
Malam menjelang....
Keluarga kecil itu kini tengah asyik menikmati waktu bersama sambil bermain main dan bercanda di ruang tamu yang tak terlalu luas itu.Atau lebih tepatnya,Dinda dan Nabil yang asyik bercanda,sedangkan Adrian....
Laki laki itu masih sibuk melamun.Pikirannya masih melayang layang mengingat pertemuan nya dengan ibundanya siang tadi.Adrian seolah kehilangan semangat nya.Belum usai dukanya kehilangan kakek,belum juga ia mendapat restu dari mertua,kini kesabarannya kembali diuji,ia dipertemukan lagi dengan wanita yang paling ia benci seumur hidupnya.Ia tak pernah menginginkan pertemuan ini.Ia tak mau lagi mengingat wanita itu.Ia tak mau lagi berurusan dengan wanita yang telah menoreh luka yang teramat dalam pada kehidupan nya itu.
Adrian mengusap wajahnya kasar.Ia lelah.Sungguh...ia sangat lelah.Karma hidup seolah datang bertubi tubi padanya.
Adinda menatap iba pada laki laki itu.Ia sebenarnya merasa kasihan pada Adrian.Tapi ia bisa apa?Ia juga tahu betul bahwa Adrian adalah tipe orang yang tidak suka dikasihani.
Allahu Akbar....Allahu Akbar....
Kumandang adzan isya' menggema,pertanda waktu menyembah Sang Maha Kuasa telah tiba.
"mama....Nabil pengen solat ke masjid.." ucap Nabila.
"kamu mau?ya udah...ambil wudhu..kita ke masjid..." ucap Adinda
"oke ma...." ucap Nabila.Gadis kecil itupun segera berlari untuk mengambil wudhu.
Adinda menatap laki laki yang lagi lagi melamun itu...
"mas..." ucap Adinda sambil menyentuh telapak Adrian.
"hmm..."
"biasanya,kalau aku ada masalah,aku sholat...setelah itu perasaan ku jadi tenang" ucapnya dengan sangat hati hati.Ia takut menyinggung perasaan Adrian.Mengingat laki laki itu sedang berada dalam mode sensitif sekarang.
"kamu mau coba?" tanya Adinda kemudian.
Adrian menatap wajah Adinda sejenak,namun ia kemudian membuang muka,ia merasa ucapan Adinda bukanlah solusi atas masalahnya.
"kamu kalau mau sholat... sholat aja Din...aku masih mau disini" ucapnya.
Adinda menghela nafas panjang.
__ADS_1
"ya udah...aku ke masjid dulu ya mas...." ucap wanita itu.
Adinda pun menuju ke kamar nya untuk mengambil mukena nya dan Nabila.
Nabila sudah selesai wudhu.
"mama nggak wudhu?"
"mama wudhu di masjid aja nak" ucap Adinda.
"oh...ya udah ayo ma.." ucap Nabila.
"papa nggak ikut ma?" tanyanya lagi sambil menatap sang papa yang masih hanyut dalam lamunan nya
Adinda hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
Ibu dan anak itupun bergegas menuju masjid yang tak jauh dari rumah mereka.Sedangkan bu Lastri sudah ada di masjid sejak maghrib.
Kini tinggal Adrian sendiri di dalam rumah itu.Bayang bayang saat Bertha mengejarnya dengan sebilah pisau di tangan kembali terlintas di ingatannya.Dadanya kembali sesak,ingin sekali rasanya ia menangis,namun baginya wanita itu tak pantas untuk ditangisi.Dia yang sudah menghancurkan keluarga nya,kebahagiaan nya,dan bahkan kepribadiannya.
Adrian yang kembali terpuruk,pria itu melangkah gontai menuju kamar bernuansa hello kitty itu.Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur yang berada di lantai kamar tersebut.
"biasanya,kalau aku ada masalah,aku sholat...setelah itu perasaan ku jadi tenang"
ucapan Adinda sebelum wanita itu berangkat ke masjud tadi kembali terngiang di telinganya.
Adrian mendudukkan tubuhnya.Di lihatnya di atas rak,sebuah sajadah terlipat rapi disamping AlQuran.Adrian menetap dalam dua benda itu.Sudah puluhan tahun ia tak pernah menyentuh benda benda semacam itu.Ia bahkan sudah lupa bagaimana tatacara sebelum menyentuh benda suci tersebut.
Adrian bangkit.Ia berjalan gontai mendekati dua benda itu.Adrian mematung saat sudah mendekati rak tersebut.Tangannya tergerak menyentuh sajadah yang ada di hadapan nya.Seolah ada yang mendorong nya untuk mengambil alas sholat tersebut.
Adrian bergetar.Apa benar yang dikatakan Dinda?ia akan tenang jika melaksanakan sholat?
Adrian meraih sajadah itu,kemudian duduk di tepi kasur busa tersebut.Ia semakin gemetar,ia memang sudah terlalu jauh dari sang pencipta.Ia sudah terperosok terlalu dalam ke dalam lubang gelap kehidupan.Mata Adrian mengembun.Ia ingin menggunakan benda ini,namun ia tak tahu.Ia bahkan lupa bagaimana cara sholat.
ceklekkk..
__ADS_1
pintu kamar terbuka.Adrian terjingkat melihat Dinda dan Nabila masuk ke dalam kamar tersebut.
Adinda mematung melihat apa yang ada di tangan Adrian.
"mas..." ucapnya.
"Din...." lirih Adrian.
Adinda mendekati laki laki itu.Ia duduk di samping Adrian dengan mukena yang masih membalut tubuhnya.
"kamu mau sholat?" tanyanya lirih dengan mata yang terlepas menatap pria itu.
"aku nggak tau caranya..." ucap Adrian.
Adinda tersenyum penuh haru.Bahkan matanya mulai berkaca kaca.
"kamu mau belajar?" tanyanya lagi dengan air mata yang mulai tumpah.
"aku nggak tau...aku bingung Din..." ucap Adrian bak orang linglung.Adrian bak manusia yang kehilangan arah.Separah itukah efek yang ditimbulkan dari perbuatan keji ibunya,sampai sampai pria se kuat dan se kokoh Adrian jadi goyah hanya karena bertemu wanita tua itu?
Adrian menangis,ia menjatuhkan kepalanya di pundak Adinda sambil sesenggukan.Ya....hal yang pernah Dinda lihat sebelum nya.Pria dingin itu menangis sesenggukan.Ia seolah sudah tak sanggup menahan segala beban di pundaknya.Tembok kokoh yang ia bangun sejak lama seolah runtuh dalam sekejap mata.
Adinda ikut merasa perih mendengar tangisan Adrian.Ia memeluk tubuh besar itu.Adrian hanya punya Dinda dan Nabila.Hanya dua wanita itu yang bisa menjadi tempat nya untuk bersandar sekarang.
Adinda mengusap punggung lebar itu,mencoba menenangkan laki laki yang kini tengah rapuh rapuhnya tersebut.
"kamu nggak sendiri mas..kamu masih punya aku,Nabil..."
"dan kamu masih punya Allah yang selalu memiliki jalan keluar atas setiap masalah kamu" ucap Adinda.
Adrian tak menjawab,ia masih sesenggukan di dalam pelukan Adinda.
...----------------...
***MANA NIH VOTE DAN HADIAHNYA...?TAMBAHIN LAAAHHH🥳🥳🥳
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN NYA DIBANYAKIN YA....🥳🥳🥳🥳🥳***