
Di meja makan....
"waahh...tante Dinda pinter banget masaknya...semuanya enak enak" ucap Nabila dengan binar bahagia.Gadis kecil yang baru selesai makan hingga tandas nasi dua piring nampak begitu bahagia berada di samping sepasang suami istri itu.
"kamu seneng tinggal disini?" tanya Adrian.
"iya om....om sama tante baik banget.Aku seneng banget tinggal disini." ucap Nabila sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"oh ya?" tanya Adrian lagi.
Nabila mengangguk pasti.
"Nabil....kamu mau nggak..jadi anak om ?" tanya Adrian.
Nabila membelalakkan matanya mendengar ucapan itu.Adinda pun menoleh ke arah sang suami.Entahlah,Adrian merasa gadis kecil ini memiliki warna tersendiri yang membuatnya bahagia dan tenang bila bersama Nabila.Dengan segala keluguan dan kepolosan nya yang terkadang sanggup menyentil hati seorang Adrian Tama.Adrian berharap dengan mengadopsi Nabila ia tak akan kesepian jika setelah tujuh hari berlalu Adinda akan pergi meninggalkan nya.
"gimana?kamu mau?" tanya Adrian lagi pada Nabila yang masih melongo.
"om beneran?" tanya Nabila.
Adrian mengangguk tulus.
Nabila mulai berkaca kaca.Anak yatim piatu itu pun mengangguk dengan deraian air mata.
"aku mau om...Nabila mau..hiks.." ucapnya dengan penuh haru.Ia memiliki keluarga sekarang.Ia tidak sendiri lagi.
Adrian tersenyum manis.
"mulai sekarang...kamu panggil om...papa..." ucap Adrian.
"iya pa...." ucap Nabila dengan senyuman lebar di sela tangisannya.
"sini...peluk papa dulu..." ucap Adrian sambil merentangkan tangannya.Nabila pun turun dari kursinya dan berlari naik ke paha Adrian dan memeluk papa barunya itu.Nabila yang memang sudah merasa nyaman sejak pertemuan pertamanya dengan Adrian pun tak sungkan lagi untuk memeluk erat pria tampan bernetra hijau tersebut.
"makasih pa...Nabila sayang papa" ucap Nabila dalam pelukan Adrian.Adrian bergetar,entahlah...ia begitu bahagia mendengar ucapan itu.Gadis kecil nan polos dengan sejuta keluguan nya.Adrian mempererat pelukannya.
"papa juga sayang Nabila" ucapnya.
Adinda yang sedari tadi hanya menyaksikan adegan itupun kini bangkit dan menghampiri suaminya tersebut.
"mama juga sayang sama kalian" ucap Adinda lalu memeluk Adrian dan Nabila.Adrian menatap ke arah Adinda,dalam hatinya ada sedikit rasa perih.Mungkin hanya untuk beberapa hari kedepan Nabila akan merasakan keluarga yang lengkap.Namun setelah itu ia akan kembali merasakan kehilangan lantaran Adinda akan pergi darinya dan Nabila.
Adinda tersenyum menatap laki laki yang mematung dihadapannya itu.Laki laki seperti ini lah yang Adinda mau.Yang lembut,yang penyayang.Jauh berbeda dari Adrian yang sebelumnya ia kenal.Setitik kesedihan Dinda rasakan.Benarkah jika Adrian sudah berubah?kalau benar,relakah ia jika harus berpisah dari laki laki itu?Dan sekarang,ada Nabila...bagaimana perasaannya jika dalam hitungan hari ia akan kembali kehilangan sosok ibu?
"makasih ya pa....ma....aku sayang sama mama sama papa....aku seneng punya keluarga lagi...aku nggak mau kehilangan papa sama mama lagi" ucap Nabila polos sambil memeluk kedua orang tua barunya itu.
deggghhh....
.
.
.
Sebuah perasaan yang sama dirasakan oleh Adinda dan Adrian.Keduanya mematung,keduanya bak tertampar dengan ucapan polos gadis itu.
Katakanlah tindakan Adrian tak sepenuhnya benar,ia mengadopsi anak yatim di saat pernikahannya sedang berada di ujung tanduk.Tapi bukankah itu lebih baik daripada harus membiarkan Nabila lontang lantung di jalan sebagai pengemis?setidaknya jika Nabila bersama dengannya,gadis itu akan aman.
"dah...sekarang makannya dilanjutin ya..." ucap Adinda.
"iya tan....eh ma...." ucap Nabila.Adinda tersenyum melihat tingkah polos Nabila.
...****************...
Di tempat lain....
Di sebuah kamar bernuansa maskulin.....
Remaja itu duduk di sebuah kursi mengamati foto foto hasil jepretan sang kakak dari dalam kamera kakaknya tersebut.Raut wajah tidak suka,kecewa,dan sedikit meremehkan terlihat jelas dari dalam dirinya.
"gue tau kaliam cuma sok romantis." ucap Joddy.
"kasian banget lo Din....harus hidup seatap sama monster kek gini."
"tenang aja...gue akan secepatnya bawa lo lepas dari laki laki itu.Gue akan pastiin lo akan dapetin kebahagiaan lo" ucap Joddy yakin.
ceklek....
pintu terbuka.Marco masuk ke dalam kamar miliknya tersebut.Marco kemudian duduk di sisi ranjang di belakang Joddy.
"napa lo?" tanya Marco.
Joddy tersenyum sinis.
__ADS_1
"palsu" ucapnya.
"maksud lo?"
"gue yakin Dinda ada di bawah tekanan Adrian."
Marco menghela nafas panjang.Makin hari jiwa kepo dan sok tau Joddy makin menjadi jadi.Apalagi setelah tau bahwa Adrian memang seorang psychopath kejam.Rasa ingin melepaskan Adinda dari Adrian semakin tak terbendung lagi.
"Jod....udah ya....gue males banget bahas ini tau nggak...!stop ikut campur urusan mereka..!"
"lo tenang aja bang...gue akan bebasin Dinda sendiri...gue nggak akan bawa bawa lo" ucapnya.
"gue pinjem kamera lo bentar" ucapnya sambil melangkah pergi membawa kamera Marco.Marco memijit pelipis kepalanya.Susah banget ngasih tau Joddy.
...****************...
22:00
Di dalam kamar milik pria bernetra hijau itu.Sepasang suami istri itu kini kembali melakukan adegan panas mereka.Setelah menidurkan Nabila di kamar milik Nabila yang berada di samping kamar utama,Adrian segera meminta hak nya sebagai suami sah Adinda Zahra.
Lelehan keringat sudah membasahi tubuh mereka.Keduanya saling meracau,memuaskan dan memberi kenikmatan pada satu sama lain.Adrian tak henti memaju mundurkan tubuhnya sambil tangannya meremas benda benda kenyal yang terpampang di bawahnya itu.
Sepasang suami istri semakin menggila.Nafas keduanya semakin memburu.Adrian kembali mel****bibir mungil itu dengan rakusnya.Hingga tiba tiba..
"MAMA.....!!!!HWAAAHAHAHHAHA....."
Tangisan histeris terdengar dari kamar sebelah.Adinda dan Adrian menghentikan pergerakan er*tis mereka untuk sesaat.
"mas...Nabil..." ucap Adinda.
"udah biarin aja...paling cuma mimpi" ucap Adrian sambil melanjutkan pergerakannya.
"tapi kasian mas..shh..ahh..." ucapnya sambil menahan rasa nikmat nya.
"nanggung..!" ucap Adrian sambil terus memompa sesuatu yang berada di bawah sana.
"Mama....papa....hwahahahahha....." tangisan itu semakin menguat.Nabila keluar dari dalam kamarnya mendekati kamar utama milik sang papa dan mama.
Adinda semakin tidak fokus.Sementara Adrian tengah berusaha keras untuk menyelesaikan hasratnya.
"mas...."
"bentar...!"
"mas....!"
"bentar lagi..."
"papa....!!"
Adrian mempercepat gerakan nya,Adinda menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara,semenjak di luar kamar Nabila menangis di luar kamar yang gelap lantaran lampu lampu yang telah di matikan.
"mama.....hwaahahahahha..."
"mas...Nabil.." ucap Adinda yang berada di bawah tubuh Adrian.
"iya bentar lagi...nanggung...!"
"tapi....."
.
.
.
prangg......
"hwaaahahhahahaha...."
"NABIL...!!!"
Buugghhh.........
"an**it...!!"
Adinda reflek mendorong tubuh Adrian yang berada di atasnya saat mendengar bunyi benda pecah.Sontak saja tubuh besar itupun terjerembab ke lantai.
"mas...maaf....maaf..." ucap Adinda merasa bersalah.Wanita itu segera mengenakan pakaiannya dan berlari menuju pintu kamar yang terkunci tersebut,meninggalkan sang suami yang masih terduduk kesal di atas lantai.
Gini amat rasanya punya anak....lagi seru serunya juga...malah anak kebangun🤣🤣
ceklek....
__ADS_1
pintu kamar terbuka.
Di lihatnya Nabila menangis sesenggukan di depan kamar utama sambil membawa bonekanya.Sebuah vas bunga yang ada di atas meja di samping pintu kamar pecah lantaran Nabila yang tak sengaja menabrak meja tersebut.
Adinda berjongkok,ia mengusap lelehan air mata yang ada di pipi Nabila.
"Sayang....kamu kenapa?" tanyanya lembut.
"aku takut bobok sendiri ma...hiks....hikss..." ucapnya sambil menangis.
Adinda memeluk lembut gadis kecil itu.
Sementara di dalam kamar Adrian masih mondar mandir tanpa busana,menunggu sang istri kembali kedalam kamar.Ia belum selesai,ia masih butuh pelepasan kalau tidak mau berujung badmood dan sakit kepala.
Di luar kamar...
"aku boleh nggak,tidur sama mama sama papa?" tanya Nabila memelas.
Adinda bingung harus jawab apa,sedangkan di dalam kamarnya Adrian tengah menunggunya.
"emm...bentar ya sayang,kamu tunggu disini sebentar" ucap Adinda.
Nabila hanya mengangguk.
Adinda pun masuk ke dalam kamar,menemui sang suami.
"mas...."
"udah?ayo lanjutin.." ucap Adrian sambil kembali menarik tangan Adinda.
"mas....Nabila minta tidur disini" ucap Adinda.
"whatt???!"
"kasian mas...dia ketakutan tidur sendirian..."
"trus ini gimana?" tanyanya kesal sambil menunjuk sang jagoan yang masih berdiri menantang.
"nggak tau...." ucap Adinda sambil nyengir.
"tega kamu Din"
"maaf...." ucapnya
"ck...ah...!" Adrian berdecak kesal.
Adrian pun menyambar pakaiannya lalu bergegas menuju kamar mandi.Mau tak mau ia harus bekerja sendiri🤦♀
Adinda yang merasa bersalah pun kembali berjalan ke luar kamar untuk menjemput Nabila.
Nabila dan Adinda pun masuk ke dalam kamar.Nabila dengan cepat naik ke atas ranjang.
Adinda pun membimbing Nabila untuk segera tidur.
"papa mana ma?" tanya Nabila.
"papa lagi di kamar mandi sayang"
"jam segini mandi?nggak dingin?"
"kayaknya nggak...papa kan kuat" ucap Adinda asal.
"oh..." ucap Nabila polos.
"leher mama kenapa?" tanyanya lagi dengan polosnya.
"oh...ini...emm....ini digigit semut..." ucapnya.
"banyak banget ma semutnya..."
"iya nak....tadi banyak banget nak semutnya,tapi udah mama usir kok" ucapnya.
"udah malem sayang,cepet bobok nak.."
"iya ma...."
Nabila pun bergegas tidur sambil memeluk gulingnya
...----------------...
***SEPI AMAT NIH KOLOM KOMENTAR.......
KASIH LIKE VOTE KOMEN & HADIAHNYA LAAHHH.....PLISSSSS🥺🥺🥺🥺***
__ADS_1