersenyum....


"iya mas....akhirnya....semoga setelah ini nggak ada lagi kejadian buruk yang menimpa keluarga kita..." ucap Adinda.


"he'eh..." jawab pria paruh baya itu dengan tangan mulai bergerak turun melewati punggung sang istri lalu makin turun menuju dua bongkahan sintal milik wanita tiga puluh tiga tahun tersebut.


Adinda menoleh ke arah belakang saat merasakan tangan kekar sang suami mulai iseng merem*s rem*s benda tersebut.


Adinda kemudian menoleh ke arah sang suami.Laki laki itu masih menatap lurus kedepan dengan ekspresi tenang seolah tak melakukan kegiatan apapun.


"tangannya ngapain bapak?" tanya Adinda.


Adrian menoleh....


"bikin dedek satu lagi yukk..."


"ogah...!" ucap Dinda kemudian berlalu pergi masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Satu lagi Din..." ucap Adrian mengikuti langkah sang Istri.


"dua anak cukup sayang" jawab Adinda sambil terus berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka.


"tiga lebih baik" sahut Adrian yang menyusul di belakangnya.


"suamiku udah tua...!udah nggak kuat gendong bayi...ntar encok..!" jawab Dinda tak mau kalah.


seetttt.....


"aaaakkkhhh....!!"


Adrian meraih tubuh sang istri lalu dengan satu gerakan ia membopong tubuh Adinda bak karung beras.


"mas..!" ucap Dinda yang kini sudah berada dalam gendongan Adrian sambil menepuk punggung sang suami.


"gendong kamu aja aku masih kuat...!apalagi gendong bayi" ucapnya.


Adinda tertawa.


"iya iya...percaya...!" ucapnya.


Adrian tersenyum lebar,dengan isengnya ia menampar pan*at Adinda dengan gemas sambil terus berjalan menyusuri tangga,ia pun membawa tubuh sang istri masuk ke dalam kamar mereka lalu mengunci pintunya dari dalam.


Kira kira mau ngapain ya bapak dan ibu yang satu ini???


mungkin main congklak....😅


Sementara itu.....


Di jalan raya yang mulai padat dipenuhi kendaraan beroda dua dan empat.Vespa itu melesat kencang bak angin topan yang siap menghantam apapun di hadapannya.


Angkasa mengeratkan pelukannya pada pinggang sang kakak sambil terus merapalkan doa doa dan mengucap takbir.


"Allahu Akbar ya Allah.....ampuni dosa dosa hamba....!Ya Allah.....aku terlalu muda dan ganteng untuk mati sekarang Y Allaaah.....!!!!"


"burung ababil...!!kalau mau mati jangan ajak ajak gueee...!!!mamaaaa......papaaaaa.....tolongin Angkasa.... !!!" ucap Angkasa sambil terus memeluk pinggang sang kakak.


"gue takut gilakk...!!"


"merem aja merem...!!ntar tau tau udah nyampe...!"


"nyampe mana...?"


"akherat...!hahahaaa......!!"


"aaaakkkkhhh....!!!mamaaaaa.....!!!!"


Mobil pun terus melesat kencang menuju SMP Angkasa.


Tak butuh waktu lama....


Tak sampai lima menit,mereka sudah sampai di sokolah menengah pertama yang menjadi tempat Angkasa menuntut ilmu.


Angkasa pun turun dari motor vespa itu sambil mengucap syukur dengan nafas lega.Remaja itu kemudian melepaskan helmnya dan memberikannya pada sang kakak.


"ntar lu nggak usah jemput gue deh...gue takut...biar paj wahyu aja yang jemput" ucap Angkasa.


Nabila terkekeh...


"cemen lo..!"


"bukannya cemen..!lu kalo naik motor kayak nantangi malaikat Izrail duel tau nggak..!" ucap Angkass sekenanya.


Nabila hanya terkekeh.


Remaja itu kemudian meraih punggung tangan Nabila dan menciumnya.


"gue masuk...assalamu alaikum..." ucapnya.

__ADS_1


"wa alaikum salam.." jawab Nabila.


Angkasa pun masuk ke dalam area sekolah nya.Sedangkan Nabila kembali melesatkan motornya menyusuri jalanan ibu kota untuk kembali pulang ke rumah nya.


Sepanjang perjalanan,Nabila melajukan motornya pelan sambil sesekali ia bersenandung ria melantunkan lagu lagu favoritnya.


Ya...gadis itu terlihat baik baik saja.Dari luarnya....


Tapi entahlah...bagaimana dalam hatinya.Sejak peristiwa terenggutnya mahkota milik Nabila,hingga kini ia selalu menjaga jarak dengan laki laki.Ia tak pernah sekalipun dekat dengan laki laki bahkan terkesan judes dan galak pada laki laki.Wanita itu juga lebih sering menutup diri.Mengenakan baju baju panjang over size guna menutupi bentuk tubuhnya.Sungguh....masih ada trauma dalam diri Nabila meskipun sekuat tenaga ia berusaha menutupi nya.


Sepuluh menit berlalu....


Nabila sampai di kediaman pribadinya.Wanita itu segera memarkirkan motornya di garasi rumah mewah tersebut.Nabila pun turun dan hendak masuk ke dalam rumahnya.Namun tiba tiba....


"non Nabila..." ucap seorang laki laki bertubuh berisi dengan seragam hitam hitam yang datang mendekati Nabila.Itu pak Wahyu,supir pribadi keluarga mereka.


"ada apa pak?" tanya Nabila.


"ini non....ada paket lagi.." ucap pak Wahyu sambil menyerahkan paket berbentuk kotak itu pada Nabila.


"lagi?" tanya Nabila


"iya non"


Nabila pun meraih kotak tersebut.


"makasih ya pak" ucap Nabila.


"sama sama non"


Nabila pun masuk ke dalam rumah sambil membawa kotak paket itu.


Ya...terhitung satu bulan belakangan ini,Nabila selalu mendapatkan kiriman paket dari entah siapa.Kurir paket itu selalu mengantarkan paket paket atas Nabila hampir tiap hari,padahal ia tak pernah merasa memesan paket apapun.


Nabila sampai di dalam kamarnya.Ia menatao sebuah rak kayi disana.Penuh dengan pernak pernik lucu.Mulai dari boneka,patung patung,kotak musik,bingkai bingkai foto lucu,dan berbagai pernak pernik lainnya.


Itu semua adalah kiriman paket nyasar yang hampir tiap hari datang untuknya.Entah dari siapa...namun tiap hari selalu saja ada kurir paket yang mengantarkan paket atas namanya.


Nabila menatap kotak di pangkuannya.Entah ini sudah paket yang ke berapa dalam bulan ini.


Ia kemudian meraih paket tersebut lalu membukanya.


Nabila tersenyum....


Sebuah cangkir cantik bertuliskan namanya,serta sebuah mahkota cantik yang terlihat begitu manis.Nabila tersenyum lebar.Siapa sih yang selalu mengiriminya paket hampir tiap hari ini.


Nabila kemudian meriah secarik kertas yang ada pada kotak berwarna pink itu lalu membacanya...


"*Kamu adalah serpihan bintang yang terjatuh dari atas langit....sinarmu terang bahkan mampu menyilaukan mataku yang hanya mampu menatapmu dari kejauhan.


Aku berharap...aku tak pernah berjumpa denganmu...karena aku terlalu takut...hanya bisa mencintaimu tanpa bisa memilikimu.."


"pengagummu.."


begitulah bunyi tulisan dalam kertas tersebut.


Nabila kembali tersenyum lebar.


Selalu ada tulisan tulisan indah di setiap kotak paket yang ia terima.Tulisan tulisan itu seolah mampu membuat hati Nabila berbunga bunga.


Gadis itu kemudian bangkit dan meletakkan cangkir serta mahkota itu di rak kayu,berbaur dengan benda benda lain yang dikirim oleh sosok misterius ini.Ia kemudian meraih sebuah kotak merah di rak paling bawah lalu membukanya.Terdapat banyak sekali surat disana.Lagi lagi...dari orang yang sama.


Nabila meletakkan surat itu di dalam kotak lalu mengembalikan kotak tersebut ke tempatnya.Ia berharap..suatu saat,ia bisa bertemu dengan sang pengirim paket itu.


...----------------...


......................


***SELESAI.....SAATNYA ISTIRAHAT...

__ADS_1


BANYAKIN LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA...


🥰🥰☺***


__ADS_2