
Malam menjelang.....
Di sebuah ruang gym.
Di atas ring tinju.Ayah dan anak itu tengah sibuk beradu pukulan.Atau lebih tepatnya,Nabila yang memukul,Adrian yang mengelak.
Ya....Adrian tengah mengajari Nabila gerakan gerakan tinju.Gadis kecil itu nampak begitu bersemangat melesatkan pukulan demi pukulan pada sang papa.Sudah banyak cabang bela diri yang Adrian ajarkan,dan hampir semua bisa Nabila tangkap dengan baik.
Adrian memang sengaja mengajak Nabila berlatih malam hari,lantaran setiap pagi laki laki itu harus berperang melawan rasa mualnya,membuat tubuhnya lemas dan tak bisa beraktifitas apapun.
Adinda datang dengan satu botol minum untuk anak dan suami nya itu.
Ia duduk di atas matras sambil memainkan ponselnya,membuka aplikasi kamera lalu mengarahkannya pada dua manusia yang tengah sibuk menguras keringat di sana.
Sekitar se tengah jam kemudian....
Adrian dan Nabila selesai dengan aktifitasnya.Mereka lantas berjalan mendekati Adinda yang duduk sendiri disana.Adrian yang dibanjiri keringat mendekati sang istri lalu mencium pipi wanita itu singkat.Ia lantas melepas kaos putih nya hingga menampakkan tonjolan tonjolan otot otot tubuhnya yang keras.Laki laki itu kemudian meraih botol minum yang ada di samping Adinda dan menenggaknya.
Nabila duduk di pangkuan Adinda.
"panas ma..." ucap Nabila.
Adinda tersenyum..
Ia meraih rambut panjang Nabila,menyisirnya dengan tangan lalu mengikatnya agar sang gadis tidak kepanasan.
"papa...."
"apa sayang..." ucapnya sambil hendak kembali menenggak air dalam botol
"Nabil pengen di ajarin nembak pakai pistol..."
uuhhuuuuuukkkk....
Adrian tersedak mendengar ucapan sang putri.
"buat apa Bil?" tanya Adinda.
"biar Nabil bisa nembakin orang jahat ma..." jawab Nabila.
"nggak...papa nggak setuju.." jawab Adrian.
"yaaahhhh....papa...."
"kamu masih kecil...nggak boleh pegang pegang senjata..!kamu cukup belajar bela diri untuk sekarang..." ucap Adrian.
"yaaah...papa...Nabil pengen..."
"nggak Bil....nggak boleh...kamu masih anak anak" ucap Adrian tegas.
Nabila hanya menunduk,ada raut wajah kecewa disana.
"anak kecil nggak boleh pegang senjata nak...kamu masih anak anak.."
"kamu boleh berlajar nembak..tapi nanti...kalau Nabila udah besar.Nggak sekarang...kalau Nabila pengen melindungi mama...Nabil cukup belajar bela diri yang bener..." ucap Adrian.
Nabila mendongak menatap wajah sang papa.
"beneran pa?"
__ADS_1
"iya sayang..."
"ya udah deh kalau gitu...nungguin gede aja..." ucapnya.
"anak pinter.." ucap Adrian sambil mengusap lembut pucuk kepala Nabila.
"mama....dedekku lagi ngapain ya...." ucap Nabila sambil menggerakkan tangannya menyentuh perut rata Adinda.
"lagi liatin kakak Nabil mungkin." ucap Adinda.
Nabila mengubah posisi tubuhnya dari duduk menjadi tengkurap.Dengan dua lengan menopang dagunya yang menatap ke arah perut Adinda.
"dedek...sehat terus ya...kakak jagain dedek sama mama dari sini...kalo udah keluar,trus udah gede..kita main bareng ya....kakak nggak nakal kok..janji...kakak kamu ini kakak yang baik..." ucap gadis kecil itu seolah sedang berbicara dengan makhluk di dalam perut Adinda.
Adrian menyaksikan pemandangan itu dengan seksama.
Nabila mendekatkan wajahnya,lalu mencium lembut perut rata tersebut.
"sehat terus ya dek...kalau udah gede..jadi anak baik yang sayang sama mama sama papa...kayak aku..." ucapnya.
"amin......" sahut Adinda bangga mendengar ucapan putri kecilnya itu.
Adrian tersenyum.Sungguh...ia tak pernah menyangka akan ada di posisi ini sekarang.Menjadi ayah dan seorang suami diantara dua bidadari cantik ini.Bahkan kini ada calon keturunannya yang bersemayam di dalam kandungan Adinda.
Ya...Adrian yang dulu membenci wanita.Yang pernah mengatakan akan menghamili Dinda,membunuh bayinya lalu membuang wanita itu,nyatanya kini ia menjelma menjadi suami siap siaga di kala sang pujaan hati tengah mengandung calon penerusnya.
Adrian bangga,bahagia,terharu...semua bercampur menjadi satu.Sungguh..ia bertekad akan menjaga keluarganya seperti ia menjaga nyawanya sendiri.Ia akan mendidik anak anaknya kelak agar menjadi manusia yang lebih baik,tak seperti dirinya yang penuh dengan dosa dan kenistaan sebelum mengenal Adinda.
...****************...
Malam semakin larut....
Gadis kecil itu sudah terlelap dalam buaian mimpi mimpi indahnya.Sesekali dengkuran halus terdengar dari sana,menandakan sang pemilik raga sedang menyelam ke alam bawah sadarnya di malam yang cukup dingin ini.
Adrian menutup jendela kamar Nabila.Tak mengizinkan angin malam mengusik tidur nyenyaknya sang buah hati.
Adinda mengecup kening Nabila.Seutas senyum terbentuk dari bibir merah mudanya menatap wajah imut berpipi chubby yang begitu pulas.
"dia akan jadi wanita yang kuat Din.." ucap Adrian yang kini duduk di sisi ranjang bergambar kucing pink itu.
"iya....dia akan jadi wanita yang luar biasa mas..."
sesaat keduanya saling terdiam...
Adinda yang masih tiduran dengan posisi miring menatap dalam wajah tampan Adrian.
"mas..."
"hmmm...."
"kalau nanti anak di perut aku udah lahir....kamu tetep menyayangi Nabil seperti sekarang kan?"
Adrian menatap dalam wajah cantik itu.Sebuah senyuman terbentuk dari bibirnya...
"ya iyalah....aku yang memutuskan untuk mengangkat Nabil jadi anak kita...itu artinya aku sudah bertekad untuk merawat,menjaga dan menyayangi dia selamanya Din..." ucapnya.
Adinda tersenyum...
"aku nggak salah bertahan demi kamu mas...kamu memang laki laki baik.."
__ADS_1
Adrian tersenyum.
"dah malem....bobok yukk..." ucapnya.
Adinda mengangguk.
Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mungil sang putri.Tak lupa ia kembali mengecup kening Nabila sebagai ucapan selamat malam nya pada gadis kecil itu.Adrian pun melakukan hal yang sama.
Sepasang suami istri itu kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke kamar mereka sendiri.
cekleekk...
pintu kamar utama terbuka.
Adinda dan Adrian masuk ke dalam kamar tersebut.Adrian menutup pintu kamarnya,Sedangkan Adinda bergegas menutup jendela kamar yang terhubung langsung dengan balkon itu.Namun pergerakannya terhenti saat tubuh besar Adrian memeluk tubuh ramping nya dari belakang.Tangan bertatonya bergerak mengusap perut rata Adinda yang terbungkus daster bunga bunga itu.
"cewek apa cowok ya..." ucap Adrian.
Adinda tersenyum.Ia menyentuh tangan yang melingkar di perutnya itu.
"yang penting sehat mas..." ucap Adinda.
"jadi pengen jenguk...mungkin dia juga kangen sama papanya..." ucapnya.
Adinda terkekeh.
"boleh kan?" tanya Adrian.
"tapi pelan pelan..."
"iya..."
Adinda mengangguk dengan malu malu.Sebuah ekspresi yang terlihat begitu menggemaskan di mata Adrian.
Pria itu lantas menarik tubuh mungil Dinda menuju ranjang.Adrian duduk di sisi sofa lalu membuka pakaiannya hingga hanya menyisakan celana d*lamnya.Pria itu kemudian menatap nakal ke arah Adinda yang mulai melepaskan dasternya tepat dihadapannya.
Adrian menggerakkan tangannya mendekatkan tubuh ramping yang kini hanya berbalut g string dan b*a hitam itu.Ia mendekatkan wajahnya lalu mengecup lembut perut rata yang menjadi tempat bersemayamnya sang jabang bayi.
"jadilah orang yang lebih baik dari papamu kelak nak..." batin Adrian sambil mengecup perut Dinda.
Adrian mendongak,menatap wajah Adinda yang sedikit terhalang dua gundukan dada disana.Dinda tersenyum,ia membungkuk,mendekat kan wajahnya hingga sejajar dengan wajah tampan Adrian.
Adinda mengecup lembut bibir sang suami.Adrian menyentuh dagu lancip Adinda,dengan ibu jari yang bergerak mengusap lembut bibir mungil kesukaannya itu.
"ini makanan favoritku..." ucap Adrian lembut.
Keduanya pun tersenyum.
Dinda kembali mengecup bibir itu.
Dan....terjadilah rutinitas malam yang sudah menjadi agenda wajib bagi sepasang suami istri itu.
Ditemani semilir angin malam,Keduanya larut dalam permainan panas nan lembut yang mereka ciptakan sendiri.
❤❤❤
...----------------...
DITUNGGU LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA...❤❤❤❤❤
__ADS_1