Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
58


__ADS_3

Sepasang suami istri itu terlihat begitu bahagia.Kini keduanya tengah berada di dalam mobil hitam yang disupiri oleh Farhan.Sesekali pria itu melirik ke arah belakang dari spion mobil bagian dalam.Dilihatnya dua manusia yang sedari tadi saling bercanda ria itu.Senyuman bahkan tawa lebar tak henti keduanya perlihatkan.Sesuatu yang tak pernah ia lihat selama bertahun tahun ia menjadi anak buah Adrian.Ia seolah melihat sisi lain Adrian yang tak pernah ia tahu sebelumnya.


Adinda,wanita muda itu bahkan dengan berani mengacak acak rambut dan wajah Adrian.Hal bahkan yang dia sendiri tak berani membayangkannya.Sehebat itukah Adinda hingga membuat Adrian jadi sejinak itu pada Dinda?


"fokus saja ke depan Farhan...!" ucap Adrian dengan suara tegas yang berhasil membuyarkan lamunan Farhan.


"ma...maaf tuan" ucap Farhan.Pria itupun kembali menatap lurus ke depan.


Adinda menoleh ke arah sang suami.


"kamu bisa tau dari mana kalau mas Farhan liatin kamu?" tanya Adinda heran.


Adrian hanya tersenyum.


"mata kamu ada berapa sih mas?" tanya Dinda lagi sambil membolak balikkan wajah Adrian.


Adrian merangkul pundak Dinda lalu mengecup singkat pipi wanita itu.


"berisik" ucapnya.


Dinda hanya tersenyum,ia merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami dengan manjanya.


...****************...


Tak butuh waktu lama.....


Mobil itu sudah sampai di sebuah studio foto yang menjadi tempat pemotretan mereka.Sepasang suami istri itu berjalan saling bergandengan membuat beberapa crew menatap aneh pada mereka.Pasalnya yang mereka tahu Adinda adalalah keponakannya Adrian,tapi kenapa mereka bandengan mesra banget.


"assalamu'alaikum..." ucap Adrian.


"wa alaikum salam" ucap para crew.


Marco yang semula sibuk dengan ponselnya kini menatap ke arah dua orang yang akan jadi modelnya itu.


"hai Dri...Din...apa kabar kaian" ucap Marco smabil mengulurkan tangannya,Adrian pun menyambut tangan tersebut dibarengi sebuah senyuman.


"baik" ucapnya.


Sedangkan Dinda hanya sedikit membungkukkan badannya sambil tersenyum.Marco pun paham.Adinda bukan wanita yang mudah bersentuhan dengan laki laki yang bukan muhrimnya.


"Din...lo siap ikut pemotretan hari ini?" tanya Marco.


"siap mas" ucap Adinda semangat.


"kalo gitu lo di make up dulu ya...." ucap Marco.


"Ran...." ucap Marco setengah teriak memanggil seorang wanita bernama Rani yang bertugas sebagai make up artis itu.


"iya mas...." ucap wanita ramping dengan rambut terikat itu.

__ADS_1


"make up in Dinda ya.." ucap Marco.


"siap....yuk dek..." ucap Rani memanggil dek pada Dinda.


"iya kak..."


Adinda pun menurut,kedua wanita itupun pergi dari tempat tersebut.


"Lo bisa ganti baju duluan deh Dri" ucap Marco.


Adrian tersenyum,ia menepuk pundak Marco.


"thanks ya..."ucapnya.


Marco memiringkan kepala nya.


" untuk?"


"karena lo dan adik lo udah bersedia nolongin Dinda waktu itu.Gue nggak tau akan jadi seperti apa dia kalau kalian nggak nyelametin dia.Ini semua karena kebodohan gue" ucapnya.


Marco diam sejenak.Seolah ia mencoba mencerna ucapan laki laki itu.Namun sepersekian detik kemudian...


"nggak masalah...santai aja" ucapnya sambil menepuk pundak Adrian.Ia mencoba netral saja.Tak mau menyinggung apapun yang sudah terlanjur ia ketahui tentang Adrian.


Sebenarnya ada beberapa hal yang mengganjal dalam pikiran Marco.


Jadi sebenarnya ada apa ini.Apakah sebenarnya Adinda dan Adrian itu memang sepasang suami istri yang saling mencintai?selayaknya pasutri pasutri lain?apakah waktu itu memang keduanya sedang ada masalah yang membuat mereka bertengkar.Namanya rumah tangga pasti ada cek cok nya bukan?


Sementara di ruang make up.


"aduh...kamu cantik banget deh dek....kamu bisa nih jadi model terkenal." ucap Rani.


Adinda hanya tersenyum.


"ngomong ngomong kamu itu beneran ponakan Adrian?" tanya Rani sambil terus memoles wajah ayu Dinda.


"iya kak" ucap Dinda berbohong.


"anak nya kakaknya Adrian berarti?"


"iya.."


"kamu tinggal serumah sama Adrian?" tanyanya lagi.Mungkin maksudnya bukan kepo ya...cuma sekedar nyari topik aja sambil make up in.Tapi hal itu sukses bikin Dinda kebingungan untuk menjawab.


"i...iya.."


"berdua doang?"


"emm...sa..sama pembantu kak.Soalnya mama sama papa lagi ke luar.... negeri...iya..."ucap Dinda.

__ADS_1


" ooohhh...gitu"ucap Rani percaya.


"oh ya....by the way....gue turut berduka cita ya atas meninggalnya tuan William...kalian keluarga nya pasti sedih banget deh" ucapnya.


"iya kak"


"nyokap bokap lo juga pulang dong..."


"iya kak.." ucapnya lagi.Ia hanya mengiyakan apapun yang Rani katakan.


Saat mereka sedang sibuk bercengkrama tiba tiba Rio datang...


"udah belum?" tanya pria bertubuh kurus tersebut.


"tinggal ganti baju nih" ucap Rani.


"buruan ya...lima belas menit lagi kita mulai" ucap Rio sambil sekilas melirik ke arah Dinda yang nampak begitu cantik.


Rani pun segera mengajak Dinda menuju ke ruang ganti.


"tema hari ini romantis ya dek..jadi hari ini kamu harus bisa pose lebih dekat sama om kamu.Sebenarnya mas Marco udah ngajuin model lain yang udah nikah,tapi pihak sananya maunya Adrian,jadi mau nggak mau ya kita harus cari model cewek yang sekiranya cocok sama om kamu.Eh...mas Marco milihnya kamu" ucap Rani sambil membantu Adinda memangkan gaun putih seperti gaun pengantin itu.


"lihat deh....kamu tuh cantik banget...wajah kamu cantik...badan kamu bagus...!Mas Marco nggak salah milih kamu jadi modelnya" ucap Rani kagum melihat pantulan tubuh Adinda dari cermin besar disana.


"kakak bisa aja..." ucap Dinda.


Rani pun segera mengajak Adinda untuk menuju set pengambilan gambar.Disana sudah ada Adrian yang sudah nampak gagah dengan setelan kemeja berwarna senada dengan sang istri.


Mata hijau itu terpana melihat kedatangan wanita cantik yang merupakan istri sahnya secara agama itu.Lihatlah....wanita itu sangat cantik.Ia tak pernah melihat Adinda dengan polesan make up dan gaun cantik seperti ini lantaran saat mereka menikah pun Adrian melakukannya dengan paksaan.Adinda hanya menggunakan kebaya tanpa polesan make up sedikitpun pada saat itu.


Adinda pun mendekati sang suami yang masih mematung.Adinda tersenyum manis.


"kenapa?" tanyanya.


"Adrian mendekatkan wajahnya ke telinga Adinda.


" istriku cantik"ucap Adrian berbisik.


Adinda hanya tersenyum.


"ok...kita bisa mulai ya...yoookk...siap siap yookk" ucap Marco.


Sesi pemotretan pun dimulai.Sepasang suami istri yang mengaku sebagai saudara itupun memulai sesi pengambilan gambar sesuai dengan arahan Marco.Marco yang memang sudah tahu hubungan diantara keduanya pun tak ragu untuk mengarahkan mereka berpose romantis.Pria itu nampak puas.Kedua modelnya itu nampak sangat serasi.Keduanya bak sangat menghayati setiap pose yang mereka lakukan.Aura positif dan cinta dari dalam diri mereka pun terpancar dengan jelas.


...----------------...


***LANJUTTT NGGAAAKKK....??????


NUNGGUIN LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA DULU DEHH....BARU LANJUT.....😁😁😁😁😘πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°***

__ADS_1


__ADS_2