
Lima belas tahun kemudian......
Sekumpulan pria bersarung nampak keluar dari dalam sebuah masjid kompleks perumahan elite itu.Mereka saling berhamburan keluar dari tempat ibadah umat Nabi Muhammad tersebut sambil sesekali saling bertegur sapa saat melihat satu dua orang yang mereka kenali setelah selesai menunaikan ibadah sholat Jumat mereka.
Laki laki dewasa bersarung hijau berusia empat puluh empat tahunan berbadan tegap,berparas bule dengan mata hijau yang terlihat indah.Wajahnya masih terlihat begitu tampan di usianya yang hampir setengah abad.Laki laki itu nampak berjalan beriringan dengan seorang remaja tanggung berkemeja dan berjeans hitam berkulit putih,bermata teduh,bibirnya merah muda khas sang ibunda,postur tinggi dengan otot otot tubuh yang masih mulai terbentuk.
Keduanya melangkahkan kakinya santai sambil terus mengobrol ringan.
"Dek...." Ucap Adrian
"Ya pa...." Jawab Angkasa.
"Tunggu sini sebentar ya...papa mau beli rokok dulu...." Ucap Adrian saat tiba di depan sebuah warung.
"Pa....kurangin napa sih rokoknya....nggak baik..." Ucap Angkasa mengingatkan.
Adrian tersenyum.
"Iya...nanti kalau udah bosen.." Ucap Adrian sambil melenggang menuju warung kecil disana.
"Ihh...papa mah susah banget di kasih tau.." Ucap remaja tampan itu sedikit kesal.
Remaja berparas hampir sempurna itu nampak mengedarkan pandangannya ke segala arah,hingga pandangan matanya terhenti pada seorang wanita tua berpenampilan lusuh yang nampak terduduk lemah di depan sebuah rumah berpagar besi di pinggir jalan sambil membawa kotak kue.
Angkasa mendekati ibu ibu penjual kue tersebut.
"Assalamu alaikum..." Ucap Angkasa.
"Wa alaikum salam..." Jawab sang pedagang kue..
Angkasa duduk berjongkok di samping wanita tua itu.
"Ibuk sedang apa?" Tanyanya.
"Ibuk jualan nak...tapi dari pagi belum ada yang laku" Ucap wanita itu lemah.
Angkasa tersenyum manis,ia merogoh saku celana jeansnya lalu mengeluarkan uang dua puluh ribuan yang cukup kucel khas uang jajan remaja pria tanggung yang hanya asal dimasukkan ke dalam kantong.
"Satunya berapa buk?" Tanya Angkasa.
"Dua ribuan nak.." Ucapnya.
"Saya beli dua puluh ribu ya buk..." Ucap Angkasa sambil menyodorkan selembar uang ditangannya.
"Alhamdulillah...." Ucap sang ibu berbinar sambil menerima lembaran pertama uang yang ia dapatkan hari ini.Wanita tua itu segera meraih kantong kresek dan memasukkan beberapa kue ke dalam nya.
"Ini nak...silahkan..." Ucap sang penjual kue.
"Makasih ya buk....yang semangat jualannya..semoga cepet laku..." Ucap Angkasa.
"Amin nak....terimakasih...Masha Allah....kamu benar benar sempurna nak..selain tampan kamu juga berhati malaikat" Ucap ibu ibu itu.
Angkasa hanya tersenyum manis.
"Kalau begitu saya permisi buk...assalamu alaikum"
"Wa alaikum salam..."
Angkasa bergegas pergi dari tempat itu.Ia pun bangkit dan berbalik badan,dilihatnya sang ayah sudah berdiri tak jauh dari tempatnya sambil menyalakan rokok yang terjepit di antara kedua belah bibirnya.
Angkasa pun mendekat...
"Ngapain?" Tanya Adrian.
"Beli ini pa..." Ucap Angkasa sambil
mengangkat kresek berisi kue yang baru saja ia beli.
Adrian mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Kamu lupa kalau orang tua kamu punya toko kue?" Tanya Adrian.
Angkasa hanya terkekeh..
"nggak apa apa lah pa...itung itung sedekah di hari Jumat..." Ucapnya sambil memasukkan satu potong kue ke dalam mulut nya.
Adrian tersenyum,ia mengacak acak lembut kepala sang putra kebanggaan.
"Ya udah yukk...." Ucap Adrian.Ayah dan anak itupun bergegas pulang ke rumah yang letaknya tak terlalu jauh dari masjid tempat mereka sholat Jumat.
Ya....begitulah potret keluarga bahagia Adrian sekarang.Setelah dinyatakan bebas sepenuhnya atas kasus kejahatan yang ia lakukan beberapa tahun yang lalu,laki laki itu benar benar menjelma menjadi Adrian yang baru.Adrian yang menjadi sosok pemimpin yang tegas,penyayang,hangat,dan bijaksana dalam keluarga.Adrian yang rendah hati,dermawan,dan selalu menjadi garda terdepan dalam hal membantu sesama.Laki laki itu begitu aktif dalam kegiatan sosial.Memberi santunan pada panti asuhan,panti jompo serta orang orang yang membutuhkan.
Hidupnya semakin sempurna dengan adanya dua buah hati dalam kehidupannya,yang kini mulai beranjak dewasa.Nabila Brigyta Tama,sang putri angkat yang kini menginjak usia dua puluh tiga tahun dan Angkasa Wildan Tama yang kini berusia lima belas tahun.
Keduanya memiliki sifat dan watak yang jauh berbeda.Nabila tumbuh menjadi wanita dengan sifat dan karakter yang begitu mirip dengan Adrian muda.Tomboy,galak,tidak sabaran,cuek dan keras kepala.Namun gadis berkulit sawo matang itu juga mewarisi salah satu watak Adinda,cerewet dan ganjen.Sedangkan hobinya bela diri dan otomotif.Laki banget kan??
Sedangkan Angkasa,remaja yang kini mulai memasuki masa masa puber itu lebih banyak mewarisi sifat Adinda.Lembut,kalem,dan lebih religius.
Adrian dan Angkasa sampai di kediaman mereka.
"tuan...mas..." ucap Bono,satpam yang kini bekerja di rumah mereka.
Keduanya hanya tersenyum.
"pak..mau..?" ucap Angkasa sambil menyodorkan kresek berisi kue kue lepada sang satpam.
"wahh....nggak usah mas..makasih" ucap Bono menolak lantaran merasa tidak enak.
"alaahh...nggak apa apa..udah ambil aja..." ucap Angkasa.
Bono pun dengan malu malu mengulurkan tangannya masuk ke dalam keresek hitam itu dan mengambil satu potong kue.
"ambilin sekalian buat pak Wahyu..." ucap Angkasa
Wahyu adalah sopir mereka.Bono pun mengambil satu potong kue lagi.
"udah mas...." ucapnya.
"makasih banyak mas..." ucap Bono.
Angkasa tak menjawab.Ia hanya mengangkat sebelah tangannya dan menunjukkan ibu jarinya.
Remaja itupun bergegas menuju rumah mewah milik keluarganya itu.
"assalamu alaikum...." ucap Angkasa yang langsung berjalan menuju dapur.
"wa alaikum salam" sahut dua wanita beda usia dari dalam dapur.
Angkasa mempercepat langkahnya,ia kemudian memeluk seorang wanita cantik berambut panjang yang berusia kurang lebih tiga puluh tiga tahun...Adinda,ibunya.
"mama...." ucapnya lalu dengan cepat mencium pipi mulus sang mama.
Adinda hanya tersenyum,ia mengusap kepala sang putra dengan sebelah tangannya.
"laper ma...." ucap Angkasa.
"nih udah mateng,lagi di siapin sama bik Imah" ucapnya sambil menatap seorang wanita paruh baya yang merupakan asisten rumah tangga mereka.
Angkasa berbinar.Ia melepaskan pelukannya.Remaja tampan itu kemudian mengarahkan plastik kresek ditangannya pada sang mama....
"kue ma..." ucap Angkasa.
Adinda mengernyitkan dahinya..
"tadi Angkasa beli dari ibu ibu di pinggir jalan....kasian ma...udah tua,jualan dari pagi belum ada yang beli..." ucap Angkasa sambil berjalan ke meja makan dan meletakkan kantong kersek itu di atasa meja tersebut.
Adinda tersenyum.Jiwa sosial Angkasa memang cukup tinggi.Ia kemudian mengambil piring dan memberikannya pada sang putra.
"taruh sini aja sayang..." ucap Adinda.
__ADS_1
Angkasa pun menurut.Ia meraih piring di tangan sang ibunda lalu meletakkan kue kue di dalam plastik itu ke atas piring.
Adrian turun dari lantai dua setelah mengganti pakaiannya sehabis solat Jumat.Laki laki itu kemudian mendekati sang istri tercinta,meraih kepala wanita tersayangnya itu lalu mengecupnya lembut.Hal yang tak pernah luntur ia lakukan selama belasan tahun pernikahan mereka.
Adrian duduk di salah satu kursi meja makan itu.
"Dek...." ucap Adrian.
"ya pa..." ucap Angkasa.
"panggilin kakak...ajak makan..."
"kakak dimana?"
"biasa...lagi di garasi tuh....panggilin gih...dari tadi ngomel ngomel mulu...motornya mogok lagi katanya..." ucap Adinda sambil meraih piring melayani makan sang suami.
Angkasa menghela nafas panjang.Ia kemudian bergegas menuju ke garasi menemui sang kakak.
Dari depan pintu garasi dapat ia lihat seorang gadis berkulit sawo matang dengan celana kodok jeans panjang dangan satu tali di pundak,inner putih yang berlumuran oli,rambutnya di tekuk ke atas dengan wajah yang terlihat begitu kesal tengah mengotak atik motor vespa klasik warna hitam di hadapannya.
"kak....makan..!!" ucap Angkasa.
Nabila tak menjawab.
"kak...!" ucap Angkasa lagi dengan suara yang lebih keras.
Nabila masih tak menjawab.
Angkasa mendekat.
"kak makan...!di tungguin mama sama papa tuh..." ucapnya.
"lo apain sih dek motor kakak kemaren?!" ucap Nabila kesal.
"lah....mana gue tau....gue cuma make bentar doang" ucap Angkasa.
"mogok nih...nggak bisa dari tadi...!" ucap Nabila kesal.
"nggak gue apa apain..!motor lo aja yang udah butut..!" ucap Angkasa kesal.Padahal kemarin ia hanya meminjam sebentar untuk ke warung,tapi sudah dituduh ngrusakin.
Nabila membanting tang di tangannya dengan kesal.
"ngamuk lagi...!!bakar aja tuh sekalian motor..!!" ucap Angkasa kesal kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
"lu yang gue bakar...!ngeselin lu Angsa...!jangan pake motor gue lagi lu...!awas aja ampe pinjem lagi..!" ucap Nabila tak kalah kesal.
Angkasa menghentikan langkahnya.
"nama gue Angkasa bukan Angsa...!!"
"Angsa...!!"
"Angkasa...!!!"
"Angsa...!!"
"dasar burung Ababil...!" ucap Angkasa kesal kemudian berlalu meninggalkan tempat itu.
"sekali lagi lu panggil gue burung Ababil gue celupin lu ke knalpot...!!" ucap Nabila ngegas.
Ia meraih lap tangan di atas motornya dengam kesal kemudian beranjak menuju ruang makan dimana orang tuanya sudah menunggu.
...----------------...
***SELAMAT PAGI..
SEASON DUA DIMULAI.....
LANGSUNG LIMA BELAS TAHUN KEMUDIAN YA DIMANA ANAK ANAK ADRIAN DINDA MULAI TUMBUH DEWASA....
__ADS_1
YANG NANYA KISAH SAHABAT SAHABAT ADRIAN DINDA,MEREKA TETAP ADA...TAPI MUNGKIN PORSINYA LEBIH DIKIT...KARENA MEMANG DARI AWAL BUKAN TOKOH UTAMA...🥰
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰🥰***