
Hari berganti....
Hari ini hari minggu....
Pagi ini keluarga bahagia itu tengah menikmati sarapan pagi mereka bersama.
"pa...." ucap Angkasa.
"hmmm...."
"hari ini jadi jenguk tante Chika?"
"jadi dong...kalian ikut ya..." ucap Adrian.
"iya pa.." jawab Angkasa.
Ya...hari ini keluarga bahagia ini tengah ada rencana untuk menjenguk Chika yang baru saja melahirkan dirumah sakit.Sekalian reuni kecil kecilan...karena Marco dan Naya juga ada di sana.
Hanya Putri dan Farhan yang tak bisa hadir lantaran kini Putri tengah punya bayi,setelah dua bulan yang lalu melahirkan anak keduanya.
Ketika keluarga itu asyik menikmati sarapan mereka.
Tiba tiba....
Wahyu sang supir datang dari luar mendekat ke arah meja makan dengan membawa satu benda kotak berlapis bubble wrap.
"permisi tuan..nyonya...maaf mengganggu sarapannya..." ucap Wahyu.
"ada apa pak?" tanya Adinda.
"ini nyonya....ada paket lagi...buat non Nabila" ucap Wahyu.
"paket lagi?" tanya Adinda.
"iya nyonya" ucap Wahyu.
"ini non..." ucap Wahyu lagi sambil menyerahkan paket tersebut ke pada Nabila.
Nabila pun menerima nya.
"makasih ya pak..."
"sama sama non.." jawab Wahyu.Laki laki itupun segera pergi dari tempat tersebut.
"ciee...cieee.....ah elaahh....dari fans lo lagi kak...iliihh...iliiihhh....manusia katarak mana coba yang bisa bisanya nge fans sama lo" ucap Angkasa membuat Dinda dan Adrian geleng geleng kepala.
"berisik lo..!" ucap Nabila
Seutas senyum kembali terbentuk dari bibir tipis Nabila.Dulu awal awal ia menerima paket paket nyasar ini,ia selalu merasa risih.Tapi entah kenapa ia kini seolah terbiasa,ia bahkan selalu merasa bahagia,terlebih lagi selalu ada sepucuk surat dengan tulisan tulisan manis di dalamnya.Secara tidak langsung,hadiah hadiah itu berhasil memupuk kembali rasa percaya diri Nabila.Ia seolah memiliki semangat hidup lantaran ternyata di luar sana masih ada orang orang yang memperhatikan nya.
"diihh....senyum senyum lagi...!" ucap Angkasa.
"isinya apaan kak....buka dong" ucap Angkasa kepo.
__ADS_1
"paan lo...kepo....udah buruan makan tuhh..." ucap Nabila sambil bangkit dari duduknya.
"kamu mau kemana kak?" tanya Adinda.
"ke kamar ma.." ucapnya.
"makan dulu"
"udah kenyang...ntar kalau udah berangkat ke rumah tante Chika panggil Nabil ya ma..." ucap gadis itu sambil berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Dinda dan Angkasa hanya menggelengkan kepalanya,sedangkan Adrian,senyum tipis terbentuk dari bibirnya.Putrinya sudah pulih,semua juga tak luput dari sang pengagum rahasia yang selalu mengirimkan hadiah untuk Nabila dimana Adrian sebenarnya sudah mengetahui siapa pengirim paket itu.Namun laki laki itu hanya diam.Biarkan saja semua mengalir apa adanya.Ia tak mau ikut campur urusan anak muda.
Nabila sampai di dalam kamarnya.
Ia kemudian duduk di pinggir ranjang lalu membuka kotak berlapis bubble warp tersebut.
Sebuah kotak berwarna pink manis nampak disana.Ia pun membuka kotak tersebut.Sebuah gelang tali unik dengan manik manik bertuliskan namanya serta sebuah boneka kelinci berwarna putih berada di dalam kotak pink itu.Nabila tersenyum lagi.Ia lantas meraih secarik kertas surat yang berada di dalam kotak tersebut.
"*aku mengagumimu dalam diamku...aku menyebut namamu dalam sujudku...aku membayangkan wajahmu disetiap tidurku....
aku bahagia melihat senyumanmu....aku memilih untuk menjaga jarak darimu...karena aku takut...aku akan kehilangan senyuman itu jika aku mengikis jarak antara aku dan kamu...."
"pengagummu*"
Nabila terdiam.Siapa sebenarnya orang ini.Semua surat yang ia tulis selalu indah dan bermakna tentang kekagumannya pada Nabila.Namun sang penulis ini seolah tak berani untuk menampakkan wujudnya.
Nabila menghela nafas panjang.Ia kemudian memilih untuk menyimpan boneka kelinci dan gelang itu serta surat tersebut di rak kayu yang sudah hampir penuh dengan pernak pernik sang pengagum rahasia.
"iyaaaaa...!!!" sahut Nabila.
...****************...
11:00
Di sebuah rumah berlantai dua kediaman Joddy dan Chika.
Dinda,Naya,Nabila dan Chika tengah berada di dalam kamar utama rumah tersebut.Sedangkan Marco Joddy dan Adrian serta Angkass mengobrol di ruang tamu.
Seorang bayi mungil berjenis kelamin laki laki nampak tengah terlelap dalam gendongan Naya.Itu putra pertama Joddy dan Chika..!
Bayi mungil dengan kulit putih bersih itu terlihat begitu menggemaskan.Naya tak henti menciumi pipi gembul bayi merah yang diberi nama Aqmar Nadhif itu.
"anakmu mana Nay...?" tanya Dinda.
"lagi tidur Din...tuh...dikamar tamu...tadi sama papanya.." ucap Naya.Adinda pun mengangguk.
Ya....rumah Joddy dan Chika sudah seperti rumah sendiri bagi Naya dan Marco.
Dinda,Naya dan Chika sibuk berbincang ala ibu ibu muda.Membahas masalah anak,suami dan sebagainya.Nabila yang masih lajang pun dibuat tak nyaman dengan obrolab itu.Gadis itupun memilih untuk bangkit dan pergi jalan jalan di sekitar komplek perumahan tersebut
Nabila berjalan jalan seorang diri dengan mengendarai mobil sang papa.Ia berniat untuk menuju ke sebuah cafe yang terletak tak jauh dari komplek perumahan tempat tinggal Joddy.
Sekitar lima menitan,mobil itu sampai di sebuah bangunan berlantai dua yang biasa menjadi tempat nongkrong anak anak muda didaerah itu.Dengan celana jeans di bawah lutut serta hoodie oversize,Nabila turun dari mobilnya dan memasuki cafe tersebut.
__ADS_1
Nabila pun segera duduk di salah satu bangku dekat kaca sehingga pemandangan luar cafe dapat terlihat jelas dari tempat Nabila duduk.
Nabila memainkan ponselnya di sana setelah memesan satu minuman dingin pada pelayan cafe tersebut
Tak butuh waktu lama...
Seorang pelayan datang dengan membawa nampan berisi satu minuman dingin,satu potong kue red velvet dengan lelehan cream bertuliskan namanya serta secarik kertas yang tertindih piring kue tersebut.
"lho....mbak...saya nggak pesen kue.." ucap Nabila.
"ini kue dari mas yang ada di sana mbak...katanya buat mbak..." ucap sang pelayan sambil menunjuk sebuah meja kosong yang terletak di pojokan cafe.
"mana?" tanya Nabila mencoba mencari sosok yang dimaksud sang pelayan.
"tadi ada di sana mbak...mungkin sudah pergi.." ucap sang pelayan.
Apa itu dari pengagum rahasianya lagi?
"ciri cirinya kayak gimana?"
"dia pakai masker mbak...jadi saya nggak begitu merhatiin" ucap sang pelayan.
Nabila hanya mengangguk...
"oh...ya udah deh kalau gitu...makasih ya mbak..."jawab Nabila.
" sama sama.."ucap sang pelayan lalu pergi bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
Seperginya sang pelayan....
Gadis itupun meraih kertas yang teeselip di bagian bawah piring kue...
"teruslah tersenyum dalam menghadapi hari harimu....biar aku menikmati senyuman itu dari kejauhan....karena jika nanti kau menangis...aku tak mampu mendekat untuk sekedar mengusap air matamu...."
Nabila tersenyum,manis sekali kata katanya...
Nabila pun melipat kertas tersebut dan memasukkannya di saku hoodie nya.Ia kemudian menikmati minuman dingin serta kue di hadapannya dan menghabiskan waktu di cafe itu.
Tanpa ia sadari...
Sepasang mata dibalik helm hitam menatap penuh ke arah gadis manis itu.Seutas senyum terbentuk dari bibir merahnya menyaksikan wanita pujaaannya tersenyum senyum membaca surat dan menikmati kue darinya.
Laki laki itu kemudian meraih ponselnya,lalu menuju ke aplikasi kamera dan mengambil foto sang gadis dari kejauhan tanpa Nabila sadari.
Setelah puas,laki laki itu tak langsung pergi.Ia lebih memilih tetap berada di tempat itu sambil menikmati wajah cantik ciptaan tuhan itu dari kejauhan.
...----------------...
***Telat....
maaf....😁
yuuukkk....kasih like komen vote dan hadiahnya....☺☺☺☺***
__ADS_1