Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
124


__ADS_3

siang hari....


Di dapur rumah besar itu


Sepasang suami istri itu tengah sibuk mengemas kue tart buatan Adinda.Keduanya terlihat acak acakan berlumuran tepung akibat aksi bercanda mereka selama proses pembuatan kue ulang tahun tersebut.


"siap.." ucap Adinda.


Kue cantik sudah selesai di buat,kini tinggal ia bersiap untuk mengantarkannya kepada pelanggan yang sudah memesannya.


"Jauh Din alamatnya?" tanya Adrian.


"nggak kok mas...paling sepuluh menitan sih dari sini kalau dilihat dari alamatnya.


Adrian hanya manggut manggut.


" kamu nganternya pakai apa?"


"biasanya pesen ojek atau online....tapi kuenya agak gede,jadi aku pesen taxy aja kali ya...biar aman"


"maaf ya Din...kamu jadi susah gara gara akuaku ketangkep kamu jadi susah kayak gini" ucap Adrian.


"nggak apa apa mas ...aku malah lebij seneng kayak gini...walaupun hasilnya nggak seberapa...yang oenting halal" ucap Adinda.


Adrian mematung mendengar ucapan itu.Adinda tersenyum manis...


"kamu mau kan...memulai hidup baru....meninggalkan semua masa lalu kamu....kita mulai hidup yang lebih tenang..." ucap Adinda dengan tatapan mata yang begitu tulus pada Adrian.


Adrian tersenyum.


"iya sayang....bimbing aku ya..." ucapnya.


Adinda tersenyum mendengar ucapan itu.


"mama...kuenya udah jadi ya...." tanya Nabila yang tiba tiba datang.


"iya sayang..."


Nabila pun mendekati kedua orang tuanya.Ia duduk di salah satu kursi di samping Adrian.


"waaahhh....bagus ma...mama pinter bikin kue.." ucap Nabila.


"mama masih punya satu lagi..tapi kecil...cuma sisa adonan...kamu mau?" ucap Dinda sambil mengeluarkan satu buah kue tart kecil berbentuk persegi


"mau...tapi di hias juga yang bagus..."


"sini....biar papa yang hias..." ucap Adrian sambil meminta kue kecil itu.


Adinda pun menyerahkan kue tersebut pada sang suami.


"emang papa bisa?" tanya Nabila.


"ya bisa lah....apa sih yang papa nggak bisa..." ucap laki laki itu.


"ya udah...kalian bikin hiasan dulu ya...mama mau mandi" ucap Adinda.


"oke ma..."


Adinda pun bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.Sedangkan Nabila duduk di samping sang papa yang mulai sibuk membuat lukisan di atas kue berbentuk persegi itu.Nabila begitu antusias menyaksikan aksi sang papa yang begitu telaten melukis menggunakan cream di atas kue berbahan dasar tepung tersebut.


tingg....tongg...


Bel rumah utama berbunyi....


"Nabil...bukain pintunya nak.." ucap Adrian sambil terus fokus pada benda kotak di hadapan nya.


"oke pa..." jawab gadis mungil itu.


Nabila pun segera berlari menuju pintu utama.


ceklek...


pintu terbuka...


Dilihatnya Marco dan Rio berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"om Marco...om cungkring.." ucap Nabila


"Rio Nabila....namaku om Rio Nabila....iiihhhh....gemes deh pengen jitak..." ucap Rio sedikit kesal.Badannya yang kurus membuat Nabila terbiasa memanggil Rio dengan sebutan om cungkring sejak awal pertemuan mereka saat ia ikut pemotretan dengan sang mama kala itu.


Nabila dan Marco terkekeh melihat Rio yang nampak kesal.


"halo Nabil...papa sama mama ada?"


"ada om."


"boleh minta tolong panggilin..."


"boleh....tapi om masuk dulu....aku panggilin mama sama papa dulu"


"oke...."


Marco dan Rio pun masuk ke dalam rumah tersebut.Mereka kemudian duduk salah satu sofa ruang tamu,sedangkan Nabila kini bergegas menuju dapur untuk memanggil papanya.


"papa....." ucap Nabila sambil setengah berlari.


"apa sayang..."


"di depan ada om Marco sama om cungkring..."


Adrian menghentikan pergerakannya.


"om cungkring siapa?"


"itu loohh pa....temennya om Marco...yang badannya kurus....rambutnya di iket..." ucap Nabila.


Adrian nampak berfikit sejenak,namun sepersekian detik kemudian iapun terkekeh..


"sembarangan aja kamu ganti nama orang.." ucapnya sambil mengacak acak rambut panjang Nabila.


"ya udah...ini kuenya di simpen dulu ya...papa temuin om Marco dulu"


"iya pa...sini biar Nabil aja yang taruh di kulkas"


"okey....thank you cantik.."


Nabila pun membawa kue itu menuju kulkas yang ada di sana.Adrian pun bangkit menuju ke ruang tamu dengan penampilan yang masih acak acakan karena tepung.


"hei Co...Rio...pa kabar" ucap Adrian ramah sambil mengulurkan tangannya seperti selayaknya Adrian yang mereka kenal.Kedua tamu itupun menyambut nya.


"baik.." jawab Rio.


"lo abis ngapain Dri?"tanya Marco saat melihat penampilan Adrian yang begitu awut awutan.


" oh...ini..abis bantuin Dinda bikin kue..."ucapnya.


"rame juga ya pesanan kue bini lo" ucap Rio.


"lumayan..." ucapnya.


Adinda sudah selesai dengan aktifitas mandinya.Ia turun dari lantai dua dengan penampilan yang sudah rapi.


"mas Marco..Mas Rio....udah lama?" tanya Adinda saat melihat ada tamu di sana.


"baru kok Din..." ucap Rio.


"permisi..."


Suara itu berhasil menarik perhatian para manusia dewasa di ruangan itu.Seorang gadis kecil datang dengan nampan berisi tiga cangkir teh di atasnya.Nabila datang dengan langkah sepelan mungkin mendekati tiga pria dewasa yang duduk di sofa ruang tamu itu.


"Nabil?" ucap Adinda.Ada rasa bangga disana.Pintar sekali putrinya itu.Ia melakukan sesuatu yang memang seharusnya tuan rumah lakukan jika ada tamu bahkan sebelum ada yang menyuruh.


Nabila meletakkan cangkir berisi teh itu di atas meja di depan Marco,Rio dan Adrian.


"silahkan om...pa..." ucap Nabila sopan.


"makasih sayang"


"makasih Nabil..."


Nabila hanya mengangguk.Ia pun segera undur diri kembali ke dapur.

__ADS_1


Adinda duduk di samping suaminya.


"mandi dulu sana" ucap Adinda pada Adrian.


"mau dianter sekarang?" tanya Adrian.


"apanya?"


"kuenya lah.."


"astagfirullah haladzim....!lupa belum pesen taxy..!" pekik Adinda.Ia pun segera meraih ponsel di sakunya.


"emang mai dianter kemana Din?"


"ke perumahan xx mas" ucap Adinda.


"pakai mobil gue aja...daripada kelamaan nungguin taxy" ucap Marco.


"boleh mas?" tanya Adinda.


"ya boleh lah...deket ini....anterin gih Dri..." ucap Marco pada Adrian.


"dari pada ditungguin ntar kuenya.."


"iya deh mas...." ucap Dinda.


"mas...buruan mandi" ucapnya lagi kini ia tujukan pada suaminya.


"ya udah bentar....aku mandi dulu" ucap Adrian.Pria itupun kemudian melangkah naik ke lantai dua untuk membersihkan diri.


"diminum dulu mas tehnya...buatannya Nabil...maaf kalo kurang pas rasanya..." ucap Adinda.


"nggak apa apa Din.." ucap Marco.


"tapi Nabil tuh pinter lohh..dia peka banget sama sekitarnya..."


Adinda tersenyum .


"iya mas...dia emang pinter,baik,dia juga pekerja keras...mungkin emang karena dari kecil dia udah terbiasa hidup keras...jadi udah biasa mandiri juga.." ucap Adinda.


"Nabil nggak sekolah Din?" tanya Rio.


"nungguin tahun ajaran baru mas...sekalian...kalo disekolahin sekarang kan nanggung..." ucap Adinda


Kedua pria itu hanya mengangguk.


"kalian tadi kok tumben banget kesini berdua..ada apa?" tanya Adinda.


Marco menegakkan posisi duduknya.


"jadi gini....sebenarnya gue kesini tadi mau nawarin kerjaan buat suami lo..."


"jadi ada salah satu PH yang ngadain casting untuk salah satu produk iklan....kira kira dia mau nggak ya...."


"emang iklan apa mas?" tanya Adinda.


Marco dan Rio saling pandang.


"itu...." ucap Marco ragu.


"itu apa...?"


"obat...kuat..." ucap Marco ragu.


😱😱😱😱😱😱😱😱😱


...----------------...


***KIRA KIRA GIMANA NIHHHH....


MAS ADRI NYA MAU NGGAK YA JADI BINTANG IKLANNYA.....???


TULIS PENDAPAT KALIAN DI KOLOM KOMEN


KLIK LIKE SETELAH BACA....

__ADS_1


JANGAN LUPA TAMBAHIN VOTE DAN HADIAHNYA....πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί


BIAR NAMBAH BANYAK GITU KAN OTHORNYA SENENG....πŸ˜ŒπŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡***


__ADS_2