Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
107


__ADS_3

Hari terus berganti....


Kehidupan para anak manusia itu berjalan dengan semestinya.Kurang lebih sudah hampir tiga minggu Adrian mendekam di balik jeruji besi.Berbagai upaya dilakukan oleh Marco dan sang pengacara agar Adrian bisa segera bebas.


Kini usaha mereka mulai membuahkan hasil.Hari ini mereka akan pertemu dengan Desi,wanita yang disebut Adrian sebagai wanita yang sering di ajak berkencan oleh salah satu oknum aparat yang kini menangani kasus nya.Hari ini mereka sudah ada janji untuk bertemu.Awalnya sangat suit untuk mengajak wanita yang kini menjadi wanita simpanan pejabat tersebut.Namun setelah merayu dan memberikan iming iming sejumlah uang,akhirnya Desi pun bersedia menemui mereka.


Sementara Adinda....


wanita itu kini mulai bangkit menata hidupnya.Setelah di dapuk sebagai model bersama sang putri oleh Marco,kini wanita itu juga mulai merintis usaha kue nya dengan sang ibu yang dijajakan secara online.Sedikit demi sedikit pundi pundi rupiah mulai ia kumpulkan,sambil nyambi belajar untuk ujiannya.


Meskipun banyak cibiran disana sini yang menerpanya ketika ia memutuskan menerima tawaran Marco sebagai model lantaran masyarakat luas kadung mengenalnya sebagai istri dari Adrian,namun Adinda berusaha tak menggubrisnya.Ia lebih memilih fokus pada pekerjaan nya kini sambil menanti kebebasan sang suami.Yang penting halal dan bisa menghasilkan uang bukan.


Sementara Joddy....entahlah...


remaja itu bak buah simalakama.Dalam hatinya ia ingin lepas dari Sheila.Namun pengaruh wanita itu begitu kuat.Ia seolah tak mau melepaskan remaja tampan itu begitu saja membuat Joddy mau tak mau harus lebih sering berbohong pada Merco.


Jika ia melawan Sheila selalu mengancam akan menyebarkan foto foto dan vidio mereka,namun jika ia terus terusan mengikuti kemauan wanita itu,lama kelamaan ia pasti akan ketahuan juga oleh Marco,mengingat laki laki itu kini sudah mulai menaruh curiga pada.Lalu harus bagaimana?ia tak mungkin mengaku pada kakaknya tentang hubungannya dengan Sheila dan awal pertemuan nya dengan wanita itu.Bisa di lempar ke jurang dia..!


Hari ini...


Adalah hari pertama ujian sekolah....


Siswa siswi di sekolah elite itu mulai memasuki area sekolah yang luas dan megah tersebut.


Adinda datang dengan ojek online yang dipesannya.Seragam putih abu abu panjang dengan tampilan hijab yang terjulur ke perut melekat sempurna menutup auratnya sebagai seorang muslimah yang taat.Sejenak ia melupakan tanggung jawabnya sebagai ibu,menantu sekaligus tulang punggung keluarga.Kini ia menjelma sebagai siswi SMA yang sebentar lagi akan lulus sekolah dan memulai kehidupan barunya,mungkin sebagai ibu rumah tangga sekaligus model.


Adinda berjalan memasuki area sekolahnya yang luas.Dengan wajah yang terus menunduk,Adinda segera menuju ke dalam kelasnya yang berada di lantai dua sekolah bertingkat tersebut.


Tatapan mata penuh intimidasi,dan suara suara sumbang terdengar sepanjang perjalanannya menuju kelas.Apa lagi alasannya kalau bukan karena berita tertangkapnya Adrian sekaligus terbongkarnya hubungan mereka yang sudah tersebar luas di masyarakat.Para siswa siswi itu sontak men judge Adinda sebagai pembohong besar sekaligus perempuan tidak benar lantaran selama ini yang mereka tahu Adinda selalu mengaku bahwa ia adalah keponakan Adrian.Terlebih lagi kasus yang menjerat Adrian adalah tentang perdagangan perempuan.


Adinda mencoba tak menggubris.Ia seolah sudah kebal dengan hal hal semacam itu.Wanita itupun segera memasuki kelasnya.


Saat di dalam kelas....


lagi lagi...tatapan sinis ia dapatkan dari para murid murid disana.Tak terkecuali Bella,Tasya,dan Fani,orang yang dulu terlihat begitu baik dan ramah pada Adinda kini nampak menatap Adinda dengan tatapan merendahkan.


Lagi lagi....Dinda mencoba tak peduli.Ia pun memilih segera duduk di kursi nya yang berada di samping Farah.


"hai Far...apa kabar?" tanya Adinda.


Namun alih alih menjawab.Farah justru meringsut seolah menjaga jarak dari Adinda.Dinda hanya bisa menghela nafas.Sekolah ini tidak menyambutnya lagi sekarang.


Adinda mengambil buku pelajaran dari dalam tasnya untuk belajar.Saat hendak membuka buku,tiba tiba....


.


.


.


setttt..


Bella menyaut buku itu dari tangan Adinda.

__ADS_1


"hai Din....apa kabar??" tanya Bella dengan nada mengejek.


Disampingnya ada Tasya dan Fani yang berdiri di sisi kanan dan kiri dengan kedua tangan yang dilipat di depan dada.


"udah lama nggak ketemu...dari mana aja sampai berbulan bulan nggak masuk?"tanya Bella.


"lagi honeymoon kalik...." sahut Fani disusul tawa dari beberapa siswa lainnya.


Joddy yang juga ada di ruangan itu hanya mengamati adegan tersebut tanpa bereaksi.Kini seolah ia merasa malu untuk sekedar mendekati Adinda.Karena kecerobohan dan kebodohannya lah Dinda jadi seperti ini sekarang.


Adinda kembali menghela nafas panjang.Ia harus banyak banyak bersabar untuk menghadapi teman teman sekolahnya ini hingga beberapa hari kedepan.


"kok diem? by the way....hari ini pulang dijemput siapa Din?" tanya Bella lagi.


Adinda masih tak menjawab...ia hanya menunduk tanpa berucap sepatah katapun.


"ohh....gue tahu...pasti dijemput om Adrian yaa..." ucap Bella dengan penekanan di akhir kalimatnya.


"om apa om?" ledek Tasya.


"om plus plus kalik....hahahaha...." ucap seorang siswa disana disambut gelak tawa murid murid yang lain.


Adinda merasakan sesak di dadanya.Ia mengambil tasnya,berniat untuk keluar kelas menunggu bel berbunnyi.Namun,baru saja hendak bangkit...Bella mendorong tubuh itu hingga kembali terduduk di kursi.


"mau kemana lo?" tanya Bella.


"tolong Bell....aku nggak mau ribut" ucap Adinda tegas


Bella tertawa sinis.


Adinda masih tak menjawab.Sekuat tenaga ia menahan emosinya.


Bella sedikit menunduk,mendekatkan wajah nya ke wajah Adinda.


"apa harus ngangk*ng dulu?" tanyanya.


"udah dijebol berapa kali lo sama Adrian sebelum dia nikahin lo...?"


.


.


.


plaaaaakkkkk.....


Adinda menampar pipi Bella saking kesalnya.Sontak hal tersebut membuat para siswa disana terkejut.Berani sekali wanita itu.


"anjr**...!berani lo nampar gue...!!" bentak Bella tidak suka.


Adinda tak menggubris,ia bangkit dan melangkah meninggalkan Bella cs.Namun lagi lagi,Bella cari ribut.Ia menarik hijab Adinda hingga membuat rambut panjangnya tergerai bebas.Sontak saja para remaja di kelas itu dibuat makin heboh melihat adegan itu.Terlebih lagi ketika melihat Adinda yang nampak semakin cantik dengan rambut hitam yang panjang terurai.


Adinda menjerit.Ia kelimpungan mencari kain untuk menutupi rambut panjangnya.

__ADS_1


Bella tersenyum sinis.


"waaaaawwww.....cantik..." ucap Bella.


"balikin jilbab ku..!" ucap Adinda sambil mencoba meraih hijabnya


"kenapa?bukannya lo udah biasa buka bukaan di depan Adrian." ucap Tasya.


"sekali sekali buka bukaan di sini boleh kali Din.." ucap seorang siswa di sambut dengan sorakan siswa siswa lainnya.


A dinda menangis.Ia merasa harga dirinya seolah di injak injak oleh teman temannya itu.Mereka tidak tau apa apa...tapi seolah merek menilai Adinda sebagai wanita murahan yang pantas untuk direndahkan.


Adinda masih mencoba meraih hijabnya dengan lelehan air mata yang sudah membasahi pipi mulusnya.Namun hijab itu justru di oper dari satu tangan ke tangan yang lain membuat Adinda semakin menderita di tengah sorak sorai para remaja itu.


Hingga tiba tiba....


seett....


Hijab itu mendarat tepat di tangan seorang remaja pria yang nampak menunjukkan raut wajah tidak suka.Itu Joddy...


Ia yang sedari tadi diam nyatanya tak bisa melihat wanita yang sedari lama dikaguminya itu menangis dipermalukan oleh teman temannya.


Joddy bangkit.Ia membawa hijab putih ditangannya itu mendekati Adinda yang menangia di depan kelas.Dengan tatapan sendu ia menyerahkan hijab tersebut tanpa berucap sepatah katapun.Joddy berbalik badan.Ia menggunakan tubuhnya untuk menghalangi pandangan para remaja pria yang terus tertuju pada wanita yang terbiasa menutup rapat auratnya tersebut.Ia menatap bengis pada semua temannya disana,membuat mereka yang sedari tadi bersorak sorak riuh pun jadi diam seketika.


Adinda segera mengenakan hijabnya dibelakang punggung Joddy sambil terus terisak.


"puas lo semua?" ucapnya dingin.


"PUAS LO SEMUA....????!!!"


"Udah ngerasa bener lo...!!udah ngerasa suci lo...!!!"


"sorak sorak lagi... !!napa diem lo semua..!!!sorak lagi sekarang lo di depan gue bang***...!!!!!!"


remaja remaja itupun makin ciut.Ia tak pernah melihat Joddy semurka ini.


"lo semua nggak tau siapa Dinda..!!!!!..lo semua nggak tau gimana beratnya hidup dia...!!! nggak usah sok nge judge orang an**ng...!!!!!" ucap Joddy menggebu gebu.Ia seolah ikut merasa perih.Ia juga terlibat.Ia juga ikut masuk dalam drama kehidupan ini.


Adinda sudah selesai dengan hijabnya.Joddy dengan tatapan bengisnya maju mendekati meja meja para siswa itu dengan raut wajah penuh amarah.


"maju lo semua!!siapa yang mau bully Dinda lagi...!!maju sini lawan gue...!!!majuuu....!!!" ucap nya sambil sesekali menendangi meja yang ada di hadapan nya.


Tak ada yang berani menjawab.Semua hanya diam membisu melihat Joddy yang begitu emosi.


Joddy berbalik badan menatap Dinda yang terus menunduk sambil menangis.Remaja milik Sheila itu kemudian berjalan mendekati Adinda.


Adinda trus menunduk.Joddy kembali menoleh ke arah teman temannya


"sekali lagi lo semua ngebully Dinda...abis lo ama gue...!" ucapnya kemudian menarik tangan wanita itu pergi dari kelas tersebut.


...----------------...


***TAMABAHIN VOTE DAN HADIAH NYA PLIISSSS🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺

__ADS_1


kasih komen dan like yang banyak biar rameeee🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2