
Tengah malam...
"Din....Dinda...bangun Din.."
Adrian menggoyang goyangkan tubuh mungil Adinda.Dinda pun mengerjab ngerjabkan matanya.
"apa sih mas?" tanya Adinda dengan suara seraknya.
"laper Din...bikinin sop dong.." ucap Adrian.
"mas...ini tengah malem....masa iya kamu minta sop...?"
"pengen sayang....bikinin dong...aku pengen sop buatan kamu.."
Adinda menggeliat di atas kasurnya...
"iiih...cantik banget istriku...yuukk...bangun yuuukk..." bujuk Adrian.
Dinda pun akhirnya menurut juga.Dengan mata yang masih terkantuk kantuk ia pun akhirnya bangun dari tidurnya.
"mau di gendong nggak turunnya?" ucap Adrian menawarkan diri.
Adinda mengangguk.Adrian pun tersenyum,ia duduk memposisikan dirinya di sisi ranjang,Adinda mendekat,lalu dengan satu gerakan ia naik ke punggung kokoh itu dan dengan entengnya Adrian pun mengangkat tubuh mungil tersebut keluar kamar dan menuruni tangga.
Adrian mendudukkan Adinda di kursi meja makan.Ia pun duduk di salah satu kursi di samping Dinda.Adinda bangkit dan memulai aktifitas memasaknya di tengah malam yang dingin ini.Adrian tersenyum menyaksikan aksi sang istri.Tangan tangan mungil itu bergerak begitu lincahnya mengolah sayur sayuran itu untuk disajikan pada sang suami yang lagi ngidam.
Ya....Dinda tau Adrian pasti akan begitu tersiksa untuk beberapa bulan terkakhir nanti,makanya ia akan membantu sebisa mungkin menuruti apapun yang Adrian minta.Kebalik kan ya....harusnya bumilnya yang dimanja manja...ini malah pakmil nya yang minta dimanja.
Adrian mendekati sang istri yang masih sibuk memotongi sayuran.Dengan satu gerakan ia memeluk tubuh ramping itu dari belakang lalu menciumi pucuk kepalanya.
"aku temenin..biar nggak ngantuk..." ucapnya lirih.
Adinda tersenyum,ia mendongak ke wajah Adrian lalu sedikit benjinjit mengecup singkat pipi Adrian,lantaran postur tubuh Adrian yang jauh lebih tinggi dari Adinda.Adrian membalas mengecup singkat bibir merah muda itu.
Aktifitas memasak di tengah malam pun kembali berlanjut.
Sekitar dua puluh menit...
sop lengkap dengan sambal dan gorengan tersaji lengkap di atas meja.Adrian pun langsung memangsanya dengan lahap.
"pelan pelan papa....panas..." ucap Adinda dengan mata yang tak lepas dari pria yang kini ada di sampingnya itu.
Adrian tak peduli,ia terus melahap makanan itu dengan lahapnya bak tak makan sebulan.
Adrian menyodorkan satu sendok nasi ke arah Adinda
"aaa...."
"aku nggak laper.."
"aaa...."
Dinda pun pasrah juga.Ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Adrian meskipun sebenarnya ia tak lapar.
Tak butuh waktu lama,Adrian sudah selesai dengan makannya.
"kenyang?" tanya Adinda.
Adrian mengangguk sambil menepuk nepuk perutnya.
Dinda hanya tersenyum.
"balik ke kamar yuk...." ajak Adrian.
Dinda pun mengangguk.
Adrian kembali memposisikan tubunnya,dan lagi....Adinda naik ke atas punggung kokoh Adrian.Keduanya pun naik ke lantai atas dengan Adrian yang menggendong Dinda di punggung nya.
...****************...
Pagi menjelang....
__ADS_1
Di sebuah rumah yang ditinggali oleh dua pria kakak beradik itu....
"pagi bang..." ucap Joddy yang baru sampai di meja makan.
"hmmm...." sahut Marco sambil mengolesi roti ditangannya dengan selai.
"kemarin pulang jam berapa lo?gue tanya bibik jam empat lo belum pulang...padahal lo kuliah cuma ampe siang kan?nglayap kemana dulu?" tanya Marco mengintrogasi.Pasalnya kemarin Marco pulang malam lantaran urusan pekerjaan,sehingga ia tak sempat mengontrol pergerakan Joddy.
"maen bentar bang..." ucap Joddy santai sambil memasukkan roti ke dalam mulutnya.
Marco menatap Joddy penuh selidik.
"main apa?" tanyanya dingin.
"Ya Allah bang...lu curigaan banget ama gue...maen ama temen doang gue....anak baik baik kok"
"cewek?"
"i...iya...."
"Sheila?"
"bukan..!gue udah nggak berhubungan lagi ama dia...sumpah...dia udah mati apa masih idup gue juga nggak tau..." ucap Joddy mengelak.
"trus siapa?"
"mau kenal?kalo lo mau kenal ntar gue bawa dia kesini.." ucap Joddy kesal.
"oke...bawa dia kesini...gue pengen tau siapa cewek itu..kalo emang dia perempuan baik baik...gue ijinin lo deket ama dia...tapi kalau nggak...jauhin..." ucap Marco tegas kemudian bergegas pergi meninggalkan tempat itu,namun...
"bang..."
"apa lagi..."
"bagi duit dong..."
"duit mulu lo"
Marco menghela nafas panjang lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan satu lembar uang kertas lecek berwarna hijau dan meletakkannya di atas meja.
"dua puluh ribu?"
"beli bensin kan?ya udah itu cukup"
"ya tapi....."
Marco tak peduli,ia pun melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.
"pelit lu...!pantesan jomblo mulu" ucap Joddy kesal.
Ia kembali melahap roti ditangannya itu dengan kesalnya.Ia meraih benda pipih miliknya yang berada di atas meja lalu membukanya.Joddy kemudian menuju aplikasi WhatsApp dan mencari nama 'Chikc' disana.
"pagi prend....dah siap belum?ojeg segera meluncur nih..." tulisnya.
Joddy meletakkan ponselnya dan kembali melahap roti nya.
tingg...
1pesan masuk.
Chik....
"cepet bener balasnya..." monolognya.
"ok prend...sesuai aplikasi ya...😝"
Joddy tertawa ringan...
"bangk* lu..." tulisnya...
Sementara itu....
__ADS_1
Marco sudah berada di dalam mobil putih nya.Laki laki itu kemudian mengeluarkan ponsel miliknya dan menuju ke aplikasi yang di dominasi warna hijau itu.Ia kemudian mencari nama Naya di sana lalu memencet tombol telfon yang ada di layar benda pipih tersebut.
tuuuttt....tuuutt...
"halo assalamu alaikum" ucap sang gadis dari seberang sana.
Marco tersenyum,tapi tak menjawab.
"halo mas Marco?ada apa?"
masih tak menjawab,suaranya merdu sekali,membuat laki laki itu begitu betah untuk mendengarnya.
"mas...?"
Masih tak menjawab.
"kok gak onok suarane i...kepencet po'o yo..."
(kok nggak ada suaranya...apa kepencet ya)
Marco sekuat tenaga menahan tawanya.Entahlah...ia begitu suka jika Naya berbicara dengan bahasa jawanya.
"mas...?jik urip ta pean?
(mas...masih hidup kan kamu?)
"gak onok suarane c*k....kepencet ki mesti...ganteng ganteng oon.." ucap Naya asal jeplak membuat Marco tak bisa lagi menyembunyikan tawanya.Pria itu tertawa terbahak bahak melalui sambungan telepon membuat Naya seketika bungkam.
"siapa yang oon Nay...?" tanya Marco sambil terkekeh.
"koen iku oon" ucap Naya kesal.
(kamu itu oon)
"hahahaha....ngakak gue sumpah..."
Naya tak menjawab...ia terlanjur malu diketawain.
Marco sekuat tenaga mencoba menghentikan tawanya.Ia tak mau gadis pujaannya itu jadi minder.
"lagi dimana sekarang Nay...kuliah nggak?"
"di kosan mas...ini lagi siap siap"
"gue jemput ya..."
"nggak usah mas...ngrepotin.."
"tapi gue udah di jalan nih...udah mau ke kosan lo...tungguin ya..."
"tapi mass....."
"ok....sama sama....bye..."
tuuut...tuutt...tuutt....
Sambungan telepon pun terputus.
Naya mengernyitkan dahinya.Dasar laki laki itu,mau jemput kok maksa.Tapi ya udah lah...nggak apa apa.
Naya pun segera bersiap siap.Sambil menunggu giliran mandi,wanita itupun memasukkan buku buku perkuliahannya ke dalam tas.
"Chika buruaaaannnn....." teriaknya pada Chika yang berada di dalam kamar mandi
"iyooooooooo......" jawab Chika yang juga teriak
...----------------...
***SELAMAT PAGI.....
YUKK....RAMAIKAN VOTE HADIAHNYA...
__ADS_1
KLIK LIKE DAN KASIH KOMEN NYA JUGAA.A...🥰🥰🥰🥰***