Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
45


__ADS_3

Di dalam UKS...


Wanita itu sesenggukan sambil sesekali mengompres luka lebam di wajahnya.Joddy menatap iba ke arah wanita malang itu.


"gimana?kita pulang aja?" tanya Joddy.


Adinda menunduk....


"Jod...aku boleh nggak...minta tolong sekali lagi sama lo"


"minta tolong apa?kalau gue bisa,gue pasti bantuin lo"


"bawa aku pergi dari kota ini Jod....aku mau pulang..." ucapnya sesenggukan.


Joddy terdiam. ..


"lo yakin?"


Adinda hanya mengangguk.Sungguh,ia sudah lelah.Ia ingin lepas dari pria itu.Ia tak sanggup lagi hidup dalam bayang bayang Adrian.


Adinda menangis sesenggukan.Kejam sekali nasib hidupnya,dipisahkan secara paksa dengan keluarga nya,lalu dipertemukan dengan pria gila bernama Adrian Tama.Dan yang lebih menyedihkan,ia yang selalu berusaha mencintai ssuaminya dan menerimanya apa adanya justru selalu mendapatkan perlakuan sewenang-wenang oleh sang suami.


"kalau lo yakin,gue akan antar lo pulang,tapi nggak bisa hari ini,kita tunggu minggu ya." ucap Joddy.


Adinda menatap Joddy dengan tatapan tulus.


"aku nggak tau harus berterima kasih sama kamu dengan cara apa lagi Jod...kamu udah banyak banget bantuin aku...hikss..."


Joddy tersenyum....


"karena gue suka sama lo" batinnya.


"nggak usah dipikirin" ucapnya kemudian.


Adinda menutup wajahnya dengan kedua belah telapak tangannya.Ia semakin sesenggukan.Joddy sungguh tak tega melihat wanita itu.


"lo bisa pakai pundak gue buat sandaran kalau lo mau" ucapnya.


Adinda menegakkan posisi duduknya.Ia menghapus lelehan air mata di pipinya,lalu menarik nafas dan mencoba untuk tersenyum.


"aku nggak apa apa kok...."


Adinda menatap wajah Joddy yang lebam di beberapa bagian.Tangannya tergerak menempelkan kain yang dibasahi air hangat itu ke wajah Joddy.


"maaf Jod...ini semua gara gara aku" ucapnya.


"nggak Din.....lo nggak salah..lo cuma korban disini." ucap Joddy.


Mata Joddy tak lepas menagamati wajah sendu di hadapannya itu.


"andai gue duluan yang ketemu sama lo...gue pasti akan bahagiain lo...lo nggak akan se menderita ini sekarang" batin Joddy


Tanpa mereka sadari,sepasang mata wanita menatap cemburu pada adegan yang mereka lakukan.Wanita itu mengepalkan tangannya.Sungguh...ia muak dengan apa yang ia lihat.


"kita masuk ke kelas yuk" ucap Joddy


Adinda hanya mengangguk pelan.Keduanya pun bergegas bangkit dan menuju ke dalam kelas mereka.


...****************...


Menjelang jam pulang sekolah..


Pria bernetra hijau itu masih mondar mandir dengan wajah lebamnya bekas perkelahiannya dengan Joddy.Ia tak beranjak dari tempat itu,ia harus membawa Dinda pulang hari ini.


Namun tiba tiba.....

__ADS_1


drrrttt.....drrrttt....


Ponsel Adrian bergetar....


Ia merogoh benda pipih yang ada di saku celananya itu.


Farhan...


memanggil...


Adrian mengusap tombol hijau yang ada disana...


"ada apa?" tanyanya tanpa basa basi.


"tuan...gawat...anak buah James menyerang rumah utama"


Duuuuaaaarrrrrr.........


Rumah utama diserang?


Adrian mematung....


"kakek..." ucapnya.Adrian segera masuk ke dalam mobilnya.Ia tak peduli lagi dengan apapun.Kakeknya,pahlawan nya,penyelamatnya,kini sedang dalam bahaya.Adrian melajukan mobilnya bak orang kesetanan Hanya satu yang ada dalam pikirannya,keselamatan tuan William!


Hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit mobil itu sudah sampai di halaman rumah utama saking kencangnya mobil itu melaju.


Dilihatnya rumah itu sudah dalam kondisi berantakan.Pagar tinggi itu tak tertutup.Darah berceceran di mana mana.Mayat para anak buahnya tergeletak bersimbah darah.Adrian memarkirkan kendaraannya asal lalu dengan cepat ia turun dari mobil dan berlari ke dalam rumah mewah itu.Kondisi rumah bak kapal pecah.Semua anak buah yang berjaga di rumah itu tewas tak bersisa.Adrian segera berlari ke dalam kamar sang kakek.


"kakekk....!!!" ucap Adrian berteriak memanggil sang kakek...


Adrian sampai di dalam kamar,dilihatnya Farhan berdiri sana sambil membungkukkan badannya saat melihat kedatangan sang tuan.Adrian mematung,tubuhnya serasa lemas.Dilihatnya di kamar itu penub dengan ceceran darah.Dilihatnya Hans,sang pengawal pribadi tuan William sudah tewas terkapar di atas lantai kamar itu,namun ia tak menemukan sang kakek dimanapun.Adrian lemas,ia luruh...dimana kakeknya?bagaimana keadaannya,matanya mengembun,pria itu menangis.Bagaimana ini???


...****************...


Sementara ditempat lain.....


Adinda mencoba acuh,ia kemudian menuju parkiran motor bersama Joddy dan segera pergi dari tempat itu menggunakan motor sport biru milik Joddy tersebut.


Adinda melamun sepanjang perjalanan.Pikirannya melayang layang entah kemana.Ia harus pergi dari kota itu.Ia punya rumah kok,ia punya tempat untuk pulang.Yah....Dinda harus pulang.Ia harus meninggalkan kota ini dengan segala kenangan nya.Tiba tiba....


ciiiiiiiiiiiitttttttttt......


Joddy mengerem sekuat tenaga saat sebuah mobil menghadang laju motornya di sebuah tikungan jalanan yang cukup sepi.


Adinda pun sontak kaget,ia melongok ke arah depan.Dilihatnya sebuah mobil berhenti dengan posisi melintang dengan lima orang berdiri menghadang mereka.Salah satunya adalah orang yang sangat Adinda kenal....


"Romi?" gumamnya.


Adinda gemetar,apakah Adrian memerintahkan anak buahnya untuk memaksanya pulang?


Sementara Joddy..


Pria itu menyipitkan matanya.


"itukan anak buah Adrian yang gue lihat ngobrol sama orang di toko baju beberapa hari lalu?" batin Joddy.


Joddy dan Adinda pun turun dari motor.Adinda nampak ketakutan bersembunyi di balik punggung Joddy.


"selamat siang nona Adinda...bisa ikut saya sebentar?" tanya Romi ramah,namun terdengar menyeramkan din telinga Adinda.


"mau apa lo?" tanya Joddy menantang.Lagi lagi ia jadi garda terdepan untuk melindungi istri orsng itu.


"aku tidak ada urusan denganmu anak kecil"


"selama itu menyangkut Adinda,maka itu jadi urusan gue.."

__ADS_1


Romi menyeringai.


"aku tidak punya banyak waktu untuk meladenimu bocah"


"seret wanita itu" ucap Romi pada empat orang berbadan besar disana.


"baik tuan.."


Ke empat pria itupun mendekat.Joddy berancang ancang untuk menyerang mereka.


"Dinda lari...!" ucapnya.


"tapi Jod..."


"cepet lari....!!jangan peduliin gue...!!"


"Jod...."


"lari Din...!!!"


Adinda menangis dengan segera ia berlari menjauhi tempat itu.Meninggalkan Joddy yang kini tengah berjibaku melawan tiga orang anak buah Romi,sedangkan Romi dan satu anak buahnya berlari mengejar Adinda.


Adinda semakin gemetar.Ia berlari tak tentu arah sambil terus menangis.Sesekali ia menoleh ke belakang,dilihatnya dua orang itu semakin dekat mengejarnya.Hingga akhirnya,Adinda menghentikan langkahnya.Dia sudah mentok.Dihadapannya sungai.Bagaiman ini.


"mau lari kemana lagi manis?" ucap Romi.


Adinda berbalik badan,Romi dan seorang anak buah mendekat,menatap garang ke arah Adinda.


"tuan jangan....hiks..." ucap Adinda ketakutan.


"jangan takut sayang....aku tidak akan melukaimu,aku justru akan menyelamatkan mu dari Adrian kep**** itu" ucapnya.


Adinda mengernyitkan dahinya.Apa maksudnya?bukankah dia anak buah Adrian?kenapa ia berbicara seperti itu tentang bosnya.Apakah dia penghianat yang dimaksud mas Adri dan Farhan?pikir Adinda


"kesini sayang,menurutlah,maka kau tidak akan terluka" ucap Romi sambil merentangkan tangannya.


Adinda menggeleng samar.


Adinda semakin ketakutan.Jika ia mundur ia akan terjun ke sungai,ia harus gimana?


"kau terlalu banyak membuang waktu ku gadis kecil...!seret dia...!!!" ucap Romi membentak.


Sang anak buah pun melangakah mendekati Adinda lalu dengan cepat menyeret paksa wanita itu sebelum ia melakukan perlawanan.


"lepasin..!tolong...!!!" Adinda meronta.


"diaammm...!!!"


buugghhh.....


Sebuah tinjuan mendarat di wajah Adinda,membuat wanita itu pingsan seketika.Sang anak buah pun membopong Adinda bak karung beras menuju ke mobilnya.


Sementara itu Joddy sudah babak belur di hajar tiga preman berbadan besar itu.Pria delapan belas tahun itu terkapar menahan sakit di sekujur tubuhnya.


"Din...da....." ucapnya saat melihat Romi dan anak buahnya datang dengan membopong Adinda yang tak sadarkan diri.


Anak buah tersebut pun segera memasukkan Adinda ke dalam mobil.Begitu juga Romi dan yang lainnya.Mereka segera pergi meninggalkan tempat itu,meninggalkan Joddy yang tak berdaya di sana.


...----------------...


***HOHOHOOOO.....


APAKAH SUDAH CUKUP MEMBUAT ANDA DEG DEGAN PARA READERS....


JANGAN LUPA KASIH LIKE KOMEN VOTE DAN KASIH HADIAH YANG BANYAK YA......

__ADS_1


😍😍😍πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°***


__ADS_2