
Malam semakin larut.....
Di dalam kamar yang dipenuhi pernak pernik hello kitty.Gadis kecil berambut panjang itu sudah terlelap sambil memeluk hello kitty jumbo milik mamanya.Sedangkan di samping nya,pria bertato itu tangah duduk di atas kasur,bersandar di dinding sambil memeluk manja sang istri yang kini menyandarkan tubuhnya di dada bidang milik Adrian Tama itu.
Adrian memainkan ponselnya dengan tangan kanan,sedangkan tangan kiri nya memeluk tubuh Adinda yang bersandar manja di dadanya.
Adinda meletakkan ponselnya.
"tidur yuk mas....besok kita harus bangun pagi" ucapnya.
"baru juga jam sebelas Din...biasanya kita tidur jam dua"
"besok kan kita udah mulai jualan mas...jam satu kita udah harus bangun loh..."
"what?jam satu?kamu mau ngapain bangun jam satu?"
"mas....warung sotonya kan dipasar.Kita jam satu harus udah kepasar,buka jam tiga pagi.Jam segitu pasar tuh udah rame mas.Kan pasar pagi...."
"astaga Din.....masih ngantuk...emang nggak bisa apa siangan dikit"
"ya nggak bisa lah..."
"astaga...ini tinggal berapa jam doang tidurnya?kamu kenapa nggak ngomong dari kemarin sih"ucap Adrian sambil merubah posisinya mulai bersiap untuk tidur.Adinda tersenyum,ia ikut merebahkan diri.Adinda masuk dalam pelukan Adrian.Menggunakan sisi kiri dada Adrian sebagai bantal,lalu satu kaki nya naik ke atas paha Adrian,bak sedang memeluk guling besar.
Adinda mengecup pipi sang suami.
" selamat malam papa...makasih untuk hari ini"ucapnya.
Adrian tersenyum.Ia mengecup pucuk kepala Dinda.
"malam sayang.Love you..." ucapnya.Keduanya pun tidur dengan posisi nyaman mereka
...****************...
01:15
"mas....bangun...." Adinda yang sudah rapi terus mencoba membangunkan Adrian.
"maaassss....ayo bangun....keburu siang..."
"hmmmmhhh...."
"maaaaassss..." Adinda terus menggoyang goyangkan tubuh Adrian.Namun laki laki itu tak bangun bangun juga.
Adinda menipiskan bibirnya.Sepertinya ia harus menggunakan jurus andalan nya lagi.
Adinda naik ke punggung Adrian yang masih tertidur pulas.Kemudian dengan satu gerakan tangan yang lincah ia mengacak acak rambut pirang Adrian,menggelitiki ketiak sampai pinggang Adrian sambil tak henti cekikikan.
"bangunnn.....wooooeeee....bangunn woooee..." ucap Dinda sambil terus menggoyang goyangkan tubuh Adrian.
"Dindaaa...apain sih....!" ucap Adrian yang masih malas untuk membuka mata.
"ayo bangun mas....!"
"masih ngantuk Din...!"
Adinda menjatuhkan tubuhnya ke tubuh besar Adrian.
__ADS_1
"bangunnn...!"
"Dindaaa....!!" ucap Adrian sambil kesal sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal itu dengan kasar.
Adinda duduk lagi di punggung Adrian,dan dengan santainya ia kembali melompat menjatuhkan tubuhnya ke punggung Adrian.
"astaga Dindaaa....!"
"kamu susah banget di banguninnya..!" ucap Dinda sambil mengacak acak wajah Adrian
"besok aja deh...hari ini aku kasih duit aja...berapa sih hasil jualan kamu"
"nggak mau.. enakan jualan..!ayo dong...!!bangun...." ucap wanita itu sambil mengorek lubang hidung Adrian.
Adrian pun menyerah.Ia akhirnya bangkit juga dengan malasnya.Adinda kemudian bergegas keluar kamar setelah Adrian sudah berdiri.
Dinda membuka pintu,ia bergegas menuju dapur untuk menyiapkan bahan bahan dagangan nya lalu meletakkannya di meja tamu.Adinda membuka pintu rumah kecil itu lalu menuntun motor matic putihnya keluar.Suasana di luar rumah masih sangat sepi.Hawa dingin menyeruak menusuk tulang tulang Adinda.Dinda melongok ke dalam rumah.Adrian belum keluar kamar?kok lama banget?
Wanita itu kembali ke dalam kamar untuk melihat sang suami.
"Ya Allah...Ya Rabb....!!" ucap Dinda saat melihat Adrian kembali tidur meringkuk di atas kasur.
Adinda mendekati suaminya.Mereka benar benar kesiangan.Belum nanti nungguin Adrian mandi.Belum masak di warung,belum bersih bersih...astaga....🤦♀
"maaaaaaassss......banguuuuuuunn....ngebangunin kamu susah banget Ya Allah...." ucap Adinda merengek.Hanya sekedar membangunkan Adrian ia sudah kewalahan.
Adrian kembali menggeliat,dilihatnya wajah sang istri yang nampak cemberut dengan memasang wajah sedih.
Adrian tertawa ringan,ia kemudian bangun dan mengacak acak lembut rambut berbalut hijab itu.
"iya....iya bawel...ini bangun.."
"iya sayang..."
Adrian bergegas mengambil handuk dan menuju kamar mandi untuk mandi.Adinda menyiapkan baju untuk Adrian,ia kemudian keluar kamar dan duduk di ruang tamu menunggu Adrian selesai mandi.
Sepuluh menit,
Adrian keluar dari dalam kamar dengan wajah tampan yang nampak segar.
“udah siap semuanya?"tanya Adrian.
"dah...."
"ya udah yuk..."
Adrian dan Dinda mulai melangkah keluar rumah,tiba tiba.....
"tunggu...!!"
Suara dari wanita paruh baya itu sukses membuat sepasang suami istri itu menoleh ke arah sumber suara.Dilihatnya disana Bu Lastri yang berjalan mendekati kedua anak manusia itu.
"ada apa buk?" tanya Adinda was was.Ada apa lagi ini?apa ibunya masih keukeuh melarangnya dan Adrian berjualan.
Bu Lastri berdiri di depan Adinda yang diam menunggu ibunya itu berbicara.
Bu Lastri merogoh saku bajunya.
__ADS_1
"kamu mau buka warung pakai apa?" tanya Bu Lastri sambil menyerahkan kunci warung soto mereka.
Adinda membuka mulutnya,ia tersenyum lebar.Secara tidak langsung ibunya sudah memberikan izin untuknya dan Adrian berjualan.
Adinda meraih kunci tersebut.
"makasih buk...untung ibuk ingetin" ucap Adinda.
"kami berangkat dulu ya buk" ucap Adinda sambil meraih punggung tangan bu Lastri dan menciumnya.
"assalamu'alaikum"
"wa alaikum salam" ucap Bu Lastri singkat tanpa ekspresi.
Adrian mendekat,ia hendak melakukan hal sama,namun belum juga meraih punggung tangan Bu Lastri,wanita itu sudah melengos pergi.
Lagi lagi..
Adrian merasa harga dirinya di injak injak oleh janda itu.Untuk kesekian kalinya ia harus mati matian menahan emosi.Dan untuk ke sekian kalinya juga Adinda mencoba menenangkan hati sang suami agar emosi laki laki bertato itu tak meledak.
Adinda mengusap dada bidang Adrian.
"ujian.....sabar lagi ya....." ucap Adinda.
"cuma demi kamu Din.." ucapnya kemudian bergegas menaiki motor yang sudah berada di luar rumah itu.
Adinda menutup pintu rumahnya,lalu ikut duduk di belakang sang suami.
"nanti agak siangan jemput Nabil ya mas...aku udah bilang sama dia tadi kalau kamu bakal jemput dia kalau udah agak siang"
"oke...siap nona" ucap Adrian sambil men starter motornya.
"dipeluk dong biar anget....masih dingin nih..." ucap Adrian.
Adinda tersenyum,ia memeluk tubuh tegap itu dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung sang suami.
"pelan pelan ya papa....kalau jatuh sakit loohh" ucap Adinda.
"bilang aja kamu pengen lama lama meluk aku...dasar ganjen"
"ganjen ganjen gini aku pawang singa loh....nih singaku udah jinak" ucapnya sambil mengeratkan pelukannya.Nyaman benerrrr.......
Adrian menggelengkan kepala nya mendengar ucapan Adinda.Tanpa mereka sadari wanita tua itu mengintip adegan mesra itu dari balik gorden jendela rumahnya.Seutas senyum simpul terbentuk dari bibirnya.Mereka nampak begitu bahagia.
Adrian mulai menjalankan motornya menembus dinginnya udara malam itu sambil terus dipeluk manja oleh istri kecilnya tersebut.Tak pernah terpikirkan oleh Adrian sebelum nya.Bahwa seorang model sekaligus bos mafia seperti dirinya akan rela bangun tengah malam,motoran ke pasar tradisional hanya untuk jualan soto??padahal dengan segala kekayaan yang ia punya,jangankan warung soto,pasarnya aja bisa dia beli.
Tapi lagi lagi,untuk siapa ia melakukan semua ini kalau bukan untuk wanita cantik yang selalu bisa membuatnya luluh dengan segala tingkah usil dan menggemaskan yang ia miliki.
Pawang singa yang cantik.....🙈
...----------------...
***BANYAKIN LIKE KOMEN NYA PLISS🥺🥺🥺🥺🥺
TAMBAHIN LAH VOTE DAN HADIAHNYA BIAR TAMBAH BANYAK😢😢😢😢😢😢
BTW OTHOR MAU NANYA....
__ADS_1
KALAU OTHOR BIKIN SEASON DUA DENGAN NABILA SEBAGAI TOKOH UTAMANYA GIMANA PENDAPAT KALIAN???
TULIS DI KOMEN YA...😍😍😍😍***